FILM INDONESIA

Tujuh Sutradara Rebutan Ingin Garap Adaptasi Kisah Horor 'KKN DI DESA PENARI'

Rabu, 25 September 2019 16:03 Penulis: Dhimas Nugraha

Manoj Punjadbi - KKN di Desa Penari ©KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Kisah horor KKN di Desa Penari yang viral di Twitter telah dibeli hak ciptanya oleh rumah produksi MD Pictures. Proses syuting direncanakan bulan November dengan estimasi perilisan Maret tahun depan.

Uniknya, sampai saat ini belum ada nama sutradara dan penulis skenario yang diumumkan. Manoj Punjabi selaku produser tengah bingung menentukan siapa nama yang pas karena waktu yang diberikan tidak banyak.

"Siapa pun sutradaranya, ini kali harus cepet dan super bagus. Kalau ada yang bilang 'Aduh saya perlu waktu, kalau mau bagus nggak bisa cepet', kita nggak cocok di project ini. Jadi siapa pun sutradara mau project ini, dia harus bisa cepet dan kondisinya disesuaikan. Saya tidak mau compromise," kata Manoj ditemui di kantor MD Pictures, kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).

1. Tujuh Sutradara

Manoj Punjabi mengungkap bila sejauh ini ada tujuh sutradara menawarkan diri untuk menakhodai film KKN DI DESA PENARI. Uniknya, tidak semua pernah membesut genre horor sebelumnya.

"Ada tujuh sutradara approach saya, beberapa nggak biasa main horor pun mau pegang ini. Mereka sudah telepon saya, sudah telepon tim. Mungkin kali ini kita new approach bisa juga. Menarik sekali melihat antusias sutradara mau ambil cerita ini," tambah Manoj.

2. Penulisan Skenario

Karena akan rilis Maret 2020, maka Manoj Punjabi ingin orang-orang yang terlibat di KKN DI DESA PENARI bisa berproses cepat. Selain sutradara, tentu saja penulis skenario juga diberi waktu satu bulan.

"Pokoknya minggu ini saya mau ambil keputusan sudah ada penulis skenario. Saya belum mau announced meski udah ada calon. Tapi gini, ini syaratnya harus jadi dalam satu bulan. Jujur aja, belum pernah MD melakukan itu. Terakhir-terakhir ini selalu satu tahun. Tapi saya optimis, karena ini bukunya luar biasa, ini orang luar biasa cara nulis bukunya, cerita sudah 80 persen bisa diambil, tinggal difilmkan lah," tandasnya

(kpl/abs/dim)

Reporter: Adi Abbas Nugroho


REKOMENDASI
TRENDING