Komunitas Film Rusia Kecewa Karena 'LEVIATHAN' Gagal di Oscars

Rabu, 25 Februari 2015 11:07 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Komunitas Film Rusia Kecewa Karena 'LEVIATHAN' Gagal di Oscars LEVIATHAN/© Non Stop Productions
Kapanlagi.com - Jika Meksiko berjaya dalam ajang Oscars 2015, lain halnya dengan Rusia. Industri dan kritikus film Rusia mengekspresikan kekecewaannya karena LEVIATHAN besutan Andrey Zvyagintsev kalah dalam ajang perfilman paling bergengsi ini.

Harapan tinggi telah melambung di Rusia bahwa film kontroversial tentang kehidupan seorang lelaki yang dihancurkan oleh keserakahan dan korupsi pejabat pemerintahan ini akan melanjutkan kesuksesannya bulan lalu ketika dianugerahi gelar Best Foreign Film pada ajang Golden Globe 2015. Sayangnya, harapan itu hancur seketika.

Produser dan Sutradara LEVIATHAN merayakan kemenangannya di Golden Globe 2015/© telegraph.co.ukProduser dan Sutradara LEVIATHAN merayakan kemenangannya di Golden Globe 2015/© telegraph.co.uk

“Sangat memalukan LEVIATHAN tak bisa menang. LEVIATHAN dan IDA adalah pemimpin terkuat dalam kategorinya,” tulis Sam Klebanov, kepala Arthouse.ru yang juga kritikus ternama di industri perfilman Rusia. Jika LEVIATHAN mampu menang dalam Oscars 2015, maka hal ini akan menjadi yang pertama sejak kemenangan Sergey Bondarchuk atas filmnya WAR and PEACE di tahun 1969.

Awalnya, film yang menuai kontroversi di Rusia ini tak mendapat dukungan bahkan dari pihak pemerintah. Namun, ketika LEVIATHAN berhasil masuk dalam nominasi Best Foreign Language Film, pemerintah menjadi balik mendukung. Selain Menteri Kebudayaan, Vladimir Medinsky, juru bicara presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, memberikan dukungannya. Walaupun ia belum pernah melihat filmnya, ia akan memberikan dukungan 100% dan mengutuk siapapun yang mengatakan film ini sebagai anti-Rusia.

Sayangnya, kehebohan ini harus berakhir dengan kekecewaan saat film besutan Pawel Pawlikowski, IDA, berhasil mempecundanginya dan membawa pulang piala Best Foreign Language Film. Kritik pedas pun datang menghujamnya. Andrey Plakhov, kritikus film Rusia dari harian Kommersant menulis di Facebooknya, “Film terbaik itu harusnya bisa melebihi batas. Nggak hanya LEVIATHAN atau TIMBUKTU, tapi juga BOYHOOD yang hanya mendapat satu award untuk Patricia Arquette. So what? Oscars bisa jadi penghargaan yang dapat banyak respek, namun bukan menjadi yang terbaik.”

Anton Dolin, kritikus film Rusia yang juga bagian dari kantor berita TASS, mengatakan jika Oscars tahun ini cukup 'mengejutkan'. “Saya akan memilih BOYHOOD dan LEVIATHAN, tapi BIRDMAN dan IDA juga bukan pilihan yang jelek,” ucapnya pada newsru.ru. Well, setidaknya LEVIATHAN sudah berhasil sukses di Golden Globe daripada tidak sama sekali, kan?

(the/tch)


REKOMENDASI
TRENDING