Kontroversi Muncul Setelah Gal Gadot Dipilih Bintangi Film 'CLEOPATRA'

Senin, 19 Oktober 2020 18:19 Penulis: Editor KapanLagi.com
Kontroversi Muncul Setelah Gal Gadot Dipilih Bintangi Film 'CLEOPATRA' via KapanLagi

Kapanlagi.com - Aktris Gal Gadot sudah dikenal secara luas karena perannya sebagai Wonder Woman. Karena popularitasnya itu, ia pun dipertimbangkan dan terpilih menjadi Ratu Cleopatra dalam proyek film barunya. Akan tetapi kabar tersebut memicu kontroversi. Berbagai protes bermunculan, bahkan sebelum memulai proses produksi.

Kontroversi yang terjadi bermula dari perselisihan di media sosial terkait tuduhan whitewashing, yakni kebiasaan Hollywood yang menempatkan aktor kulit putih untuk memerankan karakter non-kulit putih. Beberapa orang mengatakan bahwa peran tersebut harusnya diberikan kepada aktris Arab atau Afrika saja. Tidak berhenti di situ saja penulis asal Afrika dan Amerika Serikat pun juga juga bersuara.

James Hall, penulis asal Afrika mengatakan para pembuat film harus menemukan aktris Afrika, dari ras apa pun. Sementara penulis asal Amerika Serikat, Morgan Jerkins menge tweet bahwa Cleopatra harus dimainkan oleh seseorang yang ‘lebih gelap kulitnya dari kantong kertas coklat’ karena itu akan lebih ‘kuat secara historis’.

via Twittervia Twitter

Pengguna media sosial lainnya berpendapat bahwa Cleopatra lebih kepada turunan Yunani atau Makedonia dari pada Arab atau Afrika. ‘Gal Gadot adalah aktris luar biasa, tapi banyak Aktris Afrika Utara yang bisa dipilih. Berhentilah menutupi sejarahku!’ postingan salah satu pengguna sosial media yang tidak setuju dengan hal ini.

via Twittervia Twitter

Perselisihan mengenai peran Gal Gadot sebagai Cleopatra lebih mengacu pada argumen kotemporer mengenai budaya nasional, agama, dan politik gender. Namun di Timur Tengah kuno tidak akan sesuai dengan banyak pandangan modern kita tentang identitas.

Meskipun ada banyak kritikan tentang peran tersebut, hingga saat ini masih belum ada tanggapan apapun dari Gal Gadot maupun Patty Jenkins.

Sumber : BBC News

Penulis  : Felecia Syadina

 

 

(kpl/mag)


REKOMENDASI
TRENDING