Movie Talk: Menapaki Kisah Hidup Sang 'CRUELLA' di Dunia Fesyen, Sebelum Jadi Tokoh Jahat yang Kita Kira

Selasa, 18 Mei 2021 23:04 Penulis: Mahardi Eka Putra
Movie Talk: Menapaki Kisah Hidup Sang 'CRUELLA' di Dunia Fesyen, Sebelum Jadi Tokoh Jahat yang Kita Kira Emma Stone sebagai Cruella de Vil. Copyright: Walt Disney Pictures

Kapanlagi.com - Disney bersiap merilis film CRUELLA pada 28 Mei mendatang. Adaptasi lepas tokoh Cruella de Vil dari kisah 101 Dalmatian yang tersohor ini bisa jadi film live action terkelam Disney yang pernah dirilis. Bukan semata Cruella adalah tokoh antagonis yang ikonik dalam sejarah film-film Disney, tapi CRUELLA menyertakan kisah balas dendam dan bakal ada momen kematian. 

"Tidak akan sampai rating R, tapi ini bakal jadi film terkelam Disney," ungkap Emma Stone dalam virtual press conference CRUELLA, Minggu dini hari. Aktris pemenang Oscar ini menjelma menjadi Estella dalam cerita. Dengan rambut ikonik sebelah hitam dan sebelah putih, Estella kecil kerap dibully. Tidak hanya karena penampilannya yang tidak biasa tetapi juga karena temperamennya serta gaya berpakainnya yang eksentrik. Estella mengalami kejadian naas, yang mengakibatkan ia harus hidup sebatang kara di London. Pertemuannya dengan Horace dan Jasper yang membuatnya bertahan hidup. 

Kemampuannya merancang busana membuatnya berhasil masuk ke dunia adibusana yang diidamkan sejak kecil. Dari situ ia bertemu dengan Baroness (Emma Thompson), desainer wahid yang jadi tidak ada tandingannya. Dengan insting fashionnya, Estella dilirik oleh Baroness dan karirnya pun meroket.

Namun, siapa sangka bahwa pertemuannya dengan Baroness akan membuat Estella menjadi sosok yang benar-benar berbeda nantinya. 

Teaser pertama CRUELLA yang menampilkan tiga sekawan Horace (Paul Walter Hauser), Cruella (Emma Stone), dan Jasper (Joel Fry). Copyright: Walt Disney Pictures.Teaser pertama CRUELLA yang menampilkan tiga sekawan Horace (Paul Walter Hauser), Cruella (Emma Stone), dan Jasper (Joel Fry). Copyright: Walt Disney Pictures.

Eksplorasi Kisah Hidup Tokoh Ikonik Disney 

Sejak CINDERELLA, Disney rajin memproduksi fllm-film live action yang kebanyakan diadaptasi dari animasi lawas mereka. Sebut saja THE LION KING, ALADDIN, MALEFICENT, dan BEAUTY AND THE BEAST. Hingga akhirnya tibalah giliran CRUELLA. Alih-alih berfokus kepada dua tokoh Roger dan Anita serta Pongo Perdita (nama anjing Dalmatian) seperti film tahun 1996 dan 2000, kali ini fokusnya pada sosok antagonisnya yang ikonik. 

Sutradara Craig Gillespie memperlakukan Cruella bukan sebagai sosok yang benar-benar jahat. Ia ingin agar Cruella terlihat abu-abu. "Menggarap tokoh antagonis itu menyenangkan. Aku ingin ada ruang di mana Cruella terlihat jahat dan juga baik. Sebisa mungkin terlihat seperti itu agar orang berempati dengan keputusan-keputusan yang ia ambil dalam hidupnya," ujar Craig. Selain itu, Cruella juga digarap sebagai sosok yang penuh dengan keseruan. 

Butuh proses panjang untuk bisa menghadirkan sosok Cruella yang demikian. Ada banyak pertemuan untuk brainstorming dan proses penulisan selama empat tahun sebelum akhirnya proyek film ini dimulai.

"Kami pernah merasa film ini tidak bakal jadi karena meski sosoknya menyenangkan dan menarik, kita perlu menghadirkan dunianya Cruella. Sehingga, kita bisa menapaki dan memahaminya," papar Emma. 

CRUELLA menghadirkan cerita baru dan semua berfokus kepada tokoh Cruella dengan masih menyertakan beberapa detail ikonik dari 101 DALMATIANS.

"Rasanya masih tidak percaya, kita akhirnya menggarap CRUELLA," pekik Emma. 

CRUELLA mengambil setting 70-an. CRUELLA mengambil setting 70-an.

Cruella di Couture Culture London Era 70-an

Deretan trailer dan teaser CRUELLA menampilkan setting dan desain produksi yang begitu memanjakan mata. Penonton akan bisa melihat arsitektur, interior, fashion, sampai tampilan double decker yang ikonik dari London pada era 70-an. 

Fiona Crombie yang bertanggung jawab pada desain produksi menyebut bahwa tantangan terbesar untuk mewujudkanya adalah jumlah lokasi syuting yang banyak. 

"Kami benar-benar sangat sibuk, ada sekitar 120 set syuting. Beberapa di antaranya malah hanya ruangan kecil. Namun, kurasa tingkat kedetailan yang seperti ini yang bikin menyenangkan," ungkap Fiona.

Mendukung Fiona, Nadia Stacey dari departemen tata rias dan tata rambut juga memaksimalkan nuansa era 70-an yang sedang dibangun. Terlebih, tata rambut juga punya kontribusi penting dalam cerita. 

"Rambut dalam film ini bisa dianggap sebagai pengalihan perhatian. Estella (Emma Stone) perlu bersembunyi dari Baroness. Maka kami merancang Estella seperti gadis London pada umumnya, sementara Cruella begitu ekstrem dengan busana couturenya (adibusana)," jelas Nadia. 

Bagian yang tak kalah penting adalah pemilihan kostum dalam film ini. Apalagi kisahnya berkutat pada industri couture yang memerlukan banyak gaun adibusana. Disney mempercayakan semuanya itu kepada Jenny Beavan, desainer kostum pemenang Oscar lewat film MAD MAX: FURY ROAD. 

Salah satu gaun couture dalam film. Foto: Walt Disney Pictures. Salah satu gaun couture dalam film. Foto: Walt Disney Pictures.

Bagi Jenny, merancang kostum-kostum couture yang begitu megah dan luar biasa dalam film ini sanga terbantu skenario dan ceritanya. Selain itu, Jenny juga menjadikann Cruella versi Glenn Close sebagai salah satu sumber inspirasinya.

"Inspirasinya sangat beragam karena penampilannya dalam film sangat beragam. Banyak yang membicarakan versi punk (dalam trailer). Aku selalu menarik penampilan dari benang merah cerita. Aku juga melihat Westwood, McQueen, Galliano, BodyMap, dan pengalamanku di Biba," cerita Jenny. 

Cruella bakal tampil dengan gaun-gaun dengan rok super panjang dan lebar, kostum ala punk, latex hitam, dan juga coat polka dot Dalmatian yang ikonik itu. Jenny dan Craig benar-benar mengutak-atik kostum Cruella dalam film. "Aku ingin menyertakan sentuhan modern dengan memadupadankan bahan-bahan yang ada," tambahnya.

Parade couture dalam film ini tak akan lengkap bila tidak ada sosok Baroness yang diperankan Emma Thompson

Cruella Versus Baroness

Baroness dikisahkan sebagai desainer wahid yang tidak ada tanding di London. ia punya sikap eksentrik dalam menjalankan bisnisnya. Tidak ada staffnya yang berani berbuat salah dalam menjalankan perintah Baroness. 

Diperankan oleh Emma Thompson, Baroness hadir dengan busana-busana couture yang begitu elegan, glamor, dan juga unik desainnya. Dalam preskon, Thompson menyebut peran ini adalah peran paling menyenangkan baginya.

"Rasanya nggak perlu akting hahaha. Sangat menyenangkan. Aku menunggu tahunan untuk bisa tampil sebagai penjahat," ceritanya.

Di sepanjang film, kalian bisa melihat relasi Baroness dan Cruella yang bermula dari atasan bawahan menjadi lawan dalam perang busana couture. Setiap momen pertemuan mereka adalah panggung pameran busana. Penasaran seperti apa akhir filmnya nanti?

CRUELLA akan tayang di bioskop terdekat kotamu per 28 Mei mendatang. Film ini dibintangi oleh Emma Stone, Emma Thompson, Mark Strong, Paul Walter Hauser, dan Joel Fry. Simak trailernya di bawah ini

(kpl/dka)


REKOMENDASI
TRENDING