Pertama Kali Dapat Piala Citra, Riri Riza: 'ATHIRAH' Itu Personal

Kamis, 10 November 2016 11:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Pertama Kali Dapat Piala Citra, Riri Riza: 'ATHIRAH' Itu Personal Riri Riza/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Kapanlagi.com - Riri Riza membawa pulang piala kebanggaan dan bergengsi bagi para insan perfilman Indonesia, Piala Citra. Riri menjadi pemenang Sutradara Terbaik di FFI tahun 2016 atas karyanya, ATHIRAH. Lelaki 46 tahun ini sukses mengalahkan empat nama lainnya yaitu Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto (HEADSHOT), Upi Avianto (MY STUPID BOSS), Yosep Anggi Noen (ISTIRAHATLAH KATA-KATA) dan Pritagita Arianegara (SALAWAKU).

Ini adalah kali pertama sutradara kelahiran Makassar itu mendapatkan Piala Citra. Mengapa baru tahun ini padahal salah satu karya terbaiknya, LASKAR PELANGI (2008) adalah film terlaris kedua sepanjang tahun 2007 hingga 2016 dengan jumlah penonton 4,7 juta?

"Ini pertama kali saya dapat (Piala Citra). Tapi sebenarnya gini, beberapa karya kami yang terbaik seperti LASKAR PELANGI, 3 HARI UNTUK SELAMANYA, SANG PEMIMPI, itu berada di era yang kami memilih tidak ikut FFI. Jadi memang saya tidak punya banyak kesempatan," tuturnya saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, hari Minggu (6/11) lalu.

Sebenarnya, Riri pernah masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik dalam FFI 2004 lalu atas film ELIANA, ELIANA yang dibintangi Rachel Maryam. Namun, dirinya dikalahkan oleh Rudy Soedjarwo atas AADC

Riri baru pertama kali mendapatkan Piala Citra/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoRiri baru pertama kali mendapatkan Piala Citra/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Lalu, pada tahun 2005, film arahannya yang dibintangi oleh Nicholas Saputra, GIE, mendapatkan titel Film Terbaik. Namun, dirinya dikalahkan oleh Hanung Bramantyo dalam film BROWNIES

"Saya punya kesempatan di film ELIANA, ELIANA dan GIE tetapi saya tidak dapat, arena ada yang lebih baik dari saya. Jadi ini saya sangat bahagia," ujarnya.

Riri layak bahagia, sebab selain menyabet titel Sutradara Terbaik, film arahannya, ATHIRAH, juga menyabet Film Terbaik 2016. Plus, pemeran Athirah Kalla dalam film tersebut, Cut Mini juga dianugerahi titel Pemeran Utama Wanita Terbaik.

"Ini film yang sangat dekat. Saya bekerja di Makassar lima tahun lebih dengan komunitas seni dan film di sana, (saya) mencoba menemukan lagi saya ini siapa. Film ini hampir seperti puncak pertama saya dapat kesempatan. Akhirnya membuat film yang ceritanya datang dari Sulawesi Selatan. Jadi ini sangat personal," jelasnya.

Riri Riza sempat takut kurang fokus karena kerjakan AADC 2 & ATHIRAH/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoRiri Riza sempat takut kurang fokus karena kerjakan AADC 2 & ATHIRAH/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

Meski bahagia, Riri sempat diderita kekhawatiran lantaran takut tak bisa maksimal mengerjakan dua film dalam satu tahun. "Tahun ini kami ada dua film (AADC 2 & ATHIRAH). Itu bukan sesuatu yang mudah. Saya sebenarnya agak khawatir (jika) publik merasa karya saya menurun karena kami mengerjakan dua film. Tetapi alhamdulillah bisa terbukti malam ini bahwa karya kita bisa bertahan dengan baik," ujarnya.

Partner Mira Lesmana ini juga bangga dengan anggota dewan penjurian FFI yang makin baik lagi. "Saya rasa ini adalah masa yang menarik karena yang memilih lebih ke para anggota asosiasi dan profesional. Jadi sebenarnya sentimen kita semua ingin melihat keragaman Indonesia dan film itu adalah cermin yang paling bagus. Bahwa Indonesia yang mestinya kita terima sekarang ini adalah yang multi culture," lanjutnya.

"Tetapi memang film-film yg memiliki kualitas baik ternyata adalah film yang membicarakan tentang multi culturalism, dan diversity Indonesia. Kita harus bangga sebenarnya orang film sangat maju dalam bagaimana menerima cerita dan itu sangat membanggakan. Saya selalu merasa seperti sutradara muda tetapi kali ini saya melihat bahwa saya dikelilingi dari mereka yang kebanyakan lebih muda dari saya dengan kualitas film yang semakin baik." tandasnya. Selamat, Mas Riri.

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING