FILM INTERNASIONAL

15 Fakta Unik GODZILLA KING OF THE MONSTERS: Prank Saat Syuting Tengah Malam

Selasa, 04 Juni 2019 14:31 Penulis: Mahardi Eka Putra

Ken Watanabe dan Michael Dougherty di Tokyo

Kapanlagi.com - GODZILLA KING OF THE MONSTERS digarap tidak hanya secara profesional tapi juga personal. Pasalnya sang sutradara adalah penggemar Godzilla sejak ia masih kecil. Michael Dougherty sudah mengenal Godzilla sejak ia masih berusia lima tahun. 

Ia mengaku sangat iri saat GODZILLA versi Hollwyood digarap oleh Roland Emmerich pada 1998. Namun semesta membuatnya duduk di bangku sutradara dua puluh tahun setelah itu. Michael pun menggandeng kembali Ken Watanabe dan Sally Hawkins serta mengajak serta Vera Farmiga, Millie Bobby Brown, Kyle Chandler, hingga O'Shea Jackson untuk menyemarakkan film Godzilla yang sudah lama diidamkan ini. 

Jelang perilisan filmnya beberapa waktu lalu, KapanLagi.com berkesempatan untuk bertemu dengan Michael Dougherty dan juga Ken Watanabe di "rumah" para Kaiju, Toho Studio, Tokyo, Jepang. Dalam kesempatan tersebut mereka bercerita tentang hal-hal unik seputar pembuatan filmnya serta kecintaan mereka pada Godzilla. Berikut ini beberapa fakta uniknya. 



 


 

 

 

 

1. Deg-Degan Saat Ajukan Proposal

Jauh sebelum proses produksi dimulai, Michael Dougherty harus mendapatkan persetujuan dari dewan di Toho Studio untuk setiap detail kreatif filmnya. Baginya yang adalah seorang penggemar Godzilla, ini adalah momen mendebarkan. 

"Momen paling menegangkan adalah ketika aku datang ke Tokyo dan Toho harus menyetujui semua desain dari kaiju yang kusodorkan. Kami merancangnya berbulan-bulan. Menegangkan saja melihat banyak orang berjas di meja yang sangat panjang," ceritanya. 

 

2. Penggemar Sejak Kecil

Michael mengaku sudah menyukai Godzilla sejak ia masih berusia sekitar 4-5 tahun. Ia melihat bahwa kisah monster raksasa yang dibuat oleh sineas Asia sangat memikat di tengah suguhan kisah koboi atau polisi yang marak di AS saat itu. 

"Saat itu aku banyak menikmati tayangan tentang binatang, alam, atau dinosaurus, namun saat tahu tentang kisah raksasa ini yang dibuat oleh orang Asia. Itu membuka pandanganku. Ketika saat itu aku banyak disuguhi tayangan koboi atau polisi ala Amerika, Godzilla menyuguhkan kenyamanan tersendiri bagiku. Tidak hanya karena dia kuat dan kisahnya menarik, ada pesan yang kutangkap di situ. Ketika Star Wars hadir dengan pesan spiritualitasnya, jika kamu perhatikan. Godzilla juga punya pesan yang hampir sama," paparnya. 

 

 

3. Film GODZILLA Pertama Michael

Michael mengutarakan bahwa ia sempat iri saat Roland Emmerich menggarap film adaptasi Hollywood Godzilla di New York. Rasa iri tersebut terbayar saat ia duduk di kursi sutradara dua puluh tahun kemudian. 

Kisah-kisah Godzilla tak pernah hilang dari benaknya. Bahkan ketika ia masih kecil, ia pernah membuat film Godzillanya sendiri dengan alat seadanya. 

"Aksi pertama aku ingin membuat film mungkin saat aku berumur 10 tahun. Aku pinjam betamax camcoder keluargaku. Aku siapkan seperti layaknya kamera syuting. Lalu aku ambil kura-kura peliharaanku, namanya Tony dan membiarkannya menabrak action figure star warsku. Itu insting pertamaku membuat film Godzilla. Lalu pada saat kuliah aku membuat klip dua menit tentang Godzilla. Kisahnya selalu ada di benakku," ceritanya. 

 

"

 

 

 

 

 

4. Tantangan Menggarap KING OF THE MONSTERS

Salah satu tantangan dalam menggarap film ini adalah menggarapnya sebagai sebuah film lepas dan juga bagian dari universe besar yang sedang disiapkan. Terlebih fans sudah mengikuti kisah Godzilla selama puluhan tahun. 

"Penonton sekarang ini sudah kenal dengan banyak franchise yang usianya sudah lebih dari satu dekade, seperti STAR TREK dan STAR WARSdan judul-judul lainnya. Banyak yang punya babak kuat dan babak biasanya. Aku hanya fokus pada babak-babak yang kuat tersebut. Dan membuatnya menjadi tontonan tunggal yang bisa dinikmati oleh fans ataupun mereka yang baru mengenal. Kamu harus memberikan tontonan bagi penggemar setia, tapi juga ramah pada penonton baru untuk bisa menyukainya," paparnya. 

Sementara bagi Ken, hal tersebut tidak terlalu mempengaruhinya. Ia lebih fokus kepada karakter yang diperankannya. "Sebagai aktor, tidak pernah terlintas apakah film ini dimaksudkan untuk berdiri sendiri atau sebuah rangkaian. Fokus pada karakternya saja sesuai arahan sutradara dan chemistry dengan karakter lainnya," jelasnya. 

 

 

5. Pemilihan Kaiju dalam Filmnya

Salah satu pertanyaan yang ditujukan pada Michael seputar film ini tak lain adalah pemilihan kaiju dalam filmnya. Dalam filmnya ada empat tokoh yang dimunculkan. 

"Mereka adalah permata dari Toho Universe. Mereka adalah yang paling dikenal baik oleh fans Godzilla atau yang bukan fans. Aku suka King Caesar dan Gigan, tapi memang mereka kurang dikenal. Mereka juga kaiju pertama yang "bekerja sama".  Ada momen penting dalam kisah Godzilla di mana Mothra, Godzilla, dan Rodan mengesampingkan perbedaan mereka dan memutuskan untuk bersatu melawan King Ghidorah," jelasnya. 

6. Sangat Suka Prank di Lokasi Syuting

"Prank itu menyehatkan. Membuat semua orang terasa segar karena membuat film bisa jadi sangat bikin stres," kata Michael. Benar saja, selama berada di lokasi syuting ia sudah melakukan banyak kejahilan seperti misalnya memasukkan ular mainan di tempat pendingin air minum.

Ia juga pernah menaruh boneka Regan Macneil mengerikan ukuran besar dan diletakkan di trailer Milly lalu ke trailer Vera. "Semua bagus untuk mengurangi stres," kilahnya.

Boneka Regan Macneill yang jadi bahan prank Michael Dougherty. Foto: Artstation.com

 

7. Bikin Kejutan untuk Ken Watanabe

Dari semua pranknya, ada satu yang paling istimewa. Ada satu waktu Ada satu malam ketika para kru syuting hingga tengah malam. "Semua orang sudah sangat lelah. Castnya lengkap saat itu. Saat itu syuting adegan Vera menelepon ke jet dan menjelaskan apa yang membuat ia melakukan ini semua (tonton filmnya). Adegan ini sangat lama. Dan sangat emosional. Saat itu ada Ken (Watanabe) dan juga aktor-aktor lainnya memandang ke monitor saat ditelepon," papar Michael. 

Saat semua mengira adegan ini diambil dalam sekali take, ternyata Michael ingin melakukan syuting ulang. Di situlah kejutannya dimulai. 

"D
an menjelang momen kunci dalam adegan tersebut, ketika harusnya footage kerusakan yang coba dijelaskan Vera, kami putar salah satu adegan ikonik dalam film lawas Ken. Ken: Memoirs of Geisha. Pas adegan percintaan dengan Zhang Ziyi. Michael: Pas momen kuncinya. Dalam Memoirs of Geisha ketika Ken dan Zhang Ziyi berciuman.  Sungguh bikin stres hilang," paparnya. 

"Semua langsung bersorak, 'cieeeee'," timpal Ken.

 

8. Mulanya Durasi Film Sampai 3 Jam

Karena kecintaannya pada kisah Godzilla, Michael mulanya memasukkan banyak detail dalam film ini. Hingga durasi film mentahnya sekitar 3 jam. 

"Ada banyak materi yang sebetulnya kami ingin masukkan. Sampai-sampai ada bagian yang ingin kubuat jadi Godzilla mini series. Karena aslinya filmnya ini sekitar 3 jam. Aku sih suka saja menonton Godzilla universe selama 3 jam. Tapi kami harus memotongnya. Salah satunya dengan fokus cerita utamanya," jelasnya. 

 

9. Tokoh Perempuan dalam Film

Salah satu poin yang menarik dari film GODZILLA KING OF THE MONSTERS adalah kemunculan tokoh-tokoh perempuan hebat seperti misalnya Dr. Ilene Chen / Dr. Ling (Zhang Ziyi), Kolonel Diane Foster (Aisha Hinds), dan Dr. Emma Russell (Vera Farmiga). 

Menanggapi hal tersebut. Michael Dougherty berujar bahwa kehadiran tokoh perempuan yang kuat dan penting sudah ada sejak lama dalam kisah Godzilla. "
Mothra Fairies adalah salah satu tokoh tersebut. Aku suka tokoh perempuan seperti Ripley dan Sarah Connor menjadi ikon. Aku senang akhirnya perfilman dunia ikut serta menampilkan tokoh perempuan tapi dalam fiksi ilmiah, utamanya horor, hal ini sudah berlangsung lama," paparnya. 

 

 

 

10. Pesan Dalam Film yang Tak Boleh Hilang

Selain konsep tokoh perempuan hebat dalam film, Michael Dougherty juga menekankan bahwa kisah Godzilla tidak bisa lepas dari benang merang kisahnya. Ada pesan dalam kisah Godzilla adalah untuk bersahabat dengan alam.

"Jangan merusak alam, kalau nggak nanti alam akan mengirim monster berkekuatan megaton. Ada simbiosis antara manusia, Godzilla, dan alam. Godzilla melindungi bumi dari monster dan juga manusia yang merusak. Jika kamu membuat film godzilla tanpa pesan tersebut, itu bukanlah film Godzilla. Itu hanya film raksasa biasa," tegasnya. 

Dalam prekuelnya misalnya, Godzilla muncul ke permukaan setelah raksasa Muto muncul dan mengincar sumber penghasil radiasi di banyak negara. 

 

11. Paling Suka 'Kotbah' tentang Godzilla

Dari semua tugasnya sebagai sutradara, Michael mengaku paling suka mengotengkotbahkan kisah Godzilla pada cast yang belum kenal betul.

"Mereka mungkin pernah menonton film klasik atau versi Hollywoodnya sekilas di bioskop atau TV. Namun sungguh menyenangkan duduk bersama mereka dan menjelaskan semua detailnya. Seperti misalnya ketika menjelaskan ke Milly, yang adalah penyayang binatang, bahwa Godzilla bukan sekadar raksasa yang suka bertarung, tapi ada hal menarik di balik itu tentang pentingnya alam. Dia langsung mau bergabung," paparnya. 

Dengan kecintaannya pada Godzilla sejak kecil, tentu memaparkan semua detail tentang Kaiju bukan hal susah baginya. 

12. Pemilihan Setting Pertarungan Akhir

Dalam semua film tentu butuh adegan final yang memikat. Untuk itu, GODZILLA KING OF THE MONSTERS membawa pertarungan tersebut ke kota Boston. Apa alasannya?

"Boston belum pernah hancur lebur dalam film. Aku rasa ini saatnya. Kalau harus ke New York lagi bakal membosankan," kata Michael.

Film GODZILLA versi Roland Emmerich bersetting di kota New York. Sementara GODZILLA (2014) membawa pertempuran akhir antara Godzilla dan Muto di kota San Francisco.

13. Ada Adegan Dasar Samudera

Godzilla dalam film kali ini akan berpetualang juga ke dasar samudra. Seperti yang KLovers bisa saksikan dalam cuplikan trailer, bahwa bakal ada satu adegan di dasar samudra.

Michael ternyata suka dengan film-film petualangan seperti 2000 LEAGUES UNDER THE SEA karya Jules Verne.

"Aku selalu suka film petualangan seperti Jules Verne. Aku rasa Film-film jarang mengangkat seperti itu lagi. Secara personal, aku sangat suka tentang peradaban yang hilang. Rasanhya pas, aku suka teori tersebut dan plot bagaimana manusia bisa hidup berdampingan dengan kaiju dipadukan di sini. Mulanya hidup selaras tapi ada katalis yang membuyarkan simbiosis tersebut. Kamu lihat bagaimana Godzilla bisa ingat tentang manusia," jelasnya. 

Dalam dalam filmnya nanti KLovers bakal melihat ada banyak mitologi-mitologi lainnya yang dibahas. 

14. Ada Banyak Easter Egg di Dalam Film

Karena film ini punya basis fans yang tidak sedikit. Michael akhirnya memutuskan memasukkan dan memainkan banyak banyak hint (petunjuk) dalam filmnya. Ia melakukan hal tersebut semata untuk memuaskan para fans.

"Untuk membuat fans bahagia. Itulah mengapa aku suka easter eggs. Aku suka memberi kado kepada mereka yang benar-benar memperhatikan," tuturnya. 

Siapa di antara KLovers yang sudah menontonnya dan tahu ada Mothra Fairies?

15. Momen Kesukaan Ken dan Kaiju Favorit Michael

Ken mengaku belum pernah menonton versi klasik dari Godzilla. Tapi ada satu adegan yang membuatnya selalu terngiang. "Namun yang kuingat ketika adegan Mothra dan ada peri di situ. Ada lagu-lagu dan tarian," ujarnya. 

Sementara di benak Michael, ia selalu punya Kaiju favorit. Bukan Godzilla ataupun King Ghidorah, melainkan Biollante. "Ada satu sosok kaiju yang memikatku karena dia pada dasarnya adalah tanaman. Namanya Biolante. Dia juga satu dari banyak tokoh. perempuan dalam Toho universe. Dia menarik karena dia adalah putri seorang ilmuwan yang dihidupkan kembali dengan dipadu DNA dari Godzilla dan bunga mawar," turutnya. 


Foto: KaijuSamurai on deviantART

16. Bakal Ada Lanjutannya

Spoiler alert! Dalam filmnya Klovers bakal mendengar nama Kong dari film KONG: SKULL ISLAND disebut beberapa kali. Bukan tanpa sebab, karena Warner Bros dan Toho mempersiapkan kisah menarik yang melibatkan Godzilla dan Kong. 

"Kami menyebut kata Kong dalam film bukan untuk hiasan saja. Jujur saja, Toho sudah melakukan hal ini sejak tahun 50-an. God Bless Marvel atas apa yang mereka lakukan membangkitkan kembali konsep shared universe seperti itu," pungkasnya. 

GODZILLA KING OF THE MONSTERS sedang tayang di bioskop. Jangan sampai kelewatan ya. 



(kpl/dka)


REKOMENDASI
TRENDING