FILM INDONESIA

Sempat Menolak, Gibran Rakabuming Akhirnya Main Film dan Ngaku Kapok

Jum'at, 30 November 2018 11:15 Penulis: Sora Soraya

Gibran Rakabuming © KapanLagi.com®/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Putra pertama Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming menjajal dunia akting lewat film SESUAI APLIKASI. Ia memerankan dirinya sendiri sebagai pemilik bisnis kuliner Markobar.

Uniknya, Gibran Rakabuming sempat menolak tawaran untuk terlibat karena ia memang tidak begitu tertarik berada di depan layar. Namun suatu hari ketika setting lokasi akan diubah, ayah Jan Ethes ini akhirnya setuju untuk meramaikan film besutan Adink Liwutang tersebut.

"Proses mengajak Mas Gibran ini cukup panjang. Awalnya dia menolak, bilangnya biar Kaesang saja yang main. Tapi pas kita mau pindah lokasi ke kedai kopi, sebelum syuting dia bilang mau, saya senang banget," kata Adink ditemui saat hadiri gala premier SESUAI APLIKASI di Senayan City, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).

1. Kapok Main Film

Proses pengambilan gambar untuk adegan Gibran Rakabuming hanya sekitar satu setengah jam. Namun karena satu adegan memerlukan beberapa kali shot dari berbagai angle, kakak dari Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep ini mengaku kapok.

"Dia datang on time karena memang sudah biasa begitu. Take selama satu setengah jam dan diulang-ulang. Begitu selesai dia bilang, 'Kapok mas Adink'. Saya bilang 'Ya mohon maaf, beginilah syuting'. Memang pakai dua kamera dipikir sekali sudah selesai, begitu ganti blocking kita ambil close up, begitulah," tambah Adink.

2. Ternyata Tidak Kaku

Sebelum bekerja sama, Adink Liwutang melihat Gibran Rakabuming sebagai sosok yang kaku. Namun ketika bertemu muka, ternyata pria berusia 31 tahun ini sosok yang ramah dan asyik.

"Mas Gibran bukan YouTuber, tidak terlalu dekat dengan media, maaf mas Gibran. Kalau Kaesang kan deket, dia nge-vlog. Tapi kemarin begitu syuting ternyata asyik juga sama Mas Gibran," pungkasnya.

SESUAI APLIKASI berkisah tentang Pras dan Duras, dua driver ojek online yang bertetangga di sebuah perkampungan Jakarta. Karena desakan ekonomi, suatu hari mereka terlibat dalam perampokan berlian bernilai miliaran rupiah.

(kpl/abs/sry)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING