FILM INTERNASIONAL

Main Film Hollywood, Iko Uwais Batasi Adegan Telanjang dan Ciuman

Selasa, 21 Agustus 2018 13:17 Penulis: Tyssa Madelina

Iko Uwais © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Karir Iko Uwais di kancah perfilman Hollywood semakin terpampang nyata. Terlebih dalam film MILE 22 besutan Peter Berg ia dipercaya memainkan peran utama bernama Li Noor.

Dalam setiap tawaran yang datang, Iko rupanya memasang rambu-rambu untuk disepakati kedua belah pihak. Walau tidak tercantum, ia enggan bila harus beradegan telanjang atau ciuman dengan lawan jenis.

"Dia (Iko) tidak mau melakukan adegan itu dan kalau bisa tidak melalukan adegan seperti itu karena tidak membuat dia nyaman. Tapi sejauh ini belum ada yang memaksakan dia untuk melakukan adegan itu," kata Ricky Siahaan selaku manager Iko ditemui usai gala premiere MILE 22 di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Senin (20/8/2018).

Keputusan Iko untuk menolak adegan telanjang dan ciuman rupanya dihargai oleh sineas luar negeri. "Pihak-pihak yang bekerja sama dengan Iko sangat respect sama Iko. Sebenarnya bukan peraturan ya, cuma kalau diminta Iko akan menolak, pasti mereka paham," tambahnya.

1. Dibercandai Bakal Telanjang

Dalam salah satu adegan di film MILE 22, seperti yang tersaji dalam materi promosi, tampak Iko Uwais baku hantam tanpa baju. Saat di lokasi, Peter Berg sempat mencandai kalau Iko bakal disuruh telanjang.

"Sampai saat ini Iko tidak bersedia melakukan nude scene. Begitu Peter Berg bilang bahwa akan ada nude, Iko agak awkward. Agak: 'Aduuuh beneran nih?', tapi ternyata nggak beneran nude. Itu becandaan Peter Berg aja, 'Gue nggak akan bikin lu telanjang di film ini' kata Peter," kisah Ricky.

2. Alami Luka Memar

Dalam adegan laga, pasti wajar apabila seorang aktor mengalami cidera. Begitu pula dengan Iko Uwais yang merasakan memar di punggung setelah tubuhnya dihantamkan di dinding oleh salah satu aktor.

"Ada cidera tapi tidak serius, kayak waktu dia dilempar ke dinding itu merah-merah punggungnya. Tapi di sana semua tim koreonya mementingkan safety, jadi sesedikit mungkin ada cidera," terang gitaris band Seringai ini.

3. Tak Ingin Menyamai THE RAID

Adegan laga Iko Uwais dalam MILE 22 berbeda dengan di film-film sebelumnya semisal THE RAID. Hal ini memang disengaja untuk menyajikan adegan baku hantam yang terasa nyata dan lebih menyakitkan.

"Iko itu membuat koreonya berdasarkan brief dari sutradara. Waktu itu sutradaranya minta agar perkelahian terlihat lebih real, dia tidak menginginkan Iko untuk lebih mengadegankan silatnya, dia ingin real aja. Dan memang film ini tidak
dibuat untuk menjadi seperti yang sebelumnya," tegas Ricky.

4. Iko Uwais Fleksibel

Yayan Ruhiyan pun mengapresiasi koreo laga yang coba dibawakan Iko Uwais dalam MILE 22. Menurutnya, wajar apabila dibuat berbeda karena tentunya Iko tidak ingin filmnya hanya berputar di situ-situ saja.

"Terlepas dari kemampuan bela diri Iko, di film ini dia menjadi fleksibel. Kami sama-sama lahir dan besar lewat MERANTAU, THE RAID kemudian BERANDAL. Saya rasa Iko tak mungkin mengulang lagi, tapi akan tampil lebih baik, lebih baik lagi," tutup Yayan ditemui di tempat yang sama.

MILE 22 sendiri sudah tayang di Amerika sejak Jumat kemarin (17/8/2018). Sementara untuk peredaran di Indonesia baru hari ini (21/8/2018) dan diputar secara eksklusif oleh jaringan Cinema XXI.


REKOMENDASI
TRENDING