FILM INDONESIA

Tolak Terlibat Banyak Judul Film Horor, Ternyata Ini Lho Alasan Cut Mini...

Kamis, 04 Juli 2019 13:21 Penulis: Canda Permana

Cut Mini © KapanLagi.com/Adrian Utama Putra

Kapanlagi.com - Untuk pertama kalinya Cut Mini terlibat sajian horor bertajuk IKUT AKU KE NERAKA produksi teranyar Rapi Films. Usut punya usut, ternyata ia sempat mementahkan tawaran peran yang datang padanya tersebut.

"Waktu dihubungi oleh pihak Rapi Films, manager saya langsung mementahkan tawaran karena dia tahu sekali saya tidak mau main film horor. Jadi keputusan langsung dari manager tanpa perlu tanya lagi ke saya," aku Cut Mini ditemui usai press screening IKUT AKU KE NERAKA di CGV Cinemas Grand Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).

1. Alasan Menolak

IKUT AKU KE NERAKA besutan Azhar Kinoi Lubis bukan horor pertama yang ditolak oleh Cut Mini. Ia pun akhirnya mengungkap alasan mengapa selalu menolak genre yang banyak digemari masyarakat Indonesia tersebut.

"Saya itu penakut. Khawatirnya nanti saya lebay ketika di lokasi sehingga bikin ribet misal schedule harus tunda karena saya takut atau gimana. Sampai akhirnya sutradara sama produser telepon, baru tiga minggu kemudian saya bilang 'Udah iyain aja' ke manager," kata pemilik nama lengkap Cut Mini Theo tersebut.

2. Syarat Keterlibatan

Tentunya ada syarat yang harus dipatuhi Azhar Kinoi Lubis selaku sutradara supaya Cut Mini yakin menyetujui keterlibatannya. Yakni tidak ada adegan atau pertemuan dengan pemeran hantu di lokasi.

"Akhirnya saya bilang ke Mas Kinoi, 'Oke Mas aku mau terlibat, tapi aku nggak mau kayak gitu dideketin (pemeran hantu)', terus dibilang 'Nggak kok tenang aja'. Akhirnya saya ikut karena setelah baca skenarionya memang bagus, banyak ide-ide keluar di kepala setelah baca beberapa kali," paparnya.

"Manager saya juga penasaran sebenernya. Katanya 'Ya udah Ibu coba aja, paling nggak Ibu keluar dari zona yang sudah Ibu mainkan'. Ya sudah saya coba, kalau emang nggak berhasil, nggak usah terima (tawaran) yang lain-lain," sambungnya mengakhiri.

(kpl/abs/CDP)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING