FILM INTERNASIONAL

Cerita Sutradara 'MORTAL KOMBAT' Ketika Memilih Puaskan Fans atau Pikat Penonton Baru

Sabtu, 20 Maret 2021 15:16 Penulis: Mahardi Eka Putra

Poster MORTAL KOMBAT. Foto: Warner Bros Pictures

Kapanlagi.com - Sutradara Simon McQuoid memilih untuk menggarap MORTAL KOMBAT dengan pendekatan serealistis mungkin. Meski ia paham bahwa cerita Mortal Kombat begitu fantastis dengan setting yang tidak biasa serta tokoh-tokoh ekstrentik dan ikonik baik dari penampilan dan karakteristiknya. Oleh karenanya, tantangan pertama Simon dalam menggarap MORTAL KOMBAT ini adalah mewujudkan visi tersebut dalam visual filmnya. 

Seperti terlihat dalam trailernya, MORTAL KOMBAT menghadirkan lanskap seperti padang pasir dan perbukitan. Para tokoh-tokohnya pun memiliki kostum yang unik seperti dalam gamenya. Belum lagi adegan bertarung mereka memikat dan dipoles dengan efek visual yang mewah. 

"Aku berupaya membuatnya seriil dan semeyakinkan mungkin. Aku tak ingin terlalu khayal karena pakai efek visual greenscreen. Penonton tidak akan masuk ke dalam ceritanya. Meski mereka tidak sadar. Tujuan utamaku adalah membuat penonton percaya bahwa dunia Mortal Kombat itu nyata. Semua harus terlihat senyata mungkin," ungkapnya dalam wawancara bersama KapanLagi.com, Selasa (16/3).

Salah satu lokasi syuting MORTAL KOMBAT. Syuting tidak pakai greenscreen demi terlihat riil. Salah satu lokasi syuting MORTAL KOMBAT. Syuting tidak pakai greenscreen demi terlihat riil.

Rata-rata adegan dalam film ini direkam di lokasi sesungguhnya. Simon dan cast MORTAL KOMBAT terbang ke Australia untuk bisa merasakan seperti apa rasanya bertarung di lanskap yang hampir menyerupai lokasi dalam ceritanya.

"Ada sih beberapa adegan yang tidak mungkin diwujudkan tanpa efek visual. Namun sebisa mungkin aku menggunakan pengamatanku untuk membuat semuanya tampak nyata," tambahnya. 

 

1. Antara Fans dan Penonton Baru

Tidak cukup lokasi syuting yang minim greenscreen, Simon juga harus berpikir keras untuk mewujudkan harapan fans serta daya tarik untuk penonton baru. Diceritakannya, setiap hari selama syuting ia terus memikirkan dua hal tersebut. 

"Kamu tahu, menyutradarai film itu seperti mengambil keputusan dalam banyak tahap. Seringkali aku harus memilih untuk memasukkan adegan yang mungkin hanya fans yang paham, atau adegan yang nantinya bakal membuat penonton baru memahami Mortal Kombat. Aku lakukan setiap hari dengan para kruku. Bagaimana kami bisa memikat penonton baru tanpa mengubah banyak hal demi para fans," paparnya. 

Hasil pemikiran dan juga tangan dinginnya dalam menggarap film bisa diintip dalam trailernya yang sinematik. Kolom komentar pun dibanjiri respon positif fans video gamenya. 

"Sederhananya aku hormati materi aslinya dan meningkatkan skalanya. Sehingga terlihat lebih sinematik. Jadi para fans akan melihat filmnya sebagai versi lebih besar dari video game yang mereka mainkan. Jadinya filmnya bakal menjadi paduan antara hal-hal yang tidak terlalu eksklusif serta hal-hal yang sesekali bakal bikin fans terpuaskan," yakinnya. 

Simon dapat menggarap MORTAL KOMBAT dengan lancar sebab ia sudah tidak asing dengan mengadaptasi materi video game menjadi sebuah video. Ia paham betul tentang pentingnya menjaga keaslian aspek-aspek dalam materi sumber untuk diwujudkan dalam adaptasinya. 

"Ketika aku muda pun aku bermain game, jadi aku bisa merasakan betapa aku sangat-sangat menghidupi video gamenya. Itulah mengapa aku ingin benar-benar memuaskan para fans lewat film ini. Itulah yang kuhadapi setiap hari selama beberapa tahun ini dalam menggarap filmnya, haha," tawanya lega. 

MORTAL KOMBAT bakal dirilis di bioskop pada 16 April. Bagi penonton Indonesia bersiaplah melihat aksi Joe Taslim sebagai Sub-Zero dalam film laga fantasi satu ini. 


REKOMENDASI
TRENDING