FILM INDONESIA

Sinopsis Film 'BELOK KANAN BARCELONA', Kisah Cinta Yang Terpendam di Antara 4 Sahabat

Kamis, 20 September 2018 11:07 Penulis: Tyssa Madelina

Courtesy of Starvision Plus

Kapanlagi.com - Satu lagi film adaptasi karya penulis novel Sabtu Bersama Bapak, Adhitya Mulya yang bertajuk Traveler's Tales: Belok Kanan, Barcelona! diangkat ke layar lebar. Film dengan genre drama komedi ini digarap oleh sutradara handal Guntur Soeharjanto yang sebelumnya sempat menahkodai AYAT-AYAT CINTA 2. Selain skenario yang matang, BELOK KANAN BARCELONA juga menampilkan para pemain muda yang kualitas aktingnya tak perlu diragukan lagi, seperti Morgan Oey, Mikha Tambayong, Deva Mahenra dan Anggika Bolsterli.

Premis BELOK KANAN BARCELONA dibuat sederhana dan manis, empat anak muda yang menjalin persahabatan sejak kecil nyatanya sudah memendam perasaan masing-masing. Ada Retno (Mikha Tambayong) yang sudah dua kali menolak Francis (Morgan Oey) padahal di sisi lain, Farah (Anggika Bolsterli) justru memendam cinta untuk Francis.

Lalu ada pula Yusuf (Deva Mahenra) yang diam-diam menyayangi Farah dan berusaha mendekatinya. Sayang, perasaan yang mereka pendam tak pernah tersampaikan bahkan hingga keempatnya terpisah jarak dan waktu.

1. Dipertemukan Kembali

Keempat sahabat ini tumbuh besar di empat negara yang berbeda. Francis pindah dari satu kota ke kota lainnya hingga bertemu dan jatuh cinta dengan gadis Spanyol di Barcelona. Farah menjadi seniman di Vietnam. Yusuf berpetualang ke Afrika Selatan sedangkan Retno hijrah ke Denmark untuk menjadi juru masak.

Masalah menjadi pelik tatkala Francis mengumumkan kabar dirinya yang akan menikah lewat video call ke teman-temannya. Didera rasa terkejut dan bimbang, tiga sahabat tersebut pun pergi dari negara mereka dengan budget terbatas untuk menemui Francis.

Masing-masing dari mereka memiliki urusan yang belum terselesaikan. Ketika harus dipertemukan kembali di Barcelona, akankah 4 sahabat ini menyampaikan perasaan yang terpendam? Atau justru perasaan tersebut menimbulkan masalah baru yang berujung perpecahan di antara mereka? Saksikan kisah selengkapnya di film BELOK KANAN BARCELONA yang mulai tayang hari ini!

2. Diadaptasi Setelah 10 Tahun

Chand Parwez selaku produser mengungkap sudah membaca novel ini sejak pertama terbit pada tahun 2007. Namun baru sekitar dua tahun lalu terbersit ide untuk mengadaptasinya ke layar lebar

Mengingat setting dalam novel yang ditulis Adhitya Mulya, Alaya Setya, Ninit Yunita, dan Iman Hidajat memakai banyak negara, Parwez sempat bingung bagaimana cara menyiasatinya. Hingga pada awal 2018 semua prosesnya dimulai dari penggodokan skenario hingga syuting.

"Film ini diangkat dari novel yang saya baca tahun 2007. Sekitar tiga-dua tahun lalu saya ketemu sama Adhitya Mulya, salah satu dari empat penulis novel itu. Saya bilang mau bikin film dari novel ini tapi susah banget. Lalu Adhit bilang: 'Pak Parwez pikirkan aja dengan tenang, kapan merasa udah siap kasih tahu saya'," tutur Chand Parwez dalam jump pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis malam (13/9/2018).

3. Selebrasi Untuk Film Indonesia

Setelah menemukan solusi yang tepat, Chand Parwez pun yakin untuk mengadaptasi novel ini. Ia merasa perlu memberikan kado untuk merayakan kepercayaan penonton kepada film produksi bangsa sendiri.

"Akhirnya setelah melihat penonton Indonesia makin suka film Indonesia, pertumbuhan penonton makin baik, menurut saya ini waktunya beri sesuatu yang tepat untuk penonton kita, film yang tentunya tidak murah, ceritanya rumit dan kompleks, tapi ada romantis, drama dan komedi, lengkap. Saya rasa ini film untuk merayakan perfilman Indonesia," tegas mertua dari aktris cantik Eriska Rein ini.


REKOMENDASI
TRENDING