Lagi, 'FIFTY SHADES' Dilarang Tayang di India Karena...

Sabtu, 07 Maret 2015 11:52 Penulis: Fitrah Ardiyanti
Lagi, 'FIFTY SHADES' Dilarang Tayang di India Karena... FIFTY SHADES OF GREY/© Focus Features
Kapanlagi.com - FIFTY SHADES OF GREY boleh saja dilarang tayang dan diboikot di mana-mana. Tapi itu tak menghalangi film yang diangkat dari novel E.L. James ini untuk meraih pendapatan tertinggi yang diprediksi akan mencapai US$ 500 juta atau setara hampir 600 miliar Rupiah. Salah satu negara yang terhitung telat mengeluarkan larangan tayang bagi FIFTY SHADES adalah India.

Jika negara-negara konservatif seperti Malaysia, Indonesia, Uni Emirat Arab, dan Kenya sudah melarang film yang dibintangi Dakota Johnson dan Jamie Dornan ini sejak bulan lalu, India baru saja mengeluarkan larangan itu. Meski pihak studio telah melakukan banyak penyensoran terhadap adegan-adegan 'panas' di dalamnya, tapi usaha ini tetap sia-sia karena India bersikukuh tak mau menayangkan FIFTY SHADES.

Salah satu adegan dalam FIFTY SHADES/©Focus FeatureSalah satu adegan dalam FIFTY SHADES/©Focus Feature

Dilansir The Guardian, pejabat yang bersangkutan menganggap dialog-dialog cabul dalam film besutan Sam Taylor-Johnson tak layak untuk dijadikan bahan tontonan masyarakat India. Namun ketika dimintai penjelasan lebih lanjut, Shravan Kumar, chief executive of India’s Central Board of Film Certification, tak menjelaskan alasan lebih dalam atas gagalnya FIFTY SHADES tayang di India. Shravan hanya berkata jika pihak Universal Studios bisa mengajukan banding.

Meski hampir meraih pendapatan sebanyak 600 miliar Rupiah, FIFTY SHADES tak akan bisa diterima di negara konservatif lainnya yang juga jadi pasar film terbesar di dunia, Republik Rakyat Cina. Namun kiranya hal ini tak membuat Universal dan Focus Feature kehilangan pendapatan, karena mereka telah merajai bioskop di hampir seluruh penjuru benua.

Pihak lembaga sensor film India bukan pertama kali ini saja mengalami pergolakan. Januari lalu anggotanya bersitegang atas keputusan untuk melarang film religius THE MESSENGER OF GOD. Salah satu petingginya, Leela Samson memutuskan untuk keluar, dan digantikan oleh sutradara Pahlaj Nihalani yang punya hubungan kuat dengan Partai Bharatiya Janata.

Banyak yang menuduh jika penyensoran film yang dilakukan oleh lembaga sensor India ini kurang fair dan banyak dipengaruhi oleh intervensi politik. Para petinggi baru inilah yang mengeluarkan keputusan penyensoran kata-kata yang terdapat dalam film, sehingga FIFTY SHADES sama sekali tak dapat kesempatan untuk 'menghibur' penggemarnya di India.

(the/tch)


REKOMENDASI
TRENDING