FILM INDONESIA

Misi Besar Visinema Pictures untuk Selamatkan Lingkungan Lewat Film Dokumenter 'PULAU PLASTIK'

Rabu, 14 April 2021 00:45

Credit Foto: Visinema Pictures

Kapanlagi.com - Sampah plastik adalah salah satu elemen yang memiliki dampak sangat negatif pada laut dan juga biota yang hidup di dalamnya. Berangkat dari fakta itu, Visinema Pictures pun menggarap film dokumenter pertama dan terbarunya yang bertajuk PULAU PLASTIK.

Film ini ditukangi oleh sederet nama top insan perfilman, seperti Dandhy Laksono dan Rahung Nasution (sutradara), Lakota Moira (produser) hingga Angga Dwimas Sasongko dan Ewa Wojkowska (produser eksekutif). Dwimas pun menjelaskan alasannya mau ikut terlibat dalam proyek ini.

"PULAU PLASTIK adalah proyek yang penting. Dandhy dan Rahung merupakan sutradara dokumenter yang memiliki visi dan kedalaman setiap menggarap sebuah isu. Dedikasi Robi menjalankan kampanye PULAU PLASTIK selama ini juga menjadi faktor penting mengapa proyek ini perlu diperjuangkan. Selebihnya, apa yang ada di dalam film ini merupakan kegelisahan personal saya sehingga bergabung bersama para pembuat film ini adalah kehormatan buat kami di Visinema," ungkap Dwimas terkait film PULAU PLASTIK dalam press rilis yang diterima KapanLagi.com.

 

1. Indonesia Negara Terbesar Kedua Penyumbang Sampah Plastik ke Laut

PULAU PLASTIK merupakan film dokumenter sekaligus kolaborasi aksi antara Visinema Pictures, Kopernik, Akarumput dan Watchdoc dalam menyikapi pencemaran sampah plastik di pulau Bali dan sekitarnya. Plastik pada awalnya merupakan solusi untuk menekan laju deforestasi dengan mengurangi penggunaan kantong kertas berlebihan. Namun pada akhirnya penggunaan plastik secara masal sebagai bahan dasar kemasan dari produk-produk komersial malah menjadi bumerang. Ketika sudah tak terpakai dan dibuang, plastik akhirnya menjadi tumpukan sampah yang tak terurai, sehingga menjadi ancaman bagi biota laut.

Indonesia diketahui menjadi negara terbesar kedua penyumbang sampah plastik ke lautan. Sampah plastik kemasan sekali pakai dan mikroplastik yang mencemari lautan dan ditelan oleh hewan laut telah kembali ke meja makan kita. Makanan yang kebanyakan dihasilkan dari laut telah terkontaminasi dan terakumulasi di dalam tubuh kita.

Kehadiran film PULAU PLASTIK ini menjadi penting untuk menyadarkan masyarakat tentang bahaya sampah plastik dan melakukan perubahan yang berkelanjutan. Film ini mengajak kita untuk melakukan perubahan yang bisa dimulai dari diri sendiri di lingkungan terkecil untuk lebih peduli dan lebih bijak dengan menolak pemakaian produk dan kemasan berbahan plastik sekali pakai.

"Sudah banyak inisiatif serta beragam solusi yang kita miliki saat ini. Mari bersama-sama menjadi bagian dari solusi tersebut dengan melibatkan komunitas, pihak swasta, serta pemerintah," ujar Ewa Wojkowska, Chief Operating Officer Kopernik, yang juga produser eksekutif film ini.

 

2. Pengambilan Gambar di Pulau Bali dan Jawa

Pengambilan gambar PULAU PLASTIK dilakukan pada tahun 2019 silam, selama enam bulan di pulau Bali dan Jawa. Film dokumenter ini digarap dengan gaya menghibur tapi serius dan membawa sebuah pesan yang sangat positif di dalamnya.

Film ini merupakan catatan perjalanan Gede Robi (vokalis Navicula), Tiza Mafira (pengacara muda asal Jakarta) dan Prigi Arisandi (ahli biologi dan penjaga sungai asal Jawa Timur) dalam menelusuri sejauh mana jejak sampah plastik menyusup ke rantai makanan kita, dampaknya terhadap kesehatan manusia dan apa yang bisa dilakukan untuk menghentikannya.

 

3. Simak Trailernya!

PULAU PLASTIK rencananya akan tayang di bioskop tahun 2021 ini. Buat kalian yang penasaran, simak trailernya terlebih dahulu di bawah ini..


Video by: Visinema Pictures Youtube

 


REKOMENDASI
TRENDING