'ADMISSIONS' Menang di Festival Film Untuk Perdamaian

Sabtu, 01 September 2012 13:51 Penulis: Mahardi Eka
'ADMISSIONS' Menang di Festival Film Untuk Perdamaian Sumber foto: http://www.kickstarter.com
Kapanlagi.com - Film pendek ADMISSIONS dengan sutradara Harry Kakatsakis dari Amerika Serikat menang sebagai Best International Short Film dan juga Best Film pada Festival Film untuk Perdamaian yang digelar di Jakarta, Kamis (30/08) malam.

Kisah yang mengangkat tema surga dan neraka ini dinilai pas dengan tema perdamaian dalam festival film tersebut.  Film berikutnya yang memenangkan festival adalah film berjudul MAHERJAN dengan sutradara Rubaiyat Hossain (Bangladesh) untuk kategori Best International Feature Film.

Daftar pemenang dalam Festival Film Untuk Perdamaian:

  • Best Documentary Short: A BALLON FOR ALLAH - Nefise Ozkal Lorentzen (Norwegia).
  • Best Documentary Feature: LITTLE TOWN OF BETLEHEM - Jim Hanon (Amerika Serikat).
  • Best New Comer: ONE DAY AFTER PEACE - Miri Laufer dan Erez Laufer (Israel).
Festival ini adalah kerja sama antara World Peace Movement dengan International Film Festival for Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE) yang ditujukan untuk mensosialisasikan perdamaian.

"Festival film perdamaian berawal dari kegalauan karena tidak ada festival yang khusus tentang perdamaian," kata Pendiri dan Direktur International Film Festival for Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE) Damien Dematra.

Damien mengatakan sangat miris karena pada festival tahun ini tidak ada film yang berasal dari Indonesia, karena itu diharapkan tahun depan film dari Indonesia dapat mendominasi festival film yang diadakan oleh IFFPIE.

Pemenang pada festival film akan diputar di Prancis dan Hollywood, Amerika Serikat, pada Oktober mendatang, katanya. Menurut dia, kesadaran akan pentingnya perdamaian di kalangan masyarakat dunia layak diacungi jempol.

"Terbukti dengan banyaknya film yang menjadi peserta dengan menembus 500 judul film yang berasal dari berbagai negara," kata Damien.

Sebagian besar sineas yang ikut merupakan pembuat film independen sehingga mereka dengan bebas mengekspresikan ide-ide dalam film yang dibuat.

Seperti yang dilansir oleh Antara, bahkan orang Palestina dan Israel dapat bekerja sama untuk membuat film yang menjadi salah satu peserta festival dengan judul BLOOD RELATIONS.

Menurut dia, dengan pembuatan film itu membuktikan bahwa keinginan untuk hidup berdampingan secara damai merupakan keinginan semua orang tanpa melihat perbedaan asal-usul dan ideologi politik.

Ketua World Peace Movement Sofia Koswara mengatakan kriteria utama pemenang di samping faktor teknis adalah kekuatan pesan yang disampaikan film bersangkutan. Wanita yang juga menjadi salah satu dewan juri festival film tersebut mengatakan kegiatan itu juga sebagai sarana untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perdamaian.

"Kita sudah lelah dengan konflik antar suku, agama, ras dan golongan," kata Sofia. Dia mengatakan 'World Peace Movement' terbuka untuk semua pihak yang akan bekerja sama untuk mempromosikan perdamaian.

"Jika kita mencintai perdamaian maka kita harus melakukan aksi nyata untuk mewujudkan perdamaian," katanya.

Pemenang festival film dalam IFFPIE akan ditayangkan di bioskop, perguruan tinggi, kedutaan besar dan sekolah di Indonesia mulai 30 Agustus hingga 30 September 2012.

(antara/dka)

Editor:

Mahardi Eka


REKOMENDASI
TRENDING