Warna-Warni Pemeran 'PINKY PROMISE' Sebuah Potret Kehidupan Nyata

Senin, 22 Agustus 2016 18:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Warna-Warni Pemeran 'PINKY PROMISE' Sebuah Potret Kehidupan Nyata Pinky Promise/©KapanLagi.com®/M. Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - PINKY PROMISE adalah sebuah film drama garapan Guntur Soeharjanto yang dibintangi sederet nama tenar di dunia entertainment Tanah Air. Menceritakan kisah 4 wanita yang didera kanker, film ini dilatarbelakangi oleh kehidupan modern di kota besar seperti Jakarta.

Aktris pertama adalah Dhea Seto, yang berperan sebagai seorang mahasiswi jurusan Akuntansi bernama Ken. Dia gemar menari dan seorang blogger, serta bersahabat dengan Rama (Derby Romero) yang menjaganya di kala senang dan susah. Rama ternyata punya perasaan lebih terhadap sahabatnya itu.

Karakter selanjutnya adalah Agni Pratistha yang berperan sebagai seorang wanita karir bernama Kartika. ia punya hidup sempurna sampai akhirnya divonis menderita kanker.

Ada juga Dea Ananda yang berperan sebagai seorang wanita berhijab bernama Vina. "Vina secara ekonomi beda dengan teman yang lain. Punya suami (Ringgo Agus Rahman), perannya saya sayang suami, berhijab, punya anak tiga, rumah kecil. Jadi gimana karakter Vina menghadapi keluarga dan ekonominya yang rendah dan ditemukan oleh teman-teman," tutur Dea saat ditemui di peluncuran poster film PINKY PROMISE, Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/8).

Warna-warni pemeran PINKY PROMISE wakili kehidupan sosial saat ini/©KapanLagi.com®/M. Akrom SukaryaWarna-warni pemeran PINKY PROMISE wakili kehidupan sosial saat ini/©KapanLagi.com®/M. Akrom Sukarya

Sedangkan Alexandra Gottardo berperan sebagai Baby, seorang wanita simpanan yang mengejar mimpinya di Jakarta dengan cara yang salah. Ira Maya Sopha, berperan sebagai Tante Anin, wanita paruh baya yang settle dan memiliki visi misi yang kuat untuk lingkungan. 

Aktris Maudy Koesnaedi berperan sebagai ibunda Ken. "Problematikanya bukan sebagai ibu, tapi gimana mensupport anak menderita kanker. Dan juga beda pemikiran dengan suami (Gunawan) untuk mengobati anak," ujarnya.

"Saya ayah yang berpikiran kolot sekali karena ada traumatik atas pengobatan anak. Ada perbedaan kalau saya lebih memilih ke tradisional," sambung Gunawan.

Warna-warni karakter ini rupanya mewakili kehidupan sosial saat ini menurut sang sutradara. "Film ini potret sosial kehidupan nyata ya. Mereka bertemu karena memiliki latar belakang yang sama, penyakit kanker. Film ini bukan hanya persahabatan, tapi banyak hal yang bisa ditangkep dari masing-masing karakter," tandasnya. Nantikan mulai Oktober 2016.

(kpl/aal/tch)

Reporter:

Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING