Rudi Soedjarwo Bikin 'STAY WITH ME' Untuk Warisan Anaknya Kelak

Kamis, 03 Desember 2015 18:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Rudi Soedjarwo Bikin 'STAY WITH ME' Untuk Warisan Anaknya Kelak Rudi Soedjarwo/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Hancur dan terpuruk, sutradara Rudi Soedjarwo mulai move on dari pengalaman pahitnya selama kurun waktu empat tahun ini. Dasar sutradara, meski sedang terpuruk, ia masih tetap berkeinginan untuk terus membuat film. Jadilah satu drama berjudul STAY WITH ME yang dibintangi Boy William

Film ini adalah curahan hatinya. Namun tujuannya bukan hanya sharing pengalamannya kepada masyarakat luas, tapi juga ketiga anaknya. "Sebenarnya yang saya alamin tujuannya nggak cuma itu. Seandainya saya udah buat ini film, laku nggak laku, paling nggak apa yang nggak sempat saya ceritakan pada anak saya yang masih umur 8, 6, 4 tahun itu, mereka bisa lihat lewat film," tuturnya saat bertandang ke kantor KapanLagi.com® di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Dengan kata lain, Rudi ingin STAY WITH ME menjadi sebuah warisan berharga ketika dirinya sudah tak ada di samping mereka lagi. "Mereka bisa tahu saya lebih banyak lewat film saya. Paling nggak ketika saya nggak ada, mereka bisa nonton 'Oh Bapak dulu ngalamin ini ya, oh Bapak dulu begini ya'. Paling nggak itu dulu aja, jadi film itu akhirnya bisa penting untuk ada," ungkapnya.

Rudi bikin STAY WITH ME untuk warisan berharganya kepada anak-anak/©KapanLagi.com®/Agus ApriyantoRudi bikin STAY WITH ME untuk warisan berharganya kepada anak-anak/©KapanLagi.com®/Agus Apriyanto

STAY WITH ME juga sebagai salah satu cara Rudi menjelaskan permasalahan yang terjadi di kehidupan rumah tangganya. "Ketika saya nggak ada, film itu bisa menjadi bahan untuk mengetahui, mengenal dan memahami bapaknya yang mungkin saat ini belum bisa saya ceritakan pada mereka. Saya baru sadar bahwa bikin sesuatu yang berguna untuk anak-anak dan harus ada unsur saya di dalamnya, yang bisa saya share ke mereka sehingga mereka bisa memahami saya lebih," ujarnya.

Rudi tak mau dipandang sok bijak dan benar dengan pengalamannya. Paling tidak ia berusaha sharing apa kesalahannya sehingga anak-anaknya paham.

"Karena masing-masing orang atau manusia itu kan menjalani hidup sudah ada garisnya sendiri. Mungkin yang saya jalani bisa saya share, mungkin ada yang mengalami hal yang sama, yang bisa buat kita berteman, bersahabat, ngobrol atau segala macam. Karena itulah film menjadi lebih penting sekarang untuk saya bikin," tandasnya.

(kpl/rhm/tch)

Reporter:

Nuzulur Rakhmah


REKOMENDASI
TRENDING