Perankan 3 Fase Usia, Tika Bravani Lakukan Observasi Berbulan-bulan

Sabtu, 05 Agustus 2017 13:36 Penulis: Cinthya Septavy
Perankan 3 Fase Usia, Tika Bravani Lakukan Observasi Berbulan-bulan Tika Bravani © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Memerankan tokoh nyata dalam sebuah film biopik sejatinya memang memiliki banyak sekali tantangan. Salah satunya seperti yang dialami aktris cantik Tika Bravani saat ia harus berperan sebagai Nyai Ahmad Dahlan dalam film terbarunya, NYAI AHMAD DAHLAN. Pasalnya, Tika harus bisa berakting dalam 3 fase usia berbeda, seperti penuturannya berikut:

"Jadi chalengingnya itu saya peranin 3 fase, gak cuma mainin naskah apa yang saya bicarakan tetapi saya harus perhatikan intonasi dan gestur. Ibaratnya mengeluarkan emosi di umur 50 tahun seperti apa dan beda saat remaja. Dimensinya beda dan banyak yang harus saya perhatikan. Saya berusaha sebisa mungkin," ujar Tika Bravani saat dijumpai di preskon film NYAI AHMAD DAHLAN, di Iras Film, Gedung NRA Travel Wisma Umroh dan Haji lantai 2, Jalan Mampang Raya, Jakarta Selatan, Kamis (3/8).  

"Dibanding dengan Fatmawati lebih berat yang ini karena Fatmawati itu bukan tokoh sentral, itu fase umur 21 sampai 23 dan gak semenantang ini. Ini kan tokoh sentral saya memainkan tokoh sepuh dan lawan main saya itu lebih tua dari saya, nah saya harus bisa lebih baik dari dia," tutur wanita 27 tahun itu.

Tika Bravani lakukan pendalaman karakter melalui riset buku dan observasi © KapanLagi.com®/Agus ApriyantoTika Bravani lakukan pendalaman karakter melalui riset buku dan observasi © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto


Berperan sebagai sosok wanita inspiratif dan hebat seperti Nyai Ahmad Dahlan tak ayal membuat Tika harus melakukan observasi selama berbulan-bulan demi totalitas akting yang dimainkan. Tak hanya itu, istri Dimas Aditya tersebut juga mendapat 'tantangan' lain dari netizen terkait perannya itu.

"Dari buku sih dan rekonstruksi logika misalnya dari keluarga me-reka reka keadaannya. Banyak brainstorming dengan data yang sudah ada. Jaman dulu ada fase ada listrik dan belum, nah pergantian itu. Dari segi keaktoran di zaman yang belum lihat lampu LED mereka tatapannya gak akan banyak berekspresi, memang rekonstruksi logika jadi brainstorming. Kemarin sekitar 3 bulan saya observasi itu bener-bener intens," ungkapnya.

"Ada sekali, pasti kan kita mainin tokoh kita akan dibandingin dengan tokoh aslinya. Harusnya kan gak, tidak ada hubungan sama sekali. Aku dikirikan, sekarang orang lihatnya dia mainin ini kok dia nakal misal. Saya sih mau jadi diri saya sendiri, saya berusaha jaga karena ini hal sensitif. Apalagi sosmed saya sudah banyak yang mewanti wanti saya tidak murtad, tidak narkoba, berperilaku buruk dan jaga etika. Tanpa digituin Insya Allah saya gak macem-macem tetapi pas digituin saya jadi takut. Gimana nanti pas tayang ya," tandasnya.

(kpl/aal/cvn)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING