Review PROFESSOR AND THE MADMAN: Kolaborasi Unik Dua Jenius dalam Penyusunan Kamus Oxford

Senin, 12 Oktober 2020 17:52 Penulis: Zaki Mursidan Baldan
Review PROFESSOR AND THE MADMAN: Kolaborasi Unik Dua Jenius dalam Penyusunan Kamus Oxford (c) Mola TV

Kapanlagi.com - Selalu seru dan menyenangkan saat menyaksikan sebuah film yang mengusung genre historical drama. Selain dapat menikmati alur cerita yang terkadang sangat menyita emosi penonton, film jenis ini juga ampuh banget untuk membantu membuka wawasan serta pengetahuan para penonton. Terlebih lagi, historical drama biasa mengangkat tema dan cerita tentang kejadian monumental yang pernah terjadi dalam peradaban sebuah negara.

(c) Mola TV(c) Mola TV

Kesan seperti itu pun akan kamu dapatkan saat menikmati sebuah film karya P. B. Shemran berjudul PROFESSOR AND THE MADMAN. Film berdurasi total kurang-lebih 124 menit ini dibintangi oleh deretan aktor kawakan yang kualitas aktingnya tak perlu diragukan lagi. Di antaranya Mel Gibson, Sean Penn, Natalie Dormer, Eddie Marsan, Jennifer Ehle, dan masih banyak lagi. Film ini diadaptasi dari buku tahun 1998 berjudul THE SURGEON OF CROWTHORNE atau PROFESSOR AND THE MADMAN karya Simon Winchester.

Highlight Pada Akting Mengagumkan Mel Gibson dan Sean Penn

(c) Mola TV(c) Mola TV

Dari deretan nama di atas, tentunya duet akting Mel Gibson dan Sean Penn menjadi highlight utama yang disajikan pada para penonton. Mel Gibson dipercaya untuk memerankan sosok profesor James Murray, seorang profesor yang mahir 17 bahasa berasal Skotlandia. Ia dipercaya untuk merampungkan mega proyek nasional langsung dari kerajaan Inggris Raya. Tentu hal ini seolah menjadi Dream Comes True sekaligus tantangan yang menarik untuk ditaklukkan. Sedangkan Sean Penn berperan sebagai Dr. William Chester Minor, seorang tenaga medis di masa peperangan yang mengidap trauma berat, psikososial, dan skizofrenia akut.

Plot Menegangkan PROFESSOR AND THE MADMAN

(c) Mola TV(c) Mola TV

Film dibuka dengan adegan mengerikan di mana Dr. Minor seolah-olah sedang diburu oleh seseorang yang hendak membunuhnya. Dalam kondisi kacau, ia akhirnya harus menembak seorang pria tak berdosa yang merupakan penopang hidup sebuah keluarga. Mirisnya, Dr. Minor menembaknya di depan mata sang istri dan mengakibatkan trauma berat pada ibu beranak empat. Dalam pengadilan kemudian diputuskan jika Dr. Minor mengidap penyakit jiwa dan harus dirawat serta direhabilitasi di rumah sakit jiwa.

(c) Mola TV(c) Mola TV

Beralih pada Dr. Murray, pada sebuah scene diceritakan jika ia dipercaya oleh delegasi agung Oxford University untuk merampungkan penyusunan kamus besar bahasa Inggris Oxford. Tentu saja keputusan ini mengundan pro dan kontra, karena Murray dianggap belum memenuhi beragam persyaratan akademis karena ia diceritakan putus sekolah pada usia 14 tahun. Semua kelihaiannya dalam 17 bahasa diperoleh secara otodidak.

(c) Mola TV(c) Mola TV

Awalnya proyek pembuatan kamus besar bahasa inggris Oxford itu ditargetkan selesai dalam waktu tujuh tahun. Namun miss target membuatnya berada dalam posisi sulit dan melecutnya untuk mencetuskan sebuah ide brilian yaitu dengan melibatkan publik pengguna bahasa Inggris untuk menjadi kontributor. Dari sinilah perlahan koneksi terjadi antara Dr. Murray dan Dr. Minor yang tak sengaja membaca pengumuman tersebut dari buku yang dihadiahkan kepadanya.

Mendengar pengumuman tersebut, Dr. Minor menjadi relawan untuk membantu penyusunan kamus Oxford. Tanpa diduga, kehadirannya sebagai kontributor ternyata sangat membantu Dr. Murray dan tim dalam mengatasi segala kesulitan dan kebuntuan. Meski komunikasi hanya dilakukan lewat surat-menyurat, luar biasanya Dr. Minor sanggup berkontribusi lebih dari 10 ribu kata plus definisi dan sejarahnya, meski kondisi kesehatannya sedang tidak stabil. Plot berlanjut dengan manis karena jilid perdana kamus Oxford akhirnya berhasil dirampungkan dengan penuh bangga.

(c) Mola TV(c) Mola TV

Namun tentu saja plot tak berhenti sampai di situ karena selanjutnya banyak intrik mulai terjadi. Misalnya kolega Dr. Murray yang memiliki rencana jahat, kepribadian Dr. Minor yang sulit ditebak, istri Dr. Murray yang ternyata menyimpan konflik dalam diri, pengkhianatan, hingga munculnya bibit-bibit cinta pada dua tokoh penting dalam PROFESSOR AND THE MADMAN.

(c) Mola TV(c) Mola TV

Sekilas plot di atas akan memberitahukan pada penonton betapa dalam penyusunan kamus Oxford, ada kejadian-kejadian monumental yang patut untuk disimak. Pada dasarnya, PROFESSOR AND THE MADMAN merupakan film historical drama yang sangat memanjakan, terlebih bagi para pecinta sejarah yang punya interest tinggi terhadap sejarah bahasa.

Tontonan Berkualitas dan ‘Bergizi’

(c) Mola TV(c) Mola TV

Setting-nya mengambil tahun sekitar 1800-an dan dalam hal ini shout out patut diberikan pada P. B. Shemran, Nicolas Chartier, dan Gastón Pavlovich yang sanggup menyajikan set yang ‘hidup’. Properti yang digunakan pun begitu mewakili bayangan akan kondisi di masa itu. Kredit juga patut diberikan pada Mel Gibson yang sanggup memerankan tokoh Sir James Murray dengan begitu memesona. Aksen serta gaya bicara yang kental dari orang-orang Skotlandia mampu ia tampilkan dengan memukau. Tak lupa, Sean Penn juga sanggup memamerkan kualitas akting jempolan yang terkadang pada beberapa scene sanggup membuat bulu kuduk merinding. Aktor kawakan kelahiran 17 Agustus 1960 itu sanggup menampilkan karakter yang tersiksa, sakit, jatuh cinta, dan jenius sekaligus.

Secara keseluruhan, PROFESSOR AND THE MADMAN merupakan tontonan berkualitas yang sanggup mengombang-ambingkan perasaan dan pikiran para penonton. Plot yang runtut dengan kilasan masa lalu, percakapan yang padat, dan fakta sejarah tentang penciptaan kamus Oxford bakal menjadi sajian ‘bermutu’ yang sayang buat dilewatkan. Nggak heran kalau IMDb mengganjar film ini dengan rating 7,3.

(c) Mola TV(c) Mola TV

Kabar gembiranya PROFESSOR AND THE MADMAN sekarang sudah bisa kamu tonton secara eksklusif di Mola TV. Tunggu apalagi? Kulik ilmu pengetahuan menarik tentang sejarah bahasa dan penyusunan kamus Oxford dengan nonton filmnya di sini yuk!

 

(kpl/zki)


REKOMENDASI
TRENDING