9 Film yang Membuat Penonton Bersimpati Kepada Villain, Punya Alasan di Balik Kejahatannya

9 Film yang Membuat Penonton Bersimpati Kepada Villain, Punya Alasan di Balik Kejahatannya
Film Maleficent/Foto: imdb.com

Kapanlagi.com - Tokoh villain dalam film biasanya hadir sebagai sosok yang harus dikalahkan oleh protagonis, tetapi beberapa karakter justru memiliki latar belakang dan motivasi yang membuat penonton memahami pilihan mereka. Kisah mereka menunjukkan bahwa karakter antagonis tidak selalu dibangun sebagai sosok jahat tanpa alasan, melainkan dapat memiliki pengalaman, keyakinan, atau tujuan yang membuat sisi manusiawinya terasa kuat.

Berbagai film bahkan sengaja memberikan sudut pandang yang lebih mendalam terhadap karakter tersebut sehingga batas antara pahlawan dan penjahat menjadi lebih samar. Berikut sejumlah film yang menghadirkan villain atau karakter antagonis yang mampu membuat penonton bersimpati, dihadirkan KapanLagi.com pada Sabtu (8/8).

1. 2025 – Elphaba dalam Wicked: For Good

Film Wicked: For Good/Foto: imdb.com

Wicked: For Good melanjutkan kisah Elphaba dan Glinda setelah keduanya menjalani kehidupan yang sangat berbeda. Elphaba hidup dalam pengasingan dan telah dicap sebagai Wicked Witch of the West, sementara Glinda menjadi figur populer yang mendukung pemerintahan Wizard.

Elphaba tetap memperjuangkan hak para Animals yang tertindas di Oz. Di sisi lain, pemerintah Wizard dan Madame Morrible menggunakan citra dirinya sebagai penyihir jahat untuk membangun narasi bahwa Elphaba merupakan ancaman bagi masyarakat.

Hubungan Elphaba dan Glinda menjadi bagian penting dari cerita ketika keduanya harus menghadapi masa lalu serta konsekuensi dari pilihan masing-masing. Mereka akhirnya kembali dihadapkan pada situasi yang membuat keduanya harus menentukan sikap terhadap kondisi Oz.

Elphaba menjadi contoh yang menarik karena label “villain” yang melekat padanya justru dipertanyakan melalui sudut pandang cerita. Ia dikenal sebagai Wicked Witch of the West, tetapi film menunjukkan bahwa citra tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan siapa dirinya dan alasan di balik perjuangannya.

(Kebaikan Dolly Parton hingga Akhir Hayat, Rela Jadi Bahan Eksperimen Medis!)

2. 2019 – The Joker dalam Joker

Joker mengikuti Arthur Fleck, seorang pria yang bekerja sebagai badut pesta dan bermimpi menjadi komedian. Ia hidup dalam kondisi ekonomi sulit bersama ibunya dan menghadapi berbagai bentuk penolakan serta perlakuan buruk dari lingkungan sekitarnya.

Kehidupan Arthur semakin terpuruk ketika ia kehilangan pekerjaan, mengalami perlakuan kasar, dan merasa tidak memiliki tempat dalam masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, ia secara bertahap mengadopsi persona Joker setelah mengalami serangkaian tekanan, penghinaan, dan kekerasan.

Perubahan Arthur menjadi Joker berlangsung secara bertahap. Film memperlihatkan bagaimana rasa terasing, kemarahan, dan keinginannya untuk mendapatkan pengakuan akhirnya membentuk sosok yang semakin berbahaya.

Karena cerita lebih banyak mengikuti perspektif Arthur, penonton dapat memahami penderitaannya sebelum melihat sejauh mana ia berubah. Inilah yang membuat Joker berbeda dari film superhero biasa karena karakter antagonisnya justru menjadi pusat cerita.

3. 2018 – Killmonger dalam Black Panther

Film Black Panther/Foto: imdb.com

Black Panther menceritakan T'Challa yang kembali ke Wakanda setelah kematian ayahnya untuk mengambil alih posisi sebagai raja. Namun, kehidupannya berubah ketika muncul Erik Killmonger, sosok yang memiliki hubungan langsung dengan keluarga kerajaan Wakanda dan menuntut hak atas takhta.

Killmonger ternyata merupakan putra N'Jobu, saudara T'Chaka yang pernah tinggal di Oakland. Setelah ayahnya meninggal, Erik tumbuh jauh dari Wakanda dan menjalani kehidupan yang membentuk pandangannya mengenai ketidakadilan yang dialami masyarakat keturunan Afrika di berbagai belahan dunia.

Ketika akhirnya tiba di Wakanda, Killmonger menantang T'Challa dan berhasil mengambil alih takhta. Ia ingin menggunakan senjata dan teknologi Wakanda untuk membantu orang-orang keturunan Afrika di seluruh dunia melakukan revolusi dan melawan kekuatan yang menurutnya telah menindas mereka, tetapi cara yang dipilihnya justru berpotensi menimbulkan kekacauan yang lebih besar.

Kisah Killmonger membuat penonton berada dalam posisi yang kompleks. Tujuannya berangkat dari kemarahan terhadap ketidakadilan dan pengalaman hidup yang menyakitkan, sehingga sebagian gagasannya dapat dipahami meskipun metode kekerasan yang digunakannya tidak dapat dibenarkan.

4. 2018 – Thanos dalam Avengers: Infinity War

Avengers: Infinity War mempertemukan para Avengers dan sekutu mereka untuk menghadapi Thanos, penguasa luar angkasa yang berusaha mengumpulkan enam Infinity Stones. Dengan kekuatan tersebut, Thanos ingin mewujudkan keyakinannya untuk menyeimbangkan kehidupan di alam semesta.

Perjalanan Thanos membawa dirinya berhadapan dengan berbagai pahlawan, termasuk Iron Man, Thor, Doctor Strange, Spider-Man, Black Panther, dan anggota Guardians of the Galaxy. Ia bahkan bersedia mengorbankan Gamora, putrinya sendiri, demi mendapatkan Soul Stone.

Yang membuat Thanos menarik adalah film tidak hanya memperlihatkannya sebagai sosok yang haus kekuasaan. Thanos meyakini pertumbuhan populasi yang tidak terkendali akan menyebabkan kelangkaan sumber daya dan kehancuran, sehingga ia menganggap penghapusan setengah kehidupan sebagai solusi.

Keyakinan tersebut tidak membuat tindakannya menjadi benar, tetapi memberikan konteks terhadap motivasinya. Karena penonton diperlihatkan bagaimana Thanos melihat dirinya sendiri sebagai sosok yang melakukan pengorbanan demi tujuan yang lebih besar, karakter ini menjadi salah satu villain yang paling mudah dipahami motivasinya.

5. 2014 – Maleficent dalam Maleficent

Film Maleficent/Foto: imdb.com

Maleficent menawarkan sudut pandang berbeda terhadap salah satu villain paling terkenal dalam kisah Sleeping Beauty. Maleficent awalnya merupakan peri berhati baik yang menjadi pelindung wilayah Moors sebelum mengalami pengkhianatan yang mengubah dirinya.

Setelah dikhianati, Maleficent dipenuhi keinginan untuk membalas dendam kepada pihak yang telah menyakitinya. Ia kemudian mengutuk bayi Aurora, putri Stefan yang telah menjadi raja, sebagai bagian dari pembalasannya.

Namun, hubungan Maleficent dan Aurora perlahan berkembang ketika sang peri mulai menyadari bahwa Aurora bukanlah sumber masalah yang sebenarnya. Seiring Aurora tumbuh, Maleficent justru mulai menyayanginya dan melihat kemungkinan bahwa gadis tersebut dapat membawa kedamaian bagi Moors.

Perubahan tersebut membuat penonton dapat memahami bahwa kekejaman Maleficent tidak muncul begitu saja. Film secara khusus membangun kisah masa lalu dan luka emosionalnya sehingga sosok yang sebelumnya dikenal sebagai villain terlihat lebih manusiawi.

6. 2011 - Magneto dalam X-Men: First Class

Erik Lehnsherr adalah seorang mutan yang memiliki kemampuan mengendalikan logam. Sejak kecil, Erik mengalami trauma berat setelah dipisahkan dari keluarganya oleh Sebastian Shaw, seorang mutan yang memiliki agenda berbahaya. Pengalaman tersebut meninggalkan luka mendalam dan membuat Erik tumbuh dengan kebencian terhadap orang-orang yang menyakiti kaum mutan.

Bertahun-tahun kemudian, Erik berusaha memburu Shaw untuk membalas dendam. Dalam perjalanannya, ia bertemu Charles Xavier, seorang mutan telepati yang kemudian menjadi sahabat sekaligus rekannya. Charles meyakinkan Erik untuk bergabung dengan kelompok mutan yang dibentuk untuk menghadapi Shaw dan mencegah konflik besar antara manusia dan mutan.

Hubungan Erik dan Charles menjadi salah satu inti cerita X-Men: First Class. Meskipun memiliki tujuan yang sama untuk melindungi kaum mutan, keduanya memiliki pandangan berbeda tentang bagaimana mutan seharusnya menghadapi manusia. Trauma masa lalu dan keinginan Erik untuk membalas perlakuan terhadap dirinya akhirnya menjadi salah satu faktor yang membentuk jalan hidupnya sebagai Magneto.

7. 2010 – Red Queen dalam Alice in Wonderland

Film Alice in Wonderland/Foto: imdb.com

Dalam Alice in Wonderland, Alice yang telah berusia 19 tahun kembali ke dunia ajaib yang pernah dikunjunginya saat kecil. Di Underland, ia bertemu kembali dengan sejumlah makhluk yang pernah muncul dalam mimpinya dan mengetahui bahwa dirinya memiliki peran penting untuk mengakhiri kekuasaan Red Queen.

Red Queen memerintah dengan tangan besi dan menggunakan rasa takut untuk mempertahankan kekuasaannya. Ia juga memiliki Jabberwocky sebagai senjata utama untuk menghadapi pihak yang menentang pemerintahannya.

Meski Red Queen tetap menjadi antagonis, film memperlihatkan bahwa ia sangat membutuhkan pengakuan dan kepatuhan dari orang-orang di sekitarnya. Hubungannya dengan White Queen serta cara ia mempertahankan kedudukannya membuat karakternya lebih kompleks daripada sekadar penguasa jahat.

8. 2009 – Ozymandias dalam Watchmen

Watchmen berlatar di dunia alternatif tahun 1985 ketika para pahlawan super pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Setelah seorang mantan anggota Watchmen ditemukan tewas, Rorschach mulai menyelidiki kasus tersebut dan menemukan adanya konspirasi yang jauh lebih besar.

Salah satu tokoh penting dalam konflik tersebut adalah Adrian Veidt alias Ozymandias. Ia dikenal sebagai sosok jenius, kaya, dan mantan anggota Watchmen yang memiliki pandangan sendiri mengenai cara menyelamatkan umat manusia dari ancaman perang dan kehancuran.

Ozymandias menjadi karakter yang menarik karena tindakannya sulit diterima secara moral, tetapi alasan di baliknya membuat penonton dihadapkan pada pertanyaan besar tentang pengorbanan. Ia percaya bahwa tindakan ekstrem diperlukan demi mencegah konflik yang jauh lebih besar, sehingga penonton dapat memahami logikanya meskipun belum tentu menyetujui caranya.

9. 1972 – Michael Corleone dalam The Godfather

Film The Godfather/Foto: imdb.com

The Godfather mengikuti keluarga Corleone, salah satu dinasti kriminal paling berpengaruh di New York. Michael Corleone pada awal cerita justru digambarkan sebagai putra Vito Corleone yang berusaha menjauh dari bisnis kriminal keluarganya setelah pulang dari dinas militernya sebagai veteran Perang Dunia II.

Namun, situasi berubah ketika ayahnya menjadi sasaran serangan dan keluarga Corleone terlibat dalam konflik dengan kelompok mafia lain. Demi melindungi keluarga, Michael perlahan masuk lebih dalam ke dunia kriminal, hingga akhirnya mengambil peran penting dalam bisnis keluarga.

Perubahan Michael menjadi salah satu bagian paling kuat dari film ini. Penonton dapat bersimpati kepada Michael karena pada awalnya ia tidak ingin meneruskan bisnis kriminal keluarganya. Namun, keterlibatannya dalam konflik keluarga dan keputusannya untuk membalas serangan terhadap orang-orang terdekat perlahan membawanya semakin jauh ke dalam dunia mafia hingga akhirnya ia menjadi kepala keluarga Corleone.

10. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Film yang Membuat Penonton Bersimpati Kepada Villain

1. Apa yang membuat penonton bisa bersimpati kepada villain dalam film?

Latar belakang, trauma, pengalaman hidup, serta motivasi karakter dapat membuat penonton memahami alasan di balik tindakan mereka.

2. Apakah villain yang membuat penonton bersimpati berarti tindakannya dapat dibenarkan?

Tidak. Memahami latar belakang villain berbeda dengan membenarkan tindakan mereka, terutama ketika menggunakan kekerasan atau merugikan orang lain.

3. Siapa villain yang paling membuat penonton bersimpati dalam daftar ini?

Elphaba dalam Wicked: For Good menjadi salah satu yang paling kuat karena film justru mempertanyakan label villain yang selama ini melekat padanya.

(Ariel Tatum resmi ganti nama demi hormati Kakek dan Nenek.)

(kpl/rmt)

Rekomendasi

Trending