FILM INTERNASIONAL

Dianggap Menampilkan Stereotip Buruk, 'EMILY IN PARIS' Diprotes Menteri Ukraina

Kamis, 06 Januari 2022 11:28 Penulis: Editor KapanLagi.com

imdb/Emilyinparis

Kapanlagi.com - EMILY IN PARIS adalah serial produksi Hollywood yang tayang di Netflix. Menggambarkan karakter wanita dari Amerika Serikat bernama Emily yang diceritakan merantau ke Paris, Perancis untuk bekerja dan bertemu dengan banyak orang baru.

Meski plotnya terkesan menarik dan jauh dari kesan kontroversial, nyatanya tayangan ini kerap menuai kontroversi karena dianggap menampilkan stereotip buruk terhadap negara tertentu. Musim pertamanya sempat dikritik karena dianggap mempromosikan citra dan stereotip buruk Kota Paris serta penduduknya.

Orang Perancis digambarkan sebagai pribadi yang kasar dan sering menipu pasangannya. Musim kedua EMILY IN PARIS juga dinilai memberikan gambaran buruk orang Inggris lewat karakter Alfie. Tokoh tersebut dikisahkan hanya menghabiskan waktunya untuk minum-minum di bar dan menonton sepak bola.

1. Diprotes Menteri Ukraina

Kalau sebelumnya hanya mendapat kritik dari kritikus dan penggemar film, kali ini serial Netflix, EMILY IN PARIS menuai protes dari Menteri Kebudayaan Ukraina, Oleksandr Tkachenko. Drama yang dibintangi Lily Collins itu dianggap menampilkan stereotip buruk Ukraina lewat salah satu karakternya.

Tokoh itu adalah Petra, teman sekelas Emily yang berasal dari Kyiv, Ukraina. Dalam salah satu episode serial tersebut, Petra diceritakan kerap mencuri selama perjalanannya di Paris. Karakter yang diperankan aktris Daria Panchenko ini diceritakan membawa pakaian dari toko yang dikunjunginya tanpa membayar. Ia juga digambarkan memiliki selera fashion yang buruk dan bermasalah sehingga berisiko dideportasi.

Penggambaran tersebut dianggap sebagai penghinaan dan menyinggung warga negara yang berlokasi di Eropa Timur itu. Dikutip dari The Guardian, Tkachenko menulis: “Kami memiliki gambar karikatur seorang wanita Ukraina yang tidak dapat diterima. Itu juga menghina. Begitukah orang Ukraina terlihat di luar negeri?” Petinggi negara itu juga telah melayangkan protes resmi kepada Netflix, selaku platform streaming yang memproduksi serial tersebut.

 

2. Komentar Lily Collins

Dikutip juga dari The Guardian, Collins bilang musim kedua ingin lebih keragaman dan inklusif, “Bagi saya sebagai Emily, tetapi juga sebagai produser, setelah musim pertama, mendengar pikiran orang, kekhawatiran, pertanyaan, suka, tidak suka, hanya perasaan tentang hal itu, ada hal-hal tertentu yang berbicara dengan waktu yang kita jalani dan apa yang benar, moral dan yang harus dilakukan. Saya ingin keragaman dan inklusi di depan dan di belakang kamera menjadi sesuatu yang benar-benar kami fokuskan.”

Meski menuai banyak kritikan, EMILY IN PARIS tetap menjadi salah satu serial hit Netflix yang saat ini berada di 10 besar acara yang paling banyak dilihat di Netflix seluruh dunia. Musim pertamanya adalah serial komedi paling populer Netflix tahun 2020, yang juga dinominasikan untuk penghargaan Emmy 2021 untuk serial komedi.

Penulis: Evan Reinaldo

 


REKOMENDASI
TRENDING