Tak Sempat Kenal Dengan Teguh Karya, Olga Lydia Menyesal

Kamis, 05 November 2015 02:30 Penulis: Rahmi Safitri
Tak Sempat Kenal Dengan Teguh Karya, Olga Lydia Menyesal Olga Lydia © KapanLagi.com®/Agus Apriyanto
Kapanlagi.com - Sutradara Teguh Karya adalah salah satu sosok legendaris di perfilman Indonesia. Maka tak heran kalau beliau terpilih sebagai ikon untuk Festival Film Indonesia 2015. Salah satu cara untuk mengapresiasi karyanya adalah dengan menggelar acara ngobrol bareng.

Acara tersebut berlangsung di rumah Teguh Karya yang disebut Sanggar Populer, tempat di mana menyimpan sejarah karena sang sutradara melakukan syuting 9 filmnya di sana. Dalam acara apresiasi dan atribusi Teguh Karya yang menjadi pembicara adalah Slamet Rahardjo dan Niniek L Karim.

Kekaguman kepada sosok Teguh Karya pun disampaikan secara langsung oleh ketua panitia FFI 2015, Olga Lydia. "Saya percaya orang yang punya karya bagus pasti punya prinsip hidup yang bagus. Orang-orang di sekitarnya juga bagus. Saya pikir orang ini pasti istimewa," kata Olga di kediaman Teguh Karya di Jl. Kebon Pala I No. 295, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).

Olga mengaku merasa terinspirasi dengan Teguh Karya © KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoOlga mengaku merasa terinspirasi dengan Teguh Karya © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

Olga Lydia pun menyesal saat dia masuk industri film, Teguh Karya telah berpulang padahal dia ingin berjumpa langsung. Untung saja Olga masih merasa beruntung karena menemukan sanggar serta kenal dengan orang-orang hebat yang pernah ada di sekeliling beliau. Aktris 7 HATi 7 CINTA 7 WANITA ini mengaku terinspirasi dengan Teguh Karya.

"Sangat (terinspirasi). Khususnya di dunia kerja. Bagaimana beliau bekerja keras di dunia film. Kalo kita capek tapi kalo senang itu pasti enak saja. Karya-karyanya yang luar biasa bisa menorehkan tinta emas di dunia internasional," ujar wanita berusia 38 tahun.

Lalu apa karya beliau yang jadi favorit Olga? "Kita bayangkan Teguh Karya orang yang serius. Tapi di saat bikin PACAR KETINGGALAN KERETA ternyata lucu juga. Musikal, komedi, drama. Saya berharap ada naskah-naskah seperti itu," pungkasnya.

(kpl/hen/pit)

Editor:

Rahmi Safitri


REKOMENDASI
TRENDING