FILM INDONESIA

Satu Tahun Berlalu, Seventeen Garap Film Dokumenter 'KEMARIN'

Rabu, 30 Oktober 2019 07:19 Penulis: Rezka Aulia

© KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Hampir setahun berlalu bencana tsunami menghantam Tanjung Lesung, Banten. Musibah tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Seventeen Band. Akibat bencana itu, tiga dari empat personel Seventeen meninggal dunia.

Mereka adalah Bani (bass), Andi (drum) dan Herman (gitar). Sementara Ifan, vokalis Seventeen berhasil selamat dari bencana tsunami tersebut. Saat itu, tepat tanggal 22 Desember 2018 Seventeen sedang mengisi acara gathering karyawan PLN di Tanjung Lesung Beach Resort, Banten.

Sebagai penghormatan terakhir untuk para personel Seventeen yang meninggal, pihak manajemen akan membuat sebuah film dokumenter berjudul KEMARIN. Film ini akan menghadirkan momen-momen kebersamaan para personel sebelum tsunami menghantam Tanjung Lesung, Banten.

"Gue nggak merasa bikin film sebenarnya, tapi difilmkan ya. Karena dokumenter gitu ya. Kayak nggak percaya sih. Maksudnya hard to believe gitu," kata Ifan Seventeen di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2019).

1. Sudah Direncanakan

"Kalau kita lihat pas syuting gitu ya. Flashbacklihat footages video anak-anak kemarin pas kita lagi mangung itu kayak 'ya Allah, kok jadi di filmin sih. Kok nggak sama gue sih ngebrief nya’. Masih banyak rasa tersakiti," sambung Ifan.

Sebenarnya, pihak Seventeen sudah berencana membuat film dokumenter perjalanan band asal Yogyakarta tersebut. Film dokumenter tersebut dibuat untuk mereyakan hari ulang tahun Seventeen yang ke 19 tahun. Namun, takdir berkata lain dan bencana merenggut banyak nyawa, termasuk kru dan keluarga Seventeen.

"Memang kita mau buat film dokumenter, sebelum peristiwa itu terjadi. Udah direncanakan," kata ujar Dendi Reynaldo, CEO Mahakarya.

2. Isi Kamera Alm. Andi

Kamera milik Andi ternyata sudah merekam jejak perjalanan Seventeen selama 55 jam. Data tersebut kemudian diolah oleh sutradara Upie Guava dan penulis skenario Wisnu Surya Pratama untuk dijadikan film.

"Setelah melihat semua isi kamera almarhum Andi, aku putuskan untuk melanjutkan pembuatan film dokumenter. Lalu menelepon Upie Guava untuk menyampaikan rencana ini. Upie sangat tertarik dan merasa terhormat mendapat kesempatan ini," kata Dendi Reynaldo.

3. Kejadian Detail

Selain menghadirkan video perjalanan Seventeen, pada film ini juga nantinya akan ada video-video bencana tsunami yang belum pernah tersebar di masyarakat luas.

"Banyak banget dari aku maupun teman-teman yang lain kalau aku video sih selama ini yang kita lihat dengan kualitas handphone. Selama ini video yang beredar dengan kualitas handphone yang ternyata HD, lebih mungkin 4K, at the moment kejadian, detail air kita dapet," tutup Ifan.

 


REKOMENDASI
TRENDING