5 Rekomendasi Film Bertema Ilmuwan Gila dan Eksperimen Terlarang, Bikin Merinding

5 Rekomendasi Film Bertema Ilmuwan Gila dan Eksperimen Terlarang, Bikin Merinding
Rekomendasi Film Bertema Ilmuwan Gila dan Eksperimen Terlarang

Kapanlagi.com - Dunia perfilman kerap menghadirkan sosok ilmuwan eksentrik melalui ambisi besar, penemuan kontroversial, hingga tindakan nekat di luar batas etika. Tema semacam ini mampu membawa penonton masuk ke kisah penuh ketegangan, misteri dan konsekuensi mengerikan. Bagi pencinta cerita penuh teka-teki, rekomendasi film bertema ilmuwan gila dan eksperimen terlarang bisa menjadi pilihan menarik untuk mengisi waktu luang.

Menariknya, kisah ilmuwan gila tidak selalu berfokus pada adegan mengerikan. Beberapa judul justru mengajak penonton memikirkan batas moral, obsesi terhadap kesempurnaan, identitas manusia, sampai dampak keputusan berisiko. Inilah alasan rekomendasi film bertema ilmuwan gila dan eksperimen terlarang, cocok bagi penonton pencinta cerita penuh konflik serta gagasan tak biasa.

Dari laboratorium tersembunyi hingga fasilitas penelitian berteknologi tinggi, berbagai eksperimen dalam film dapat menghasilkan konsekuensi tak terduga. Jika tertarik mengikuti kisah penuh ketegangan semacam ini, simak rekomendasi film bertema ilmuwan gila dan eksperimen terlarang berikut.

1. Frankenstein (2025)

Sumber: IMDb

Sutradara: Guillermo del Toro
Pemain utama: Oscar Isaac sebagai Victor Frankenstein, Jacob Elordi sebagai Sang Makhluk, Mia Goth
Genre: Horor Gotik, Sci-Fi, Drama
Platform: Netflix

Sinopsis lengkap:

Ini merupakan adaptasi dari novel klasik Frankenstein; or, The Modern Prometheus karya Mary Shelley yang pertama kali diterbitkan pada 1818. Film ini digarap oleh Guillermo del Toro, sutradara yang sejak lama memiliki ketertarikan mendalam terhadap kisah Frankenstein dan telah menjadikan proyek tersebut sebagai salah satu impian pribadinya.

Victor Frankenstein (Oscar Isaac) digambarkan sebagai seorang ilmuwan brilian yang terobsesi untuk menaklukkan kematian. Dorongan tersebut berasal dari ambisi ilmiah sekaligus trauma dan konflik pribadi yang membuatnya berusaha melampaui batas kehidupan manusia.

Victor kemudian melakukan eksperimen terlarang untuk menciptakan kehidupan baru. Ia merakit tubuh dari bagian-bagian tubuh manusia yang telah meninggal, kemudian menggunakan pengetahuan ilmiah dan teknologi untuk menghidupkannya kembali. Eksperimen tersebut membawa Victor melewati batas etika kedokteran serta batas alami antara kehidupan dan kematian.

Namun, ketika makhluk ciptaannya (Jacob Elordi) berhasil hidup, Victor justru merasa takut dan menolak keberadaannya. Ia meninggalkan Sang Makhluk sendirian untuk menghadapi dunia yang belum siap menerima sosok tersebut. Sementara itu, Sang Makhluk harus berusaha memahami keberadaannya sendiri, mencari identitas, serta menghadapi kesepian dan penolakan dari lingkungan di sekitarnya.

Cerita kemudian mengeksplorasi hubungan rumit antara Victor sebagai pencipta dan makhluk sebagai ciptaannya, sekaligus memperlihatkan konsekuensi tragis dari ambisi Victor. Guillermo del Toro menghadirkan atmosfer laboratorium yang gelap dan mencekam, dipadukan bersama sinematografi bergaya gotik serta desain visual yang khas.

Film ini tidak hanya mengandalkan kengerian dari sosok monster, tetapi juga mengangkat persoalan mengenai ambisi manusia, kehilangan, penciptaan kehidupan, dan tanggung jawab seorang pencipta terhadap ciptaannya.


2. The Substance (2024)

Sumber: IMDb

Sutradara: Coralie Fargeat
Pemain utama: Demi Moore sebagai Elisabeth Sparkle, Margaret Qualley sebagai Sue, Dennis Quaid sebagai Harvey
Genre: Body Horror, Sci-Fi, Drama Satir
Durasi: 141 menit

Sinopsis lengkap:

Elisabeth Sparkle (Demi Moore) adalah mantan bintang Hollywood yang pernah meraih penghargaan dan kemudian bekerja sebagai pembawa acara program kebugaran televisi. Kehidupannya mulai berubah ketika ia memasuki usia 50 tahun dan dianggap tidak lagi sesuai dengan standar industri hiburan yang sangat mengutamakan penampilan serta usia muda.

Tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-50, Elisabeth dipecat oleh produsernya, Harvey (Dennis Quaid). Harvey secara terang-terangan menyampaikan keinginannya untuk mengganti Elisabeth dengan perempuan yang lebih muda.

Bagi Harvey, keputusan tersebut dianggap sebagai bagian dari tuntutan bisnis televisi. Bagi Elisabeth, kehilangan pekerjaan tersebut menjadi pukulan besar yang membuatnya semakin terobsesi terhadap penampilan dan masa mudanya.

Dalam kondisi putus asa, Elisabeth kemudian mencoba sebuah zat misterius bernama The Substance yang diperolehnya melalui pasar gelap. Zat tersebut menawarkan kemampuan untuk menciptakan versi diri yang lebih muda, lebih segar, dan dianggap lebih sempurna. Prosesnya ternyata jauh lebih mengerikan daripada yang dibayangkan.

Dari tubuh Elisabeth lahir sosok baru bernama Sue (Margaret Qualley), versi dirinya yang lebih muda. Elisabeth dan Sue sebenarnya merupakan dua bentuk dari satu kehidupan yang sama dan harus menjalani aturan penggunaan tubuh secara bergantian. Mereka harus menghabiskan tujuh hari sebagai Sue dan kemudian tujuh hari berikutnya kembali sebagai Elisabeth. Aturan tersebut tidak boleh dilanggar karena keseimbangan di antara keduanya sangat penting bagi keberlangsungan proses tersebut.

Namun, Sue mulai menikmati popularitas, perhatian, dan validasi yang diperolehnya sebagai perempuan muda. Ia kemudian mulai mengambil waktu lebih banyak dari batas yang telah ditentukan. Pelanggaran tersebut memicu konsekuensi biologis yang semakin mengerikan dan tidak terkendali.

Situasi akhirnya berkembang menjadi body horror ekstrem yang menampilkan perubahan tubuh secara grotesk dan eksplisit. Melalui kisah Elisabeth dan Sue, film ini mengkritik obsesi terhadap kecantikan, penuaan, standar tubuh perempuan, popularitas, serta tekanan industri hiburan terhadap perempuan untuk terus terlihat muda dan sempurna.


3. Poor Things (2023)

Sumber: IMDb

Sutradara: Yorgos Lanthimos
Penulis naskah: Tony McNamara (berdasarkan novel Alasdair Gray, 1992)
Pemain utama: Emma Stone sebagai Bella Baxter, Willem Dafoe sebagai Dr. Godwin Baxter, Mark Ruffalo sebagai Duncan Wedderburn, Ramy Youssef
Genre: Komedi Gelap, Drama, Fiksi Ilmiah, Romansa
Durasi: 141 menit

Sinopsis lengkap:

Di balik tembok batu tinggi taman bergaya Victorian milik Dr. Godwin Baxter, seorang ilmuwan dan ahli bedah kontroversial, tersimpan sebuah eksperimen yang sangat tidak biasa. Godwin (Willem Dafoe) memiliki ketertarikan terhadap berbagai eksperimen biologis dan kehidupan manusia. Penampilan serta metode penelitiannya membuat sebagian orang memandangnya sebagai sosok yang menyerupai karakter Dr. Frankenstein.

Godwin kemudian menghidupkan kembali seorang perempuan bernama Bella Baxter (Emma Stone), yang sebelumnya meninggal setelah bunuh diri. Dalam film ini, Godwin melakukan eksperimen terhadap tubuh Bella dengan menempatkan otak janin yang belum lahir ke dalam tubuh perempuan dewasa tersebut.

Hasil eksperimen tersebut membuat perkembangan mental Bella berlangsung seperti seorang anak kecil yang sedang mengenal dunia untuk pertama kalinya. Tubuhnya merupakan tubuh perempuan dewasa, tetapi kemampuan berpikir, berbicara, berjalan, memahami lingkungan, dan mengenali berbagai pengalaman berkembang secara bertahap seperti seorang bayi.

Di bawah perlindungan sekaligus pengawasan Godwin, Bella pada awalnya menjalani kehidupan yang polos dan penuh rasa ingin tahu. Ia tidak memahami berbagai aturan sosial dan prasangka masyarakat pada zamannya. Rasa ingin tahu yang semakin besar kemudian membuat Bella ingin melihat dunia di luar lingkungan tempat ia dibesarkan.

Bella akhirnya pergi bersama Duncan Wedderburn (Mark Ruffalo), seorang pengacara yang licik, bebas, dan memiliki gaya hidup hedonis. Perjalanan tersebut membawa Bella menjelajahi berbagai tempat di luar Inggris dan memperkenalkannya pada dunia yang jauh lebih luas daripada lingkungan yang selama ini ia kenal.

Petualangan lintas benua tersebut kemudian berubah menjadi perjalanan penemuan diri. Bella mulai memahami berbagai hal mengenai seksualitas, filsafat, kebebasan, pengalaman hidup, serta kesetaraan.

Seiring bertambahnya pengalaman, ia semakin mampu menentukan pandangan dan kehidupannya sendiri tanpa sepenuhnya tunduk pada prasangka serta aturan sosial masyarakat Victoria yang membelenggu perempuan pada masa itu.


4. Birth/Rebirth (2023)

Sumber: IMDb

Sutradara: Laura Moss (debut fitur)
Pemain utama: Marin Ireland sebagai Rose Casper, Judy Reyes sebagai Celie Morales, A.J. Lister sebagai Lila
Genre: Horor Psikologis, Drama, Thriller
Durasi: 101 menit
Premiere: Sundance Film Festival 2023

Sinopsis lengkap:

Rose Casper (Marin Ireland) adalah seorang ahli patologi yang bekerja di kamar jenazah rumah sakit dan merasa jauh lebih nyaman berurusan dengan jasad dibandingkan berinteraksi dengan manusia hidup. Di balik sikapnya yang dingin dan cenderung tertutup, Rose memiliki obsesi terhadap kemungkinan menghidupkan kembali orang yang telah meninggal.

Ia kemudian melakukan serangkaian eksperimen biologis secara diam-diam untuk menemukan cara mempertahankan atau mengembalikan kehidupan. Penelitian tersebut membawanya semakin jauh melewati batas etika medis, sebab Rose mulai menggunakan material biologis manusia untuk mempertahankan hasil eksperimennya.

Di sisi lain, Celie Morales (Judy Reyes) adalah seorang perawat bersalin yang kehidupannya berpusat pada putrinya, Lila (A.J. Lister), seorang anak perempuan berusia enam tahun yang ceria. Kehidupan Celie berubah menjadi tragedi ketika Lila tiba-tiba sakit dan kemudian meninggal dunia.

Rose kemudian berhasil menghidupkan kembali Lila melalui eksperimen biologisnya. Akan tetapi, kehidupan Lila yang telah dikembalikan tidak dapat dipertahankan secara normal. Agar Lila tetap hidup, Rose membutuhkan material biologis yang diperoleh dari perempuan hamil dan harus terus menjalankan proses tersebut.

Ketika Celie mengetahui bahwa putrinya masih hidup berkat eksperimen Rose, ia berada dalam situasi yang sangat sulit. Keinginan untuk mempertahankan kehidupan Lila membuat Celie terlibat dalam eksperimen yang memiliki konsekuensi mengerikan.

Kedua perempuan tersebut akhirnya membentuk sebuah aliansi yang tidak biasa. Mereka harus bekerja sama untuk mempertahankan Lila, sekaligus menghadapi konsekuensi moral dan biologis dari tindakan mereka. Keinginan seorang ibu untuk mendapatkan kembali anaknya kemudian berhadapan langsung dengan ambisi ilmiah Rose untuk menantang batas kematian.


5. Infinity Pool (2023)

Sumber: IMDb

Sutradara & Penulis: Brandon Cronenberg (putra sutradara David Cronenberg)
Pemain utama: Alexander Skarsgård sebagai James Foster, Mia Goth sebagai Gabi Bauer, Cleopatra Coleman sebagai Em Foster, Thomas Kretschmann
Genre: Sci-Fi Horor, Thriller Psikologis
Durasi: 118 menit
Premiere: Sundance Film Festival 2023

Sinopsis lengkap:

James Foster (Alexander Skarsgård) adalah seorang novelis yang sedang mengalami kebuntuan kreatif dan hidup dari kekayaan istrinya, Em (Cleopatra Coleman). Keduanya kemudian berlibur di sebuah resor mewah dan terisolasi di pulau fiktif bernama Li Tolqa. Pada awalnya, perjalanan tersebut tampak seperti liburan biasa di tempat eksklusif yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Situasi mulai berubah ketika James bertemu Gabi Bauer (Mia Goth), seorang perempuan misterius dan menggoda yang mengaku sebagai penggemar berat karya James. Gabi datang bersama suaminya, Alban (Jalil Lespert). Setelah berkenalan, Gabi mengajak James dan Em keluar dari area resor untuk melihat sisi lain Li Tolqa yang tidak mereka kenal.

Terpikat oleh ajakan tersebut, James dan Em meninggalkan lingkungan resor yang relatif aman. Mereka kemudian menemukan sisi gelap pulau tersebut, termasuk budaya lokal yang sarat kekerasan, perilaku hedonistik, serta berbagai hal mengerikan yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Situasi memburuk setelah James terlibat dalam sebuah kecelakaan fatal. Ia kemudian berhadapan dengan sistem hukum Li Tolqa yang sangat ekstrem. Pelaku kejahatan dapat dijatuhi hukuman mati di hadapan keluarga korban. Akan tetapi, orang-orang yang memiliki cukup uang memiliki alternatif lain untuk menghindari hukuman tersebut.

Alternatif itu berupa teknologi kloning yang memungkinkan pelaku membuat salinan dirinya sendiri. Dalam sistem tersebut, kloning pelaku akan menjalani hukuman mati sebagai pengganti dirinya, sementara orang asli tetap hidup. Bahkan, orang asli dapat dipaksa menyaksikan eksekusi terhadap salinan dirinya sendiri.

Keberadaan teknologi kloning tersebut kemudian membawa James semakin jauh ke dalam lingkungan penuh kekerasan dan perilaku ekstrem. Ia mulai terlibat dalam pengalaman yang membuat batas antara kesenangan, kekerasan, identitas, dan moralitas semakin kabur.

Eksperimen kloning tersebut akhirnya membuka jalan bagi James menuju kekacauan moral, kecanduan terhadap kekerasan, serta krisis eksistensial yang semakin dalam. Film ini mempertanyakan makna identitas dan keberadaan manusia ketika tubuh dapat disalin, sekaligus mengeksplorasi apa yang terjadi ketika seseorang berulang kali berhadapan dengan versi dirinya sendiri.

6. Pertanyaan Seputar Rekomendasi Film Bertema Ilmuwan Gila dan Eksperimen Terlarang

Apa saja film bertema ilmuwan gila dan eksperimen terlarang yang menarik ditonton?

Beberapa judul menarik antara lain Frankenstein (2025), The Substance (2024), Poor Things (2023), Birth/Rebirth (2023), dan Infinity Pool (2023). Masing-masing menghadirkan eksperimen ekstrem, ambisi ilmiah, atau teknologi kontroversial melalui pendekatan cerita berbeda.

Mengapa film tentang eksperimen terlarang sering terasa menegangkan?

Ketegangan muncul dari rasa penasaran terhadap hasil sebuah eksperimen. Ketika penelitian melewati batas etika, konsekuensinya dapat berkembang menjadi konflik besar, perubahan tubuh, ancaman terhadap kehidupan, atau gangguan psikologis.

Apakah rekomendasi film ilmuwan gila selalu masuk genre horor?

Tidak selalu. Tema tersebut juga dapat ditemukan dalam fiksi ilmiah, thriller psikologis, drama, body horror, hingga komedi gelap. Poor Things, misalnya, memadukan unsur eksperimen ilmiah, drama, romansa, dan humor gelap.

Film mana cocok bagi penonton penyuka body horror?

The Substance menjadi salah satu pilihan kuat. Ceritanya mengeksplorasi obsesi terhadap kecantikan, usia, serta tekanan industri hiburan melalui eksperimen misterius berisi konsekuensi fisik ekstrem.

(kpl/ses)

Rekomendasi

Trending