Mulai Dikenal, Apakah Layanan Streaming Seperti Iflix Akan Menggeser Bioskop?

Jum'at, 22 Desember 2017 16:52 Penulis: Ferry Sanjaya
Mulai Dikenal, Apakah Layanan Streaming Seperti Iflix Akan Menggeser Bioskop? Iflix Atau Bioskop? © Istimewa

Kapanlagi.com - Kamu yang berlangganan televisi kabel di rumahmu, kemungkinan besar sudah tahu dengan iflix. Ya, ini adalah layanan streaming yang berkantor pusat di Kuala Lumpur, Malaysia. Iflix sendiri sudah memiliki sekitar 5 juta subscribers di seluruh dunia per bulan Oktober 2017 ini.

Layanannya pun beragam, dimana kamu bisa melihat serial-serial maupun film yang berasal dari barat, asia, Korea maupun dari tanah air. Tak heran jika iflix digemari, khususnya oleh anak-anak muda yang gemar menonton film atau serial.

Dikabarkan pula jika penonton iflix di tanah air lebih memilih untuk menonton film dari smartphone mereka. Drama Korea pun menjadi tontonan favorit mereka, disusul drama Hollywood dan film Indonesia, lihat trend reportnya di sini.

Trend Report © IflixTrend Report © Iflix

Lantas, apakah iflix dapat 'mengganggu' eksistensi bioskop? Sekedar diketahui, bioskop sudah hadir di Indonesia sejak tahun 80-an, mungkin lebih awal. Bahkan jaringan bioskop terbesar di tanah air, Cineplex 21 pertama kali diluncurkan pada tahun 2987 oleh bapak Sudwikatmono.

Sejak saat itu, kita mengenal bioskop sebagai sarana untuk menonton film-film barat atau Indonesia yang sedang ngehits. Tak ada yang menyaingi bioskop, karena pemutaran perdana film harus melalui bioskop dahulu, apalagi bagi film-film besar. Memang ada bisnis rental film dan sebagainya, namun film-film yang dirental tersebut adalah film yang terlebih dahulu keluar dari boskop.

Lalu, hadirlah layanan streaming online yang lumayan mengubah peta permainan. Dimulai dari Netflix yang memulai layanan streaming pada tahun 2007, dan impact yang dilakukannya cukup besar, salah satu alasannya adalah kemudahan yang ditawarkan. Jika dulu kamu ingin menonton film, kamu harus repot-repot pergi ke rental DVD, milih film, bayar parkir, jalan ke mobil, nyetir mobil, pulang kerumah, baru disetel di player. Dengan layanan streaming online, hanya butuh streaming box yang terkoneksi ke televisimu dan sebuah remote, done. Kamu bisa memilih film apapun yang kamu suka, dan tonton langsung saat itu juga, tanpa harus kamu menggeser pantat dari sofa.

Di Indonesia sendiri iflix lebih dikenal ketimbang Netflix, karena sebelumnya sempat diblokir oleh Telkom karena belum ada persetujuan dengan pemerintah Indonesia (sekarang sudah dibuka kembali).

Lantas, apakah layanan streaming online ini mempunyai kans besar untuk 'melenyapkan' bioskop? Mari kita hitung kasar saja, pengguna iflix di tanah air setidaknya ada 2 juta subscribers. Penonton bioskop lebih banyak dari jumlah subscribers iflix ini. Kami ambil contoh dari film terlaris tanah air tahun ini, PENGABDI SETAN yang jumlah penontonnya 4,2 juta orang. List film dengan penonton terbanyak lainnya bisa kamu simak di sini.

Film Indonesia Terlaris 2017 © filmindonesia.orgFilm Indonesia Terlaris 2017 © filmindonesia.org

Dari sini sekilas terlihat jika penonton bioskop masih lebih unggul dari iflix. Coba kita bandingkan dari trend report di atas. Walau 'hanya' 2 juta subscribers, namun total minute play mereka adalah 12 juta menit, dan itu data untuk sehari saja! Bahkan kabarnya iflix sukses menembus 10 miliar menit pada tahun 2017 ini. Sedangkan film Indonesia, lagi-lagi kami ambil sample dari PENGABDI SETAN yang durasinya sekitar 107 menit. 4,2 juta dikali 107 menit menghasilkan 449 juta minute play.

Namun yang harus kamu perhatikan, streaming service memiliki keunggulan dalam banyaknya konten. Ada ratusan film dan serial yang bisa kamu tonton melalui layanan streaming service ini. Netflix sendiri pada tahun 2016 lalu malah sudah merilis sekiranya 126 serial original atau film. Jumlah tersebut adalah yang paling banyak dari kompetitornya. Sedangkan iflix tahun ini menampilkan MAGIC HOUR the series yang rilis eksklusif, serta film FILOSOFI KOPI 2: BEN & JODY.

Dari sisi harga, streaming service juga memiliki keunggulan. Kami cek melalui aplikasi pembayaran Tokopedia, iflix bisa dinikmati perbulan dengan harga 39.000 rupiah saja. Sedangkan jika kamu ke bioskop, paling tidak kamu harus menyiapkan uang sebesar 50.000 rupiah perfilmnya.

Dengan semua perbandingan ini, apakah streaming service memiliki potensi untuk menggusur bioskop ke depannya? Dilihat dari potensinya, ada kemungkinan besar bagi streaming service untuk mengambil pamor bioskop, apalagi mengingat audiens muda masa kini yang merupakan generasi milenial yang cenderung suka dengan semua yang berbau instan, dan streaming service dianggap cocok dengan gaya generasi ini karena simpel dan cenderung tidak ribet.

(kpl/frs)

Editor:

Ferry Sanjaya


REKOMENDASI
TRENDING