Jadi Buah Bibir Seusai Oscar, Ini Penjelasan Inclusion Rider

Kamis, 08 Maret 2018 15:16 Penulis: Editor KapanLagi.com
Jadi Buah Bibir Seusai Oscar, Ini Penjelasan Inclusion Rider https://pi.tedcdn.com/r/pe.tedcdn.com/images/ted/aae82a50e897dbeea4237bd632f7a5da09bc6a81_2880x1620.jpg?w=1200

Kapanlagi.com - Oscar tahun ini meninggalkan berbagai kesan. Terlebih lagi karena istilah yang dilontarkan oleh Frances McDormand, ‘Inclusion Rider’. Ya, ‘Inclusion Rider’ menjadi perbincangan banyak orang. Sebetulnya, apa sih arti ‘Inclusion Rider’ itu?

Dalam pidato kemenangannya, Frances McDormand mengakhiri dengan istilah ‘Inclusion Rider’. Penutup tersebut memiliki maksud untuk meningkatkan diversitas dalam kontrak-kontrak film Hollywood. “Itu berarti Anda bisa meminta keragaman minimal 50% (dari keseluruhan yang terlibat dalam film), tidak hanya di casting tapi juga di kru," terang wanita yang telah berkiprah di dunia hiburan sejak 1985 ini.

Dalam pidato kemenangannya, Frances McDormand mengakhiri dengan istilah ‘Inclusion Rider’.Dalam pidato kemenangannya, Frances McDormand mengakhiri dengan istilah ‘Inclusion Rider’.

Akibat hal tersebut publik mencari istilah ‘Inclusion Rider’ di Google. Namun ternyata kebanyakan keliru menuliskan ‘rider’ menjadi ‘writer’. McDormand sendiri mengatakan bahwa dirinya baru menyadari istilah tersebut, meski sebetulnya ‘Inclusion Rider’ sudah ada sejak tahun 2016.

Ternyata ‘Inclusion Rider’ diciptakan oleh Stacy Smith, seorang peneliti media. Dalam TED Talks ia menjelaskan bahwa istilah tersebut adalah suatu cara agar lebih banyak wanita, etnis minoritas, dan orang-orang disabilitas yang muncul di layar. Dr Smith mengemukakan konsep tersebut bersama dengan Kalpana Kotagal, pengacara hak sipil dan pekerjaan praktek di Washington DC. Tidak hanya berdua, hadir pula Fanshen Cox DiGiovanni, seorang produser sekaligus aktor.

Profesor University of Southern California ini berpendapat bahwa "terdapat ‘equity clause’ dalam kontrak aktor papan atas. Hal tersebut memungkinkan adanya peran-peran kecil di layar "untuk mencocokkan atau mencerminkan demografi tempat cerita berlangsung" terangnya. Penjelasan Smith ini berarti bahwa para aktor ‘Inclusion Rider’ ini dapat meminta adanya diversity dengan tingkatan tertentu dalam kontraknya.

Berbicara kepada audiens di San Francisco, Dr Smith mengatakan " The typical feature film memiliki sekitar 40 sampai 45 tokoh di dalamnya. Saya berpendapat bahwa hanya 8 sampai 10 tokoh yang sebenarnya relevan dengan cerita,” ucapnya. "(ada) 30 peran yang tersisa. Tidak ada alasan mengapa peran minor tersebut tidak sesuai atau mencerminkan demografi tempat cerita berlangsung,” tambah Smith. Pernyataan Smith ini berarti bahwa peran-peran minor tersebut dapat diisi oleh orang-orang yang selama ini terpinggirkan dalam dunia film.

Smith merasa bahwa penyebutan istilah itu oleh McDormand dalam Oscar adalah suatu kejutan yang luar biasa. Ia merasa senang. Terlebih tak lama kemudian Brie Larson memberikan tanggapan positif di twitternya. “I'm committed to the Inclusion Rider, Who's with me?” kicau pemenang best actress pada Academy Award 2016 lalu.

McDormand juga mendapatkan dukungan dari Billie Jean King, seorang mantan petenis. Ada juga Jack Thorne penulis skenario Inggris serta Elizabeth Banks, bintang film PITCH PERFECT.

Disadur oleh Tantri D. Rahmawati dari bbc.

(kpl/mag)


REKOMENDASI
TRENDING