Tantangan Terbesar Pemain 'KARTINI': Fasih Berbahasa Jawa

Selasa, 14 Maret 2017 17:58 Penulis: Mahardi Eka Putra
Tantangan Terbesar Pemain 'KARTINI': Fasih Berbahasa Jawa Legacy Pictures

Kapanlagi.com - Seperti kita tahu, Kartini lahir di Jepara pada 21 April 1879, dan wafat di Rembang 21 tahun kemudian. Sebagai perempuan yang menghabiskan seluruh hidupnya di tanah Jawa, dalam kesehariannya Kartini hidup dengan aturan tradisi Jawa yang ketat, termasuk dalam bertutur kata. Bahasa pertama sekaligus bahasa ibu untuk Kartini adalah bahasa Jawa tradisional, sedangkan bahasa lain yang dikuasai Kartini adalah bahasa Belanda yang dia pelajarinya di bangku sekolah.

Berbahasa Jawa dengan segala unggah-ungguh atau tingkatan tata krama bahasa ini menjadi tantangan tersendiri bagi para pemain Kartini. Dian Sastrowardoyo, pemeran Kartini, mengakui bahwa berbicara dalam bahasa Jawa sesuai dengan era Kartini bukanlah hal yang mudah.

“Ini bukan sekadar bunyi, atau mengucapkan dialog di skenario dengan aksen Jawa. Tetapi saat saya deliver setiap kata, I have to mean every word. Jadi bisa dibilang live and breathe, dan berpikir juga dalam bahasa Jawa,” ujarnya dalam rilis yang diterima KapanLagi.com®

Hal ini juga disetujui oleh Adinia Wirasti, pemeran Sulastri, kakak tiri Kartini. “Aksen Jawa itu tidak bisa dibuat-buat. Njawani itu dari dalam, jadi kalau sudah dari dalam otomatis medoknya keluar, otomatis cengkoknya keluar. Harus mengerti esensi menjadi jawa itu apa, cara berjalan orang jawa itu apa. Bilang iya seperti orang Jawa dan bilang enggak seperti orang Jawa itu beda dengan orang Sumatera yang bilang iya atau enggak. Itu yang harus dimengerti,” tuturnya. 

Denny Soemargo dalam KARTINIDenny Soemargo dalam KARTINI

Sementara bagi Denny Sumargo, pemeran kakak tertua Kartini, Slamet Sosroningrat, berperan dalam bahasa Jawa menjadi tantangan tersendiri baginya.

"Dalam proses syuting saya mengalami banyak kesuliatan. Pertama karena saya bukan orang Jawa. Saya orang Makassar Padang dan saya harus memerankan anak tertua dengan tradisinya yang sangat kuat. Bahasa Jawa yang diucapkan pun bukan main-main. Setelah saya menjalani selama beberapa minggu ternyata saya menyadari bahwa, Jawa itu memiliki hal yang sangat istimewa. Karena nilai dari sejarahnya sangat mempengaruhi pembentukan bangsa ini,” ceritanya. 

Kita bisa melihat bagaimana penampilan aktor-aktor berkualitas papan atas ini dalam tradisi Jawa saat film Kartini tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai 20 April 2017.

(kpl/dka)

REKOMENDASI
TRENDING