Para Pemain Dewi Siluman Ular Ungkap Pengalaman Syuting Malam di Telaga Remis
Film Dewi Siluman Ular. (Instagram/ starvisionplus)
Kapanlagi.com - Kinoi Lubis kembali mengarahkan film horor lewat Dewi Siluman Ular. Sutradara yang akrab disapa Kinoi ini memilih Telaga Remis sebagai salah satu lokasi utama, dengan pengambilan gambar malam hari yang memicu beragam respons dari para pemain.
Soal alasan pemilihan lokasi, ia menegaskan, “Telaga Remis itu punya vegetasi ganggang, ganggang air. Jadi kalau kalau siang kita lihat agak jernih airnya. Ada ikan, kan ganggang itu makanannya ikan. Jadi itu emang aku pilih karena ini genre horor ya bukan yang jadi drama secara lokasinya."
"Nah, mungkin karena malam jadi imajinasinya mereka main,” jelas sang sutradara dalam konferensi pers trailer dan poster film Dewi Siluman Ular yang diadakan di kawasan Jakarta pada (1/10/2026).
Advertisement
Derby Romero termasuk yang harus turun langsung ke air saat gelap. “Kita kan gak bisa ngelihat dalamnya. Tapi udah dikasih tahu di siang harinya, aku udah sempat naik perahu dan memang itu dalam banget, ikan besar-besar. Ya sebenarnya tidak menyeramkan itu indah sekali. Tapi begitu malam begitu gelap pas serem ya. Dan air gelap kan gak kelihatan sama sekali. Gelap banget gitu dan gua memang harus nyemplung harus nyelam,” ucap Derby.
1. Kinoi Lubis Ceritakan Ketakutan Aghniny di Lokasi Syuting
Berdasarkan vegetasi yang ada di Telaga Remis, Kinoi menilai keberadaan ganggang air menjadi salah satu pemicu rasa takut para pemain saat syuting malam. Sentuhan kecil di air kerap memancing imajinasi mereka.
“Jadi kalau misalnya ada betis kesentuh ganggang pasti kan ‘ih siapa yang nyolek gue?’ gitu kan. Kalau aku mikirnya gitu. Jadi pas mereka sudah selesai saya diceritain ‘ini tadi ada yang apa ya di dalam ini nih.’ Ya Allah ini pada mikirnya macam-macam,” tutur Kinoi.
Aghniny Haque menimpali, pikirannya kerap tidak sejalan dengan fakta yang sudah ia ketahui soal kondisi telaga tersebut.
“Aku tahu sih maksudnya di situ enggak bakal ada buaya, tapi mikirnya kayak di situ kayaknya ada buaya,” ucap Aghni.
Kinoi menyebut Aghniny berulang kali memastikan hal yang sama saat persiapan.
“Nah, ini lagi nih waktu pas persiapan kan juga selalu meyakinkan ‘Bang, ini enggak ada buayanya kan?’ Dia nanya itu berkali-kali,” ucap Kinoi.
2. Lumpur dan Dingin Jadi Ujian di Telaga Remis
Di luar faktor imajinasi, kondisi alam Telaga Remis menghadirkan tantangan teknis. Meski aspek keselamatan disiapkan, lapisan lumpur di dasar telaga membuat pergerakan berat hingga memicu kram pada saat pengambilan gambar.
“Safety udah dijaga dan lain-lain sudah dibersihkan tapi memang ternyata gua pikir ‘oke ini tinggal berenang dan gua bisa berenang’. Jadi oke enggak apa-apa gua pemanasan cepat terus kan hujan-hujanan dingin tuh. Begitu gua masuk take pertama ternyata gua harus melewati lumpur. ‘Cut. Bentar bang, kram bang’, berat banget beneran di situ,” ucap Derby saat menceritakan lumpur yang memberi beban kepadanya.
Aghniny Haque mengamini pengalaman Derby. Menurutnya, kedalaman air dan kondisi dasar telaga membuat para pemain tidak leluasa bergerak.
“Ternyata pas nyemplung itu memang selain dalam, lumpurnya itu kayak bikin kita stuck gitu loh,” ucap Aghniny.
3. Sinopsis Film Dewi Siluman Ular
Dedi diliputi rasa takut kehilangan keluarga yang ia cintai, hingga memengaruhi kewarasannya.
Di titik putus asa karena teror utang dan biaya rumah sakit untuk operasi caesar sang istri, Dedi memilih jalan pintas mistis, menikahi siluman ular tanpa memikirkan harga mengerikan yang menanti.
Film yang dibintangi Anya Geraldine, Derby Romero, Aulia Sarah, serta Aghniny Haque ini dijadwalkan tayang di bioskop Tanah Air pada 12 November.
(Afradhiya N. R)
(Ibunda Zaskia Adya Mecca Alami Serangan Stroke dan dibawa ke UGD.)
(kpl/rtn)
Advertisement