Movieverse Nobar Film BABY UDON: Perjalanan Cinta dan Perjuangan Penuh Air Mata
Film BABY UDON. (dok istimewa)
Kapanlagi.com - Keseruan dan kehangatan acara Nonton Bareng film BABY UDON sukses digelar pada Minggu (6/9) di Cipinang XXI, Jakarta Timur. Memasuki akhir pekan pertama penayangannya di bioskop, pemutaran Nobar ini berlangsung penuh haru dan diwarnai momen emosional dari para penonton yang larut dalam jalan cerita.
Sebelum film diputar, suasana di lokasi Nobar tampak dipenuhi antusiasme para peserta yang berkumpul, berfoto bersama, serta saling menyapa. Momen nonton bersama di akhir pekan ini menjadi semakin berkesan karena penonton diajak menyelami kisah cinta yang tulus dan perjuangan hidup yang sangat menyentuh hati di dalam studio.
Sejumlah penikmat film dan anggota komunitas turut hadir meramaikan agenda Nobar ini. Kehadiran mereka bersama-sama penonton umum membuat pengalaman menyaksikan film drama bertema keluarga karya sutradara Fajar Bustomi dan produser Denny Sumargo ini terasa makin hangat dan berkesan.
Advertisement
Film BABY UDON mengusung alur cerita emosional tentang perjuangan pasangan Fanny Kondoh dan mendiang suaminya, Hajime Kondoh, dalam menghadapi ujian hidup berat serta perjuangan memiliki buah hati. Penonton disuguhkan dinamika hubungan yang hangat namun menguras air mata, di mana ketulusan cinta dan rasa pantang menyerah menjadi pilar utama penceritaan.
Kekuatan utama dari BABY UDON terletak pada penampilan para jajaran pemainnya. Film ini dibintangi oleh Caitlin Halderman (Fanny Kondoh) dan Denny Sumargo (Hajime Kondoh), serta didukung oleh Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, dan Hiroaki Kato. Jajaran cast berhasil mendalami peran mereka secara luar biasa, menghadirkan chemistry yang kuat dan menyentuh sisi emosional penonton saat nonton bareng.
Dengan kombinasi alur cerita yang menyentuh hati dan akting memukau, BABY UDON menjadi pilihan tontonan yang sangat menginspirasi untuk dinikmati bersama keluarga maupun kerabat terdekat di layar lebar.
Film BABY UDON saat ini sedang tayang di seluruh bioskop Indonesia.
1. Review dari Movieverse
Indah Nur Wijayanti - 10/10
Kirain cuma cerita pasutri biasa yang berjuang buat garis 2 tapi lebih dari itu huhuhuhu…. Kondo-san awalnya jatuh cinta lihat Fanny yang minta waktu buat sholat, karena kata Fanny itu cara bertahan. Lalu Kondo-san ini belajar islam lebih dalam dan mualaf buat menikahi Fanny. Saat mau serius Kondo-san baru cerita bahwa dia duda 2 anak dan tiap bulan sebagian besar gajinya dikirimkan ke anaknya. Fanny pun juga ingin punya anak dengan Kondo-san tapi karena PCOS disarankan untuk bayi tabung. Sampai akhirnya Kondo-san sakit kanker saat Fanny baru berhasil hamil dan Kondo-san meninggal.
Muhamad Luthfi - 7/10
Mengingatkan kita billa Allah bekata "Kun fayakun" berarti "Jadilah maka jadilah", maka itupun jadi. Semua yang kita usahakan pasti ada harapan.
Indahni NMP - 9.5/10
Awalnya kukira "Baby Udon" cuma film kecil yang manis dan sederhana… ternyata salah besar. Film ini pelan-pelan bikin kita sayang sama ceritanya, lalu tanpa sadar menghantam bagian hati yang paling rapuh. Sedih banget…tau-tau air mata mengalir dengan sendirinya. Gak banyak darama, tapi justru itu yang bikin sakitnya terasa nyata. Endingnya? Siap-siap kepikiran setelah filmnya selesai.
Ika - 9/10
Wajib nonton ini film, ada komedi dan sedihnya (sedihnya bener-bener sedih). Siapin tisu yaa..
Ferdiansyah Fajar - 8/10
Baby Udon, film perdana produksi Sumargo Film garapan sutradara Fajar Bustomi, merupakan adaptasi kisah nyata viral dari podcast "Curhat Bang" Denny Sumargo tahun 2025 tentang perjuangan Fanny Kondoh dan almarhum suaminya, Hajime Kondoh. Meski mengusung konflik yang sangat kompleks, mulai dari perbedaan budaya dan agama, perjuangan bayi tabung, hingga vonis kanker. Film ini berhasil menyajikannya dalam alur yang rapi, matang, dan tidak bertele-tele. Penampilan Denny Sumargo sebagai warga Jepang pun tampil sangat totalis dari segi bahasa hingga gestur, didukung akting Caitlin Halderman yang terasa alami dan sanggup menguras emosi penonton. Secara keseluruhan, film drama romantis ini sangat menarik dan layak untuk ditonton. Kekurangannya hanya terletak pada alur cerita yang tidak menyajikan plot twist serta sedikit terlalu dramatis, mengingat jalan ceritanya sudah banyak diketahui publik lewat kisah viralnya. Meski tanpa kejutan berarti, emosi yang dibangun tetap tersampaikan dengan baik.
Yayah - 9.9/10
Filmnya bagus banget bikin kita netesin air mata, wajib ditonton ini sih buat kalian pecinta film indonesia. Beneran cinta sehidup semati. Semoga kita bisa seperti kak Fanny.
Velli - 9.8/10
Woyyy mewek sih abis nonton inii sedih pisan chingudeul. Ga expect sih kalo liat posternya aja. Bisa meluapkan kesedihan di film ini cuss nonton!!!.
Nama Penulis: Helmi Nabilatul Sadidah
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/jje)
Advertisement
D Academy 8
-
Dangdut Academy Selfi Yamma Ciptakan Lagu 'Permainan Cintamu' untuk Rani Zamala
-
Dangdut Academy Mila DA7 dan Valen DA7, Tampil Kompak Ala Barbie & Ken di DA8
