7 Rekomendasi Film India Bertema Petani dan Perjuangan Desa, Penuh Kisah Haru dan Inspirasi

7 Rekomendasi Film India Bertema Petani dan Perjuangan Desa, Penuh Kisah Haru dan Inspirasi
Rekomendasi Film India

Kapanlagi.com - Film India selama ini memang sering identik dengan kisah cinta, musik, tarian, dan drama keluarga yang penuh warna. Namun, di balik cerita Bollywood yang populer, ada pula sejumlah film India yang mengangkat kehidupan petani dan masyarakat desa dengan cara yang jauh lebih serius dan menyentuh. Ceritanya tidak hanya menampilkan aktivitas bertani, tetapi juga menggambarkan perjuangan mencari penghidupan, mempertahankan tanah, menghadapi kemiskinan, hingga berhadapan dengan berbagai persoalan sosial.

Kisah tentang petani dan kehidupan desa dalam film India sering kali terasa kuat karena menghadirkan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Tokoh-tokohnya harus menghadapi pilihan sulit, tekanan ekonomi, konflik keluarga, ketidakadilan, atau kondisi lingkungan yang membuat kehidupan mereka semakin berat. Meski sarat masalah, film- film semacam ini juga memperlihatkan keberanian, ketekunan, solidaritas, dan harapan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik sehingga ceritanya tidak sekadar menyedihkan, tetapi juga memberikan inspirasi.

Bagi Anda yang sedang mencari tontonan dengan cerita yang lebih bermakna, film bertema petani dan perjuangan desa bisa menjadi pilihan menarik. Beberapa di antaranya bahkan mampu membuat penonton ikut merasakan beratnya kehidupan tokoh utama sekaligus memahami persoalan sosial yang diangkat. Lantas apa saja rekomendasi film India bertema petani dan perjuangan desa yang penuh kisah haru dan inspirasi? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (8/9/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.

1. 1. Lagaan: Once Upon a Time in India (2001)

Sutradara: Ashutosh Gowariker

Pemain: Aamir Khan, Gracy Singh, Rachel Shelley, Paul Blackthorne, Raghubir Yadav, Rajesh Vivek, Akhilendra Mishra, Raj Zutshi, Shri Vallabh Vyas, dan Yashpal Sharma

Durasi: 3 jam 44 menit (224 menit)

Lagaan: Once Upon a Time in India merupakan salah satu film India yang paling ikonik ketika membicarakan kehidupan masyarakat desa, perjuangan petani, dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Film ini disutradarai Ashutosh Gowariker dan dibintangi Aamir Khan sebagai Bhuvan. Berlatar India pada masa kekuasaan Inggris, film ini menggambarkan sebuah desa yang kehidupannya sangat bergantung pada hasil pertanian, sementara penduduknya dibebani pajak atau lagaan yang semakin berat. IMDb mencatat durasinya mencapai 224 menit dan film ini menggabungkan drama sejarah, olahraga, musikal, serta kisah perjuangan masyarakat desa.

Ringkasan film:

Bhuvan merupakan pemuda dari desa Champaner yang harus melihat masyarakatnya menghadapi ancaman kelaparan dan beban pajak. Ketika kapten Inggris Russell menantang penduduk desa untuk bertanding kriket, Bhuvan justru melihat kesempatan untuk mengubah nasib seluruh desanya. Tantangannya tidak mudah karena sebagian besar warga bahkan belum memahami permainan kriket. Jika mereka menang, pajak mereka akan dibebaskan, tetapi jika kalah, mereka harus membayar pajak yang jauh lebih berat.

Sinopsis asli:

Bhuvan tidak hanya harus menghadapi pasukan Inggris, tetapi juga keraguan dari orang-orang di desanya sendiri. Ia kemudian mengumpulkan sekelompok warga dengan latar belakang berbeda untuk belajar kriket dari nol. Perjalanan tersebut perlahan membuat masyarakat yang sebelumnya terpecah menjadi satu tim yang memiliki tujuan sama. Di tengah latihan, muncul berbagai konflik, rasa takut, pengorbanan, bahkan perbedaan keyakinan. Namun, semakin dekat pertandingan, semakin kuat pula semangat mereka untuk mempertahankan tanah dan kehidupan keluarganya.

Pertandingan kriket kemudian berubah menjadi simbol perjuangan yang jauh lebih besar daripada sekadar olahraga. Setiap pukulan dan lemparan menjadi taruhan atas masa depan para petani Champaner. Film ini memperlihatkan bagaimana masyarakat desa yang dianggap lemah dapat bersatu ketika memiliki tujuan yang sama. Dengan perpaduan drama, musik, romansa, humor, dan pertandingan yang menegangkan, Lagaan menghadirkan kisah perjuangan petani yang terasa epik sekaligus emosional.


2. 2. Peepli Live (2010)

Sutradara: Anusha Rizvi dan Mahmood Farooqui

Pemain: Onkar Das Manikpuri, Raghubir Yadav, Shalini Vatsa, Malaika Shenoy, Nawazuddin Siddiqui, Naseeruddin Shah, Farrukh Jaffar, dan Aamir Bashir

Durasi: 1 jam 35 menit (95 menit)

Peepli Live merupakan film satir yang mengangkat persoalan petani miskin, utang, politik, dan bagaimana penderitaan masyarakat desa dapat berubah menjadi tontonan media. Film ini mengikuti Natha dan Budhia, dua petani miskin yang menghadapi ancaman kehilangan tanah akibat utang kepada pemerintah. IMDb mencatat film ini berdurasi 95 menit dan menempatkannya dalam genre drama, komedi, satir, serta dark comedy.

Ringkasan film:

Natha dan kakaknya, Budhia, berada dalam situasi ekonomi yang sangat sulit. Tanah mereka terancam disita karena pinjaman yang belum mampu dilunasi. Ketika mencari bantuan kepada politisi lokal, mereka justru mengetahui adanya program kompensasi untuk keluarga petani yang meninggal karena bunuh diri. Situasi tersebut kemudian membuat Natha mempertimbangkan tindakan ekstrem, sementara kabar tentang rencananya mulai menarik perhatian wartawan dan politisi.

Sinopsis asli:

Apa yang awalnya merupakan masalah pribadi sebuah keluarga petani berubah menjadi tontonan nasional. Setelah seorang wartawan mengetahui rencana Natha, berbagai media mulai berdatangan ke desa Peepli. Para reporter berlomba mendapatkan berita, sementara politisi berusaha memanfaatkan situasi tersebut untuk kepentingan mereka masing-masing. Ironisnya, perhatian yang begitu besar justru tidak serta-merta menyelesaikan masalah yang membuat Natha dan keluarganya berada dalam kesulitan.

Di tengah kekacauan tersebut, kehidupan masyarakat desa diperlihatkan dengan cara yang getir sekaligus satir. Natha bukan sekadar seorang individu yang sedang mengalami masalah, tetapi menjadi gambaran tentang petani miskin yang sering hanya mendapat perhatian ketika penderitaannya dianggap layak diberitakan. Film ini menarik karena tidak menyampaikan kritik sosial dengan cara yang sepenuhnya muram. Humor hitam justru membuat berbagai situasi terasa semakin ironis dan membuat penonton berpikir tentang hubungan antara kemiskinan, politik, media, dan kehidupan petani.


3. 3. Manthan (1976)

Sutradara: Shyam Benegal

Pemain: Girish Karnad, Smita Patil, Naseeruddin Shah, Amrish Puri, Anant Nag, Kulbhushan Kharbanda, dan Salim Ghouse

Durasi: 2 jam 14 menit (134 menit)

Manthan adalah film drama klasik India yang mengangkat kehidupan masyarakat pedesaan melalui perjuangan membangun koperasi susu. Film ini disutradarai Shyam Benegal dan dibintangi Girish Karnad sebagai Dr. Manohar Rao, bersama Smita Patil dan Naseeruddin Shah. IMDb mencatat durasinya sekitar 134 menit. Ceritanya terinspirasi dari gerakan koperasi susu yang dipelopori Verghese Kurien dan berlatar masa perkembangan White Revolution di India.

Ringkasan film:

Dr. Rao datang ke sebuah desa dengan tujuan memperkenalkan sistem koperasi susu. Ia berharap para peternak dan masyarakat pedesaan dapat bekerja bersama sehingga hasil usaha mereka menjadi lebih menguntungkan. Namun, perubahan tersebut tidak diterima begitu saja. Ada kepentingan lama, perbedaan kelas, ketidakpercayaan, dan pihak-pihak yang merasa sistem baru tersebut dapat mengancam posisi mereka.

Sinopsis asli:

Kehadiran Dr. Rao perlahan mengubah keseimbangan kehidupan desa. Ia berusaha meyakinkan para peternak bahwa mereka tidak harus terus bergantung pada perantara atau pihak yang memiliki kekuasaan lebih besar. Dengan bergabung dalam koperasi, masyarakat dapat memiliki posisi tawar yang lebih baik terhadap hasil susu yang mereka produksi. Namun, gagasan tersebut membutuhkan perubahan cara berpikir yang tidak mudah dilakukan dalam lingkungan yang telah lama terbiasa dengan sistem lama.

Konflik kemudian berkembang ketika sebagian masyarakat mendukung koperasi, sementara sebagian lainnya masih ragu atau bahkan menolaknya. Film ini tidak hanya berbicara tentang susu dan peternakan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat kecil dapat memperoleh kekuatan melalui kerja sama. Manthan menjadi menarik karena memperlihatkan bahwa perjuangan di desa tidak selalu harus berbentuk perlawanan fisik. Membangun organisasi, memperkuat solidaritas, dan berani mengubah sistem juga dapat menjadi bentuk perjuangan.


4. 4. Kadvi Hawa (2017)

Sutradara: Nila Madhab Panda

Pemain: Sanjay Mishra, Ranvir Shorey, Tillotama Shome, Bhupesh Singh, Mukund, dan sejumlah pemain pendukung lainnya

Durasi: 1 jam 35 menit (95 menit)

Kadvi Hawa atau Dark Wind merupakan film yang menghubungkan kehidupan petani dengan persoalan perubahan iklim. Film ini disutradarai Nila Madhab Panda dan menampilkan Sanjay Mishra, Ranvir Shorey, serta Tillotama Shome sebagai pemeran utama. IMDb mencatat durasinya 95 menit. Ceritanya berfokus pada sebuah wilayah yang dahulu dikenal dengan pertaniannya, tetapi mulai mengalami perubahan cuaca dan berkurangnya curah hujan yang berdampak langsung terhadap kehidupan petani.

Ringkasan film:

Hedu, seorang lelaki tua yang mengalami kebutaan, hidup dalam kekhawatiran terhadap anaknya yang merupakan petani. Kondisi pertanian yang semakin sulit membuat para petani terjebak dalam utang. Pada saat yang sama, Gunu Babu, seorang petugas penagihan pinjaman bank, datang ke daerah tersebut untuk menagih utang dari para petani. Kehadirannya membuat masyarakat semakin takut karena banyak petani telah mengalami tekanan akibat kewajiban pembayaran pinjaman.

Sinopsis asli:

Hedu memahami bahwa masalah yang dihadapi anaknya bukan sekadar persoalan uang. Tanah yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini semakin sulit menghasilkan panen akibat perubahan pola hujan. Bagi seorang petani, kegagalan panen berarti bukan hanya kehilangan hasil pertanian, tetapi juga meningkatnya utang dan semakin kecilnya kesempatan untuk mempertahankan kehidupan keluarga.

Di sisi lain, Gunu Babu juga bukan sekadar tokoh antagonis yang datang untuk mengambil sesuatu dari para petani. Ia memiliki pekerjaannya sendiri dan berada dalam sistem yang menuntutnya untuk mengejar pembayaran pinjaman. Pertemuan antara Hedu dan Gunu kemudian memperlihatkan dua sisi manusia yang sama-sama berjuang untuk bertahan. Film ini terasa kuat karena mempertemukan persoalan perubahan iklim, utang, pertanian, dan tekanan keluarga dalam cerita yang sederhana tetapi menyakitkan.


5. 5. Kisaan (2009)

Sutradara: Puneet Sira

Pemain: Jackie Shroff, Sohail Khan, Arbaaz Khan, Nauheed Cyrusi, Dia Mirza, Sharat Saxena, Vishwajeet Pradhan, Dalip Tahil, dan John Abraham sebagai pengisi suara

Durasi: 1 jam 40 menit (100 menit)

Kisaan merupakan film drama aksi yang berfokus pada keluarga petani dan ancaman terhadap tanah mereka. Film ini disutradarai Puneet Sira dan dibintangi Jackie Shroff, Sohail Khan, serta Arbaaz Khan. IMDb mencatat durasinya sekitar 100 menit. Cerita utamanya berangkat dari konflik ketika seorang pengusaha berusaha membujuk para petani untuk menjual properti atau tanah mereka.

Ringkasan film:

Dayal Singh adalah seorang ayah yang sangat menghargai tanah dan kehidupan sebagai petani. Ia memiliki dua anak dengan pandangan yang berbeda mengenai masa depan. Konflik keluarga semakin besar ketika kepentingan bisnis mulai mengincar tanah pertanian. Bagi pihak yang ingin membeli tanah, lahan tersebut merupakan aset yang dapat dikembangkan. Namun bagi Dayal, tanah bukan sekadar properti karena di sanalah keluarganya mencari nafkah dan mempertahankan kehidupan mereka.

Sinopsis asli:

Perbedaan pandangan antara Dayal dan anak-anaknya menjadi salah satu sumber konflik utama. Sebagian generasi muda melihat peluang kehidupan di luar pertanian, sedangkan Dayal tetap mempertahankan keyakinannya bahwa tanah harus dijaga. Ketika kepentingan bisnis semakin kuat, persoalan tersebut tidak lagi hanya menjadi perbedaan pendapat dalam keluarga. Mereka mulai berhadapan dengan pihak-pihak yang memiliki kekuatan dan kepentingan lebih besar.

Cerita kemudian berkembang menjadi perjuangan mempertahankan tanah sekaligus mempertahankan keluarga. Kisaan menggabungkan persoalan agraria dengan drama keluarga dan aksi sehingga memiliki pendekatan yang berbeda dari film petani lainnya dalam daftar ini. Film tersebut memperlihatkan bagaimana tanah bagi seorang petani dapat memiliki nilai emosional, ekonomi, dan warisan yang jauh lebih besar daripada sekadar harga jual.


6. 6. Ankur: The Seedling (1974)

Sutradara: Shyam Benegal

Pemain: Shabana Azmi, Sadhu Meher, Anant Nag, Priya Tendulkar, Aga Mohamed Hussain, Mirza Qadirali Baig, dan Dalip Tahil

Durasi: 2 jam 11 menit (131 menit)

Ankur merupakan salah satu film penting dalam sinema paralel India yang menggambarkan kehidupan masyarakat pedesaan, ketimpangan sosial, kelas, kasta, dan relasi antara pekerja dengan pemilik tanah. Film ini merupakan debut penyutradaraan Shyam Benegal dan dibintangi Shabana Azmi, Sadhu Meher, serta Anant Nag. IMDb mencatat durasinya 131 menit.

Ringkasan film:

Lakshmi dan suaminya, Kishtayya, merupakan pasangan dari kalangan bawah yang bekerja untuk keluarga pemilik tanah. Kehidupan mereka sangat bergantung pada orang yang memiliki kekuasaan ekonomi lebih besar. Ketika Surya, putra sang pemilik tanah, kembali ke desa untuk mengurus perkebunan keluarganya, hubungan antara para tokoh mulai berubah.

Sinopsis asli:

Surya sebenarnya datang ke desa bukan sebagai petani biasa, melainkan sebagai bagian dari keluarga pemilik lahan. Ia harus menjalankan tanggung jawab keluarga sekaligus menghadapi pernikahan yang telah direncanakan. Dalam kehidupan sehari-hari, ia semakin sering berinteraksi dengan Lakshmi yang bekerja untuk keluarganya. Ketimpangan status sosial membuat hubungan tersebut sejak awal berada dalam posisi yang tidak seimbang.

Situasi menjadi semakin rumit ketika Kishtayya mengalami masalah dan meninggalkan Lakshmi seorang diri. Lakshmi harus bertahan di tengah lingkungan yang menempatkannya pada posisi sosial yang sangat lemah. Hubungannya dengan Surya kemudian membawa konsekuensi yang semakin berat ketika kehidupan rumah tangga Surya berubah. Ankur bukan film petani dalam arti sempit, tetapi sangat kuat menggambarkan struktur kehidupan pedesaan dan bagaimana kekuasaan pemilik tanah dapat memengaruhi kehidupan masyarakat kecil.


7. 7. Mitti (2010)

Sutradara: Jatinder Mauhar dan Kuldeep Singh

Pemain: Mika Singh, Kashish Dhanoyaa, Victor John, Sardar Sohi, Kartar Cheema, Yaad Garewal, Hardip Gill, Rabbi Kandola, dan Vaquar Shaikh

Durasi: 2 jam 30 menit (150 menit)

Mitti merupakan film berbahasa Punjabi yang membawa cerita tentang tanah, pemuda pedesaan, politik, dan konflik sosial. Film ini disutradarai Jatinder Mauhar dan Kuldeep Singh dengan Mika Singh, Kashish Dhanoyaa, serta Victor John sebagai beberapa pemain utamanya. IMDb mencatat durasi film sekitar 150 menit. Ceritanya berpusat pada empat pemuda dan persoalan yang berkembang di lingkungan Punjab, termasuk keterikatan terhadap tanah yang dianggap sebagai bagian penting dari kehidupan mereka.

Ringkasan film:

Empat sahabat menjalani kehidupan yang penuh persoalan dan terlibat dalam lingkungan politik yang korup. Mereka menghadapi berbagai masalah, mulai dari kecanduan, kriminalitas, hubungan pribadi, hingga kepentingan politik. Di balik semua itu terdapat persoalan tanah dan perubahan kehidupan generasi muda Punjab yang harus menentukan apakah mereka akan mempertahankan kehidupan di tanah kelahiran atau mengikuti berbagai peluang yang muncul di luar daerah.

Sinopsis asli:

Kehidupan para tokoh utama awalnya dipenuhi persoalan yang membuat mereka sulit melihat masa depan dengan jelas. Mereka berada dalam lingkungan sosial yang dipengaruhi politik dan kepentingan orang-orang berkuasa. Tanah menjadi salah satu hal yang membuat cerita semakin kompleks karena bagi sebagian masyarakat Punjab, tanah bukan hanya sumber penghasilan, tetapi juga berkaitan dengan identitas, keluarga, dan harga diri.

Ketika kepentingan politik dan ekonomi mulai mengancam kehidupan mereka, para pemuda tersebut dipaksa melihat kembali pilihan yang selama ini mereka ambil. Persahabatan, cinta, ambisi, dan loyalitas kemudian saling berbenturan. Mitti memberikan sudut pandang yang berbeda mengenai perjuangan masyarakat desa karena tidak hanya menyoroti petani, tetapi juga generasi muda yang hidup di tengah perubahan sosial. Film ini cocok bagi penonton yang ingin melihat kisah pedesaan India dari perspektif Punjab yang lebih sarat konflik politik dan identitas tanah.

8. Pertanyaan & Jawaban Seputar Rekomendasi Film India Bertema Petani dan Perjuangan Desa

1. Apa saja film India yang bertema petani dan kehidupan desa?

Beberapa film India yang mengangkat kehidupan petani dan masyarakat desa antara lain Lagaan: Once Upon a Time in India, Peepli Live, Manthan, Kadvi Hawa, Kisaan, Ankur: The Seedling, dan Mitti. Masing-masing memiliki sudut pandang berbeda, mulai dari perjuangan menghadapi pajak dan kemiskinan, utang petani, perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga persoalan tanah.

2. Film India tentang petani apa yang paling mengharukan?

Peepli Live dan Kadvi Hawa dapat menjadi pilihan bagi penonton yang mencari cerita yang menyentuh. Peepli Live menggambarkan kehidupan petani miskin yang terjebak dalam persoalan utang dan justru menjadi perhatian media karena masalah yang dihadapinya. Sementara itu, Kadvi Hawa memperlihatkan beratnya kehidupan petani ketika perubahan kondisi lingkungan membuat mereka semakin kesulitan mendapatkan hasil dari lahan pertanian.

3. Apakah ada film India tentang petani yang memiliki unsur perjuangan?

Ada. Lagaan: Once Upon a Time in India menjadi salah satu contoh paling populer. Film tersebut menceritakan masyarakat desa yang harus menghadapi beban pajak dan mendapatkan kesempatan untuk membebaskan diri dari kewajiban tersebut melalui pertandingan kriket melawan pasukan Inggris. Kisahnya menonjolkan keberanian, kerja sama, pengorbanan, dan semangat masyarakat desa.

4. Film India apa yang membahas masalah utang petani?

Peepli Live merupakan salah satu film yang secara kuat mengangkat persoalan utang dan tekanan ekonomi yang dialami petani. Film ini menunjukkan bagaimana kesulitan finansial sebuah keluarga dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih besar ketika masuk ke ranah politik dan pemberitaan media. Ceritanya dikemas sebagai satir sehingga kritik sosial terasa tajam sekaligus menghibur.

5. Film India apa yang mengangkat isu perubahan iklim dan petani?

Kadvi Hawa merupakan salah satu film India yang menghubungkan kehidupan petani dengan perubahan kondisi lingkungan. Ceritanya menggambarkan masyarakat yang bergantung pada pertanian ketika pola cuaca dan ketersediaan air semakin tidak menentu. Film ini juga memperlihatkan bagaimana persoalan lingkungan dapat berujung pada masalah ekonomi dan utang bagi keluarga petani.

(Martha Tilaar meninggal dunia di usia 89 tahun.)

(kpl/iya)

Rekomendasi

Trending