6 Rekomendasi Film Bertema Arsitek dan Bangunan Ikonik, Kisah Ambisi di Balik Karya yang Memukau

6 Rekomendasi Film Bertema Arsitek dan Bangunan Ikonik, Kisah Ambisi di Balik Karya yang Memukau
Columbus (2017) (imdb.com)

Kapanlagi.com - Arsitektur ternyata bisa menjadi bahan cerita film yang jauh lebih menarik daripada sekadar menampilkan gedung megah sebagai latar visual, sebab di balik sebuah bangunan selalu ada gagasan, ambisi, idealisme, bahkan konflik antara orang-orang yang ingin meninggalkan sesuatu untuk dikenang. Beberapa film berhasil membawa dunia tersebut ke layar dengan cara yang menarik, mulai dari kisah arsitek yang mempertahankan prinsip desainnya sampai karakter yang harus menghadapi konsekuensi dari bangunan yang pernah ia ciptakan.

Menariknya lagi, rekomendasi film bertema arsitek dan bangunan ikonik berikut tidak semuanya hadir dalam bentuk drama fiksi, karena ada pula dokumenter yang mengajak penonton mengenal kehidupan serta pemikiran salah satu arsitek paling berpengaruh di dunia. Jadi, selain menikmati cerita yang kuat, penonton juga bisa melihat bagaimana ruang, bentuk, struktur, dan sebuah bangunan dapat mempunyai hubungan erat dengan kehidupan manusia yang berada di dalamnya.

1. The Brutalist (2024)

The Brutalist (2024) (imdb)

The Brutalist membawa penonton mengikuti László Tóth, seorang arsitek Yahudi-Hungaria yang meninggalkan Eropa setelah Perang Dunia II dan mencoba membangun kembali kehidupannya di Amerika Serikat. Di tengah perjuangannya sebagai imigran, kemampuan László dalam merancang bangunan akhirnya menarik perhatian Harrison Lee Van Buren, seorang industrialis kaya yang memberinya kesempatan mengerjakan proyek besar, tetapi hubungan profesional tersebut perlahan memperlihatkan bahwa kesuksesan, kekuasaan, dan ambisi dapat memiliki harga yang sangat mahal.

Film arahan Brady Corbet ini menjadikan arsitektur jauh lebih dari sekadar pekerjaan sang karakter utama, sebab cara László memandang desain juga mencerminkan pengalaman hidup, trauma, idealisme, dan keinginannya meninggalkan warisan yang dapat bertahan lama.

Bangunan monumental yang ia kerjakan kemudian menjadi pusat berbagai konflik dalam cerita, membuat The Brutalist terasa cocok bagi penonton yang tertarik pada hubungan antara seorang arsitek, klien berkuasa, kreativitas, serta kompromi yang terkadang harus dihadapi ketika sebuah visi besar mulai diwujudkan.

2. Columbus (2017)

Columbus (2017) (imdb)

Berbeda dari film tentang arsitek yang penuh persaingan dan proyek berskala besar, Columbus menawarkan pendekatan yang jauh lebih tenang melalui pertemuan Jin dan Casey di Columbus, Indiana. Jin datang ke kota tersebut setelah ayahnya, seorang akademisi arsitektur, jatuh sakit, sementara Casey merupakan perempuan muda yang sangat tertarik pada bangunan modernis di sekelilingnya, tetapi merasa sulit meninggalkan kota dan ibunya untuk mengejar masa depan yang sebenarnya ia inginkan.

Hubungan keduanya berkembang melalui percakapan sambil menjelajahi bangunan-bangunan modernis yang membuat Columbus dikenal sebagai salah satu kota penting bagi penggemar arsitektur di Amerika Serikat.

Menariknya, arsitektur di film arahan Kogonada ini bukan hanya benda indah untuk dipandang, melainkan menjadi cara bagi karakter untuk membicarakan perasaan, pilihan hidup, hubungan keluarga, hingga sesuatu yang sulit mereka ungkapkan secara langsung, sehingga gedung dan ruang yang mengelilingi mereka terasa seperti karakter tambahan dalam cerita.

3. The Belly of an Architect (1987)

The Belly of an Architect (1987) (imdb)

The Belly of an Architect mengikuti Stourley Kracklite, seorang arsitek Amerika yang datang ke Roma untuk mengorganisasi pameran mengenai Étienne-Louis Boullée, arsitek neoklasik Prancis dari abad ke-18 yang sangat ia kagumi. Namun, proyek yang seharusnya menjadi pencapaian penting dalam kariernya justru berjalan beriringan dengan masalah kesehatan, keretakan kehidupan pribadi, serta kecemasan yang membuat kondisi mental Kracklite semakin tidak stabil selama tinggal di ibu kota Italia tersebut.

Daya tarik terbesar film garapan Peter Greenaway ini tentu terletak pada penggunaan Roma sebagai bagian penting dari penceritaan, dengan berbagai bangunan dan ruang monumental seperti Pantheon serta Piazza Navona tampil dalam komposisi visual yang kuat.

Kemegahan arsitektur kota tersebut sering membuat Kracklite terlihat kecil di dalam frame, seolah menegaskan pertentangan antara ambisi manusia yang terbatas dengan karya arsitektur yang mampu bertahan melampaui usia penciptanya, sehingga film ini terasa menarik sekaligus cukup unik dibanding drama tentang arsitek pada umumnya.

4. The Fountainhead (1949)

The Fountainhead (1949) (imdb)

Dirilis pada 1949, The Fountainhead mengisahkan Howard Roark, seorang arsitek idealis yang berusaha mempertahankan kebebasan kreatifnya ketika lingkungan profesional di sekitarnya justru menuntut kompromi.

Roark memiliki gagasan kuat mengenai seperti apa bangunan seharusnya dirancang dan memilih menolak pekerjaan apabila klien meminta desainnya diubah menjadi sesuatu yang bertentangan dengan prinsip tersebut, meskipun keputusan itu membuat perjalanan kariernya menjadi jauh lebih sulit.

Konflik itulah yang membuat The Fountainhead tetap relevan untuk tema film tentang arsitek, karena penonton bukan hanya melihat seseorang menggambar atau membangun gedung, tetapi juga diajak mengikuti perdebatan mengenai orisinalitas, kreativitas, kepentingan bisnis, dan hak seorang desainer terhadap hasil karyanya.

Drama arahan King Vidor ini memang berasal dari era yang jauh berbeda, tetapi pergulatan Howard Roark antara idealisme dan tekanan profesional membuatnya tetap menarik bagi penonton yang ingin melihat sisi filosofis dari pekerjaan seorang arsitek.

5. The Architect (2006)

The Architect (2006) (imdb)

Sesuai judulnya, The Architect benar-benar menempatkan profesi arsitek sebagai bagian penting dari konflik cerita melalui karakter Leo Waters, seorang arsitek sukses yang harus menghadapi kembali salah satu proyek yang pernah ia rancang.

Masalah bermula ketika Tonya Neely, aktivis yang tinggal di kompleks perumahan publik buatan Leo, mendatanginya dan meminta dukungan untuk menghancurkan kompleks tersebut karena para penghuni melihat lingkungan tempat tinggal itu sebagai ruang yang berbahaya dan penuh persoalan.

Situasi tersebut membuat film arahan Matt Tauber ini menghadirkan pertanyaan menarik tentang tanggung jawab seorang arsitek setelah sebuah proyek selesai dibangun, terutama ketika rancangan yang terlihat baik di atas kertas ternyata tidak memberikan pengalaman hidup yang sama bagi penghuninya.

Konflik Leo dan masyarakat yang hidup di dalam bangunannya juga menjadikan film ini tidak hanya berbicara mengenai desain, tetapi turut menyinggung hubungan antara arsitektur, lingkungan sosial, ego profesional, serta konsekuensi yang mungkin muncul bertahun-tahun setelah sebuah bangunan berdiri.

6. How Much Does Your Building Weigh, Mr Foster? (2010)

How Much Does Your Building Weigh, Mr Foster? (2010) (imdb)

Bagi penonton yang ingin melihat dunia arsitektur melalui kisah nyata, dokumenter How Much Does Your Building Weigh, Mr Foster? menjadi pilihan yang berbeda dari lima film sebelumnya. Film tahun 2010 ini mengikuti perjalanan Norman Foster hingga menjadi salah satu arsitek terkemuka dunia, sekaligus memperlihatkan bagaimana ketertarikannya pada desain, teknologi, struktur, dan lingkungan berkembang menjadi filosofi yang terus ia bawa sepanjang karier profesionalnya.

Alih-alih hanya memamerkan bentuk bangunan yang spektakuler, dokumenter arahan Carlos Carcas dan Norberto López Amado ini berusaha memperlihatkan pemikiran di balik karya Foster serta keyakinannya bahwa desain dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia.

Perjalanan karier, proses berpagasan, dan hubungan antara teknologi dengan arsitektur membuat film ini cocok ditonton setelah deretan drama fiksi sebelumnya, terutama bagi penonton yang penasaran bagaimana seorang arsitek dunia mengubah ide yang awalnya berada di kepala menjadi struktur nyata yang kemudian dikenali banyak orang.

7. Pertanyaan dan Jawaban Seputar Film Bertema Arsitek dan Bangunan Ikonik

1. Apa film tentang arsitek yang paling menarik untuk ditonton?

The Brutalist dapat menjadi pilihan karena profesi arsitek, idealisme desain, hubungan dengan klien, dan pembangunan proyek monumental menjadi bagian utama ceritanya.

2. Apakah Columbus merupakan film tentang arsitektur?

Ya. Meskipun cerita utamanya berfokus pada Jin dan Casey, berbagai bangunan modernis di Columbus, Indiana, mempunyai peran besar dalam perkembangan karakter dan cerita.

3. Film apa yang cocok untuk mahasiswa arsitektur?

Columbus, The Fountainhead, The Architect, dan How Much Does Your Building Weigh, Mr Foster? menarik karena menawarkan perspektif berbeda mengenai desain, profesi, idealisme, dan dampak bangunan terhadap manusia.

4. Apakah ada film dokumenter tentang arsitek terkenal?

Ada. How Much Does Your Building Weigh, Mr Foster? merupakan dokumenter yang membahas perjalanan serta pemikiran arsitek Inggris Norman Foster.

5. Film apa yang menampilkan banyak arsitektur ikonik?

The Belly of an Architect menjadi salah satu pilihan menarik karena memanfaatkan berbagai bangunan dan lanskap arsitektur Roma sebagai bagian penting dari visual serta ceritanya.

(kpl/ank)

Rekomendasi

Trending