FILM INDONESIA

Seratus Persen Berbahasa Sunda, Film Baru Kamila Andini 'BEFORE, NOW & THEN' Siap Berkompetisi di Berlinale

Sabtu, 22 Januari 2022 08:46 Penulis: Umar Sjadjaah

Credit: Bayu Herdianto © KapanLagi.com

Kapanlagi.com - Kabar bahagia kembali datang dari industri perfilman Indonesia. Garapan teranyar Kamila Andini bertajuk BEFORE, NOW & THEN berhasil masuk ke kompetisi utama festival bergengsi dunia Berlinale International Film Festival.

Sajian drama dengan bintang Happy Salma, Laura Basuki, Ibnu Jamil dan Arawinda Kirana itu lolos seleksi dan siap berkompetisi dengan 18 film dari berbagai dunia. Ada dua piala yakni Golden Bear dan Silver Bear siap menjadi rebutan.

Dari pertama kali mendapat info bila filmnya masuk kompetisi utama, Kamila mengaku masih tidak bisa mempercayai. Ia tak menyangka film yang seratus persen memakai bahasa Sunda tersebut bisa dilirik oleh juri.

"Saya masih speechless sampai sekarang dari pertama denger beritanya. Karena film ini menjadi sesuatu yang baru buat saya. Di mana saya membuat film hasil adaptasi dan film periodik juga. Salah satu yang menyenangkan adalah menantang diri," kata Kamila dalam jumpa pers di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Jumat (21/1/2022).

1. Dikembangkan Dari Satu Bagian Buku

Film BEFORE, NOW & THEN dikembangkan dari satu bab dalam buku roman autobiografi berjudul Jais Darga Namaku yang terbit tahun 2018. Dari satu bab buku dengan tajuk Telur itu, Kamila Andini mengembangkannya menjadi film panjang bersetting Jawa Barat pada tahun 1950 dan 1960-an.

"Baca buku Jais Darga Namaku ini tahun 2018 di tengah menulis skrip YUNI dan cukup tertarik saat membaca chapter berjudul Telur. Langsung tertarik karena judul chapter-nya. Karena di film kedua saya SEKALA NISKALA ada ngomongin soal telur. Kok bisa coincidence banget. Pas baca langsung terkoneksi secepat itu," tutur Kamila.

2. Seratus Persen Berbahasa Sunda

Dalam sumber aslinya, tidak terdapat penggunaan bahasa Sunda. Namun dari hasil diskusi dengan co-produser Happy Salma, produser Ifa Isfansyah dan seorang art dealer Jais Darga yang kisah orangtuanya diadaptasi, akhirnya Kamila Andini menjadikan film ini seratus persen berbahasa Sunda.

"Kenapa membuat film ini full berbahasa Sunda? Karena saya punya concern dengan bahasa daerah. Dari film pertama saya, saya memang memakai bahasa daerah, bukan bahasa Indonesia. Buat saya membuat film itu bukan hanya visual, tapi audio juga untuk menangkap keberagaman. Itulah kenapa pemilihan bahasa Sunda," terang istri dari sineas Ifa Isfansyah ini.

3. Syuting Film Periodik Saat Pandemi

BEFORE, NOW & THEN merupakan film drama periodik memakai setting tahun 1950 dan akhir 1960-an. Meski melakukan proses syuting saat pandemi, Kamila Andini senang bisa menyelesaikannya di tengah keterbatasan.

"Syutingnya bulan Maret tahun 2021. Karena syuting di masa pandemi, skripnya sendiri saya desain memang untuk syuting saat pandemi. Set utamanya satu, kalau di luar paling alam terbuka. Hal kayak gini challenging banget gimana bikin film period saat pandemi dan biar semua aman," jelas Kamila.

4. Bersahabat dengan Simpanan Suami

BEFORE, NOW & THEN berkisah tentang perempuan bernama Raden Nana Sunani yang melarikan diri dari gerombolan pria yang ingin memperistrinya. Ia lalu menjalani kehidupan baru bersama bangsawan Sunda dan menjalin persahabatan dengan simpanan suaminya.

Pemeran Raden Nana Sunani adalah Happy Salma. Sementara simpanan suami Nana yang bernama Ino diperankan oleh Laura Basuki. Selain itu turut melibatkan Ibnu Jamil serta Arawinda Kirana.

5. Berlinale International Film Festival

BEFORE, NOW & THEN akan melakukan world premiere di ajang Berlinale International Film Festival pada Februari mendatang. Sementara untuk perilisan di bioskop Indonesia masih dalam proses pembicaraan.

(kpl/abs/ums)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING