Teuku Rifnu Wikana Ingin Edukasi Masyarakat Lewat Film 'MARS'

Senin, 09 Mei 2016 13:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Teuku Rifnu Wikana Ingin Edukasi Masyarakat Lewat Film 'MARS' Teuku Rifnu Wikana/©KapanLagi.com®/Hendra Gunawan
Kapanlagi.com - MARS tak hanya dibintangi oleh Acha Septriasa dan Kinaryosih saja. Jangan lupakan Teuku Rifnu Wikana yang berperan sebagai suami Tupon (Kinaryosih) dan ayah dari Sekar Palupi (Acha Septriasa), gadis asal Gunung Kidul yang sukses kuliah di Oxford.

Menurut Rifnu, MARS adalah salah film yang penting untuk masyarakat Indonesia. "Khususnya untuk keluarga menengah ke bawah yang terlalu percaya takdir. Kita seolah-olah nge-judge nasib kita gini. Gen kita itu miskin. Nah, film ini menunjukkan bahwa setiap orang berhak meraih cita-citanya dengan cara apapun," tuturnya saat ditemui di XXI Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (7/5).

Melalui cinta kasih ibu, Sekar Palupi yang hanya anak buruh tani dan kuli batu, mampu membuktikan bahwa cita-cita tinggi bisa digapai oleh siapapun. "Di sini melalui cinta kasih seorang ibu, yang selalu percaya bahwa setiap manusia sama, punya kekurangan dan kemampuan. Tapi bagaimana cara meraih apa yang ingin kita raih," jelasnya.

Bersama Mendiknas, Anies Baswedan, Rifnu yakin bisa mengedukasi masyarakat lewat film/©KapanLagi.com®/Hendra GunawanBersama Mendiknas, Anies Baswedan, Rifnu yakin bisa mengedukasi masyarakat lewat film/©KapanLagi.com®/Hendra Gunawan

Sebagai aktor, bukan berarti Rifnu tak berperan serta membangun pendidikan Indonesia. "Kalau saya sebagai seniman, film teater adalah media mengekspresikan apa yang kita inginkan. Setidaknya kita udah memberikan energi positif. Melalui film MARS misalnya, kasih tunjuk ada manusia seperti ini lho, ayo dong," ungkapnya.

Bintang MERAH PUTIH ini mengajak masyarakat untuk tak pasrah dan menyerah begitu saja. "Persoalan di negara ini, karena negara ini terlalu besar masih banyak orang miskin. Selain pemerintah berusaha memberikan sistem pendidikan terbaik, pihak lain juga bisa. Kalau saya dengan cara film," lanjutnya.

"Seperti kata Ine Febrianti, 'Ketika tidak mau melihat orang-orang korupsi atau anti korupsi, coba tidak mengucapkan kata korupsi. Mending katakan yang baik-baik aja'," tandasnya.

(kpl/hen/tch)


REKOMENDASI
TRENDING