FILM INDONESIA

Pegangan Anggi Umbara Dalam Membuat Film 'DOA-DOYOK OTOY ALI ONCOM: CARI JODOH'

Selasa, 14 Agustus 2018 17:37 Penulis: Dhefa Mauren Roos Mary

Cast film DOA © KapanLagi.com/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Anggi Umbara adalah sutradara dibalik film DOA-DOYOK OTOY ALI ONCOM: CARI JODOH. Ditemui di sebuah kesempatan wawancara ia bercerita tentang idenya dalam membuat film ini. Yaitu dengan cara membuat 3 film di dalam 1 film.

Tapi ternyata masih ada 1 hal lagi yang ia ungkap pada kesempatan preskon film itu di XXI Plaza Senayan, Jakpus, Kamis (9/8). Yaitu mengenai pegangannya dalam membuat film. Yuk kita simak penuturannya!

1. Pegangan Anggi Umbara dalam membuat film

Menurut Anggi Umbara adalah ia ingin menonton film yang ian senangi. Karena itulah ia ingin membuat film yang dirinya sukai. Bermula dari sinilah, ia mantap membuat film DOA-DOYOK OTOY ALI ONCOM: CARI JODOH. 

"Kalau saya ingin membuat film pertama saya mau membuat film yang ingin saya tonton. Jadi saya harus seneng dulu fun ya itu membangun fun di dalam ceritanya," katanya.

Kesenangannya ini ia kerucutkan lagi. Kemudian ia mendapati kalau ia suka bercanda. Maka film komedi adalah film yang paling cocok untuknya. 

2. Lagu

Kemudian seperti yang kita tahu kalau sebuah film komedi tak akan cukup jika 'lucu saja'. Faktor pendukung lainnya juga penting. Contohnya saja lagu.

Menurut Anggi Umbara lagu yang cocok untuk film ada haruslah yang unik dan juga cocok untuk tiap karakternya. "Apa yang gak pernah terpikirkan orang lain coba kita gali terus. Coba kita masukin apa lagu di tengah-tengah. Tapi lagunya berkolerasi dengan karakter Doyok," jelasnya. Dengan begitu penonton akan senang. Karena lagu, tokoh, dan suasana yang dikemas dalam film ini disuguhkan dalam 'takaran' yang pas.

3. Suasana yang fun

Tibalah kita di poin terakhir. Seperti yang kita tahu kalau film komedi identik dengan sense of humor yang mampu mengocok perut dan membuat suasana menjadi fun. Nah sisi fun inilah yang coba dikembangkan oleh Anggi Umbara. Bukan hanya saat syuting, tapi juga saat break.

Menurutnya hal ini sangat penting untuk kelangsungan film ini. "Karena kan disini kita gak cuma bermain dengan logika, di sini kita bekerja dengan rasa. Jadi kita yang harus benar dulu dalam proses syuting dan ceritanya," jelasnya. Dengan begitu energi yang tersampaikan benar-benar pure sehingga bisa membawa penonton untuk masuk ke dalam film ini.


REKOMENDASI
TRENDING