FILM INDONESIA

Pertama Kali Main Film Religi, Amanda Rawles Cat Rambut Jadi Pirang - Belajar Bahasa Belanda

Sabtu, 15 Februari 2020 17:10 Penulis: Tyssa Madelina

Amanda Rawles dapat tantangan di film terbaru © KapanLagi.com/Adi Abbas Nugroho

Kapanlagi.com - Amanda Rawles didapuk sebagai pemeran utama film drama religi MERINDU CAHAYA DE AMSTEL yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Arumi E. Ia memerankan karakter perempuan asal Belanda bernama Khadija Veenhoven.

Demi menyesuaikan dengan karakternya, Amanda mengecat rambutnya menjadi warna ash blonde. Ia mengaku tak pernah terpikir untuk mengecat rambut dengan warna seberani ini.

"Terlibat proyek film ini hal yang baru buat aku. Ini film religi pertama aku, perannya jadi orang Belanda yang memutuskan mualaf, lalu rambutnya aku warnai. Ini aku nggak nyangka bisa warnai rambut, aku bahkan nggak kepikiran punya rambut pirang. Tapi karena aku suka tantangan, aku senang terlibat," kata Amanda saat syukuran film MERINDU CAHAYA DE AMSTEL, kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (15/2/2020).

1. Bahasa Belanda

Selain mewarnai rambut, Amanda Rawles juga diharuskan belajar bahasa Belanda. Yang menarik ada adegan yang mengharuskannya berbahasa Indonesia dengan logat Belanda karena diceritakan sebagai mahasiswi yang sedang menimba ilmu jurusan Sastra Indonesia.

"Aku jadi perempuan Belanda yang bisa berbahasa Indonesia karena dia kuliah sastra Indonesia. Makanya aku belajar bahasa Belanda dan itu jadi tantangan sendiri, belum lagi aku harus bicara bahasa Indonesia tapi seperti orang Belanda pada umumnya," jelas aktris berusia 19 tahun ini.

2. Syuting di Amsterdam

Selain Amanda Rawles, film produksi Maxima Pictures dan Unlimited Production ini juga diramaikan oleh Bryan Domani, Rachel Amanda, Oki Setiana Dewi dan Maudy Koesnaedi. Mereka dan kru akan berangkat ke Amsterdam untuk menjalani proses syuting selama kurang lebih sebulan.

MERINDU CAHAYA DE AMSTEL berkisah tentang pencarian Nicoolas van Dijk akan seorang ibu yang meninggalkannya sejak kecil. Dalam perjalanannya Nico bertemu dengan Khadija Veenhoven, perempuan Belanda yang memutuskan mualaf dan mengajarkannya untuk mengenal Islam yang sesungguhnya.


REKOMENDASI
TRENDING