Masih Jadi Misteri, Apakah Album Visual 'BLACK IS KING' Beyonce Angkat Isu Ras Kulit Hitam?

Selasa, 04 Agustus 2020 12:27 Penulis: Editor KapanLagi.com
Masih Jadi Misteri, Apakah Album Visual 'BLACK IS KING' Beyonce Angkat Isu Ras Kulit Hitam? Trailer Black Is King © Disney via IMDb

Kapanlagi.com - Proyek terbaru Beyoncé kali ini bertajuk sebuah album visual yang berhubungan dengan lagu terbarunya di film THE LION KING. Proyek terbarunya akan ditayangkan di platform streaming Disney+, ini merupakan kali pertama dia bekerja sama dengan platform streaming tersebut. Namun, proyek ini masih menjadi misteri. Penggemar dan lainnya masih tidak mengetahui bagaimana bentuk proyek terbaru dari diva dunia tersebut.

Pada hari Jumat, Beyoncé akan merilis BLACK IS KING, sebuah album visual yang terhubung dengan remake film Disney tahun lalu THE LION KING. Diumumkan sebulan yang lalu, BLACK IS KING adalah sebuah proyek yang digarap langsung oleh Beyoncé, ia sebagai penulis dan sutradara, dan juga merupakan produser eksekutif yang mengadaptasi kisah THE LION KING ke narasi yang lebih luas tentang sejarah dan warisan Afrika.

Ini juga mewakili langkah terbaru Beyoncé sebagai figur “self-directed”, menyejajarkan dirinya dengan mitra media utama, seperti yang telah dia lakukan sebelumnya dengan platform streaming lainnya, Tidal, HBO, Apple dan Netflix. BLACK IS KING yang didasarkan pada lagu-lagu yang dibuat Beyoncé untuk THE LION KING:THE GIFT sebuah album pendamping untuk remake tahun lalu.

"Peristiwa tahun 2020 telah membuat visi dan pesan film lebih relevan," tulisnya dalam postingan yang jarang ia upload di Instagram. "Saya percaya bahwa ketika orang kulit hitam menceritakan kisahnya sendiri, kita dapat menggeser poros dunia dan menceritakan sejarah yang NYATA tentang kekayaan generasi dan kekayaan jiwa kita yang tidak diceritakan dalam buku-buku sejarah."


Beyoncé dan Disney telah memperlihatkan beberapa detail tentang proyek itu sendiri. Itu dibuat dengan para tim kreatif yang hebat, termasuk banyak orang Afrika, dan para pemain populer seperti Lupita Nyong'o, Pharrell Williams, Naomi CampbellJay-Z dan Tina Knowles-Lawson, ibu Beyoncé. Selain itu, tak kalah juga dengan daftar sutradara yang bekerja sama dengan Beyoncé dalam proyek ini termasuk Emmanuel Adjei, Blitz Bazawule, Pierre Debusschere, Jenn Nkiru, Ibra Ake, Dikayl Rimmasch, Jake Nava dan Kwasi Fordjour.


Bahkan proyek tersebut masih misterius. Secara resmi disebut album visual, akan tetapi tampaknya ada serangkaian video musik yang dihubungkan secara naratif dan masih tidak jelas berapa banyak lagu atau film yang dimasukkan. Perwakilan dari Beyoncé dan Disney menolak untuk berkomentar.


Setelah melihat dua trailer singkat yang dirilis, orang-orang masih memperdebatkan topik seperti apa Beyoncé mengeksploitasi stereotip Afrika, dan apakah kehadiran kepala pelayan berkulit putih di pesta teh para wanita berkulit hitam adalah tanda rasisme.


"Dia membiarkan karya seninya untuk berbicara dengan sendirinya," kata Treva Lindsey, seorang profesor studi wanita, gender dan seksualitas di Ohio State University, yang sering berkomentar tentang karya Beyoncé sebelumnya.


Namun, yang lebih jelas adalah strategi media Beyoncé, yang telah ia kembangkan dengan jelas selama dekade terakhir. Setelah memulai karirnya sebagai seorang remaja di Destiny's Child dan melakukan apa yang diharapkan dari semua penyanyi yang sedang naik daun, seperti pada wawancara awal 2010-an, ia telah meninggalkan standar bintang pop, dan membentuk kembali dirinya sendiri.
Sebagian dari pendekatan untuk musiknya yaitu melibatkan lompatan dari satu platform ke platform lain untuk memenuhi kebutuhan setiap proyeknya. Pada awal 2013, HBO merilis film otobiografinya LIFE IS BUT A DREAM, kemudian pada tahun itu juga, ia meramaikan dunia internet dan menjungkirbalikkan dunia musik dengan merilis album BEYONCE di Apple iTunes tanpa pemberitahuan sebelumnya.


LEMONADE, album 2016-nya, pertama kali dirilis di Tidal, layanan streaming yang dimiliki oleh Jay-Z, suaminya dan memiliki film yang ditayangkan di HBO, disutradarai oleh Mark Romanek, Jonas Akerlund, Melina Matsoukas dan lainnya. Tahun lalu, platform streaming lainnya, Netflix juga merilis HOMECOMING film tentang penampilannya di Coachella tahun 2018.


Beyoncé telah mengubah prioritas musiknya. Tidak lagi mengejar popularitasnya, ia telah menggunakan album dan proyek multimedia untuk mengeksplorasi materi yang menantang, dan membuat isu-isu seperti gender dan ras sebagai topik utama dari proyek seninya, dengan beberapa kasus yang terjadi pada ras kulit hitam pada akhir-akhir ini khususnya, menjadi tema utamanya.


BLACK IS KING sangat ditunggu-tunggu oleh para penggemar karena topiknya yang menarik dan mengangkat isu-isu terbaru yang terjadi pada dunia akhir-akhir ini. Ini merupakan sebuah prestasi bagi Beyoncé. Untuk kalian yang ingin menyaksikan proyek album visual dari diva populer ini kalian bisa menontonnya di platform streaming Disney+.

 

Penulis: Shafirra Rizka Ramadhanty

 

 

 

 

(kpl/mag)


REKOMENDASI
TRENDING