'MISS PEREGRINE', Kaya Visual Keren Namun Miskin Jalan Cerita

Kamis, 06 Oktober 2016 08:52 Penulis: Ferry Sanjaya
'MISS PEREGRINE', Kaya Visual Keren Namun Miskin Jalan Cerita MISS PEREGRINE'S HOME FOR PECULIAR CHILDREN © irmonline

Kapanlagi.com - Suka dengan film-film fantasi dengan tone yang dark serta karakter-karakter aneh macam ALICE IN THE WONDERLAND atau MALEFICENT? Well, film ini mungkin cocok untukmu. Dengan judul yang panjang, MISS PEREGRINE'S HOME FOR PECULIAR CHILDREN ternyata suguhkan beberapa hal yang cukup membuatmu mikir.

Film ini terinspirasi dari buku dengan judul yang sama karya Ransom Riggs tahun 2011. Kenapa terinspirasi? Karena cerita film ini tidak sama persis dengan yang ada di buku. Jadi kalau kamu sudah baca bukunya dan berharap lebih dalam film ini, bisa saja kamu kecewa.

Atau malah tidak. Ada satu faktor yang menentukan film ini bagus dari sisi visual atau tidak: Tim Burton. Silakan lihat laman Wikipedianya dan cek list film yang sudah digarapnya, kira-kira bisa kamu simpulkan sendiri tone film dan visualnya bakal seperti apa.

Pemeran Utama Film Ini, Jake (Diperankan Asa Butterfield) © AceshowbizPemeran Utama Film Ini, Jake (Diperankan Asa Butterfield) © Aceshowbiz


Film ini bercerita tentang Jake (diperankan Asa Butterfield) yang mencari tahu penyebab kematian kakeknya, Abe (Terrence Stamp) secara misterius. Penelusurannya membawa Jake menuju rumah Miss Peregrine (Eva Green), pengasuh anak-anak dengan kemampuan khusus.

Soon, Jake sadar jika dia harus menghadapi musuh yang enggak enteng, Mr. Barron (Samuel L Jackson) yang hobi memakan mata para Peculiar (anak-anak dengan kemampuan khusus) beserta pasukan Hollow yang hanya bisa dilihat oleh Jake.

Beberapa Peculiar Atau Anak-Anak Dengan Kemampuan Khusus © foxmoviesBeberapa Peculiar Atau Anak-Anak Dengan Kemampuan Khusus © foxmovies


Dari sisi plot cerita, nothing special sih sebenarnya. Plot tentang seseorang yang memasuki dunia baru, lantas menjadi pahlawan karena dianggap mempunyai sesuatu yang bisa melawan makhluk jahat dalam dunia tersebut sudah ada sejak jaman film Alice In the Wonderland pertama kali diluncurkan.

Begitu pula dengan jalinan cerita yang ditawarkan. Tim Burton sengaja menyetting film ini agar masih cocok jika ditonton oleh anak umur 12 tahunan, jadi jangan harap kamu mendapatkan plot twist, sumpah serapah, adegan seks atau kissing yang berlebihan, dan bunuh-bunuhan. Tim sepertinya menghindari itu semua, walaupun dalam beberapa website, reviewers katakan bahwa film ini masih enggak layak tonton untuk bocah karena tone gelap dan beberapa karakternya yang menakutkan.

Tapi seperti dibilang di awal tadi, yang harus digarisbawahi dalam film ini adalah: Visual. Yap, Tim Burton memang sangat detail banget dalam film ini, yang paling kentara adalah setting tahun 40-an yang otentik. Belum lagi tampilan penuh warna yang akan membuat dirimu betah menonton film ini, walaupun jalan ceritanya terkesan standar.

Miss Peregrine, Diperankan Eva Green © foxmoviesMiss Peregrine, Diperankan Eva Green © foxmovies


Satu lagi, CGI. Yap, Tim juga menyuguhkan tampilan CGI yang bisa membuat kita terkagum-kagum. Seakan semua hal nyentrik bin aneh yang ada di otak Tim keluar semua dalam film ini. hanya ada beberapa hal yang agak mengganjal, terutama CGI dari sosok Hollow yang terkesan seadanya, budget tipis kah? Dengan budget 1,4 Triliun, hanya selisih 500 miliar dari ALICE IN THE WONDERLAND, sepertinya berlebihan jika dibilang budget film ini mepet.

At the end, kita tetap harus menyajikan hiburan yang menyenangkan bagi putra putri kita kan? Jika kamu punya anak di bawah 13 tahun, better stay away from this movie. Yes, memang Tim Burton sudah semampunya membuat film ini agar cocok ditonton oleh semua orang, tapi tetap saja ada bagian yang dirasa sangat creepy, bahkan untuk ukuran orang dewasa sekalipun.

Namun begitu, acung jempol untuk salah satu lagi karya Tim Burton yang menakjubkan. Bukan dari jalinan cerita, namun dari imajinasi liarnya yang mampu dituangkan dengan baik ke dalam sisi visual. Tonton film ini, dan bersiaplah dibawa ke dalam dunia imajinasi versi Tim Burton.

(kpl/frs)

Editor:

Ferry Sanjaya


REKOMENDASI
TRENDING