HOLLYWOOD

Soal Gaduh Paris Fashion Week, Ini Klarifikasi dari Fashion Division

Minggu, 20 Maret 2022 18:15

Paris Fashion Week ©FHCM

Kapanlagi.com - Pendiri dan CEO Fashion Division Wulan S. Haryono didampingi kuasa hukumnya Minola Sebayang membuat klarifikasi terkait tudingan melakukan penipuan publik saat mengajak desainer dan brand Indonesia di event Paris Fashion Show yang dihelat bersamaan dengan Paris Fashion Week, beberapa waktu lalu.

"Mengenai adanya isu miring yang menuduh Fashion Division maupun Wulan S. Haryono telah melakukan penipuan kepada para brand/desainer dengan mengatakan bahwa akan masuk ke dalam jadwal Paris Fashion Week yang diadakan oleh FHCM adalah tuduhan yang tidak benar," kata Minola di Jakarta, Jumat (18/3/2022).

1. Perusahaan Resmi di Prancis dan Indonesia

Minola pun menjelaskan Fashion Division, yang berdiri sejak 2015, merupakan perusahaan resmi yang terdaftar di Prancis dan Indonesia sebagai fashion show production dan sejak 2017 mulai menawarkan program bagi desainer Asia yang ingin menampilkan karya-karyanya di Paris lewat Fashion Show.

Fashion Division juga tidak terafiliasi dengan pihak penyelenggara Paris Fashion Week, yakni Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM).

"Fashion Divison tidak pernah mengklaim maupun mempromosikan diri sebagai bagian dari FHCM dan tidak pernah mengatakan bahwa Paris Fashion Show yang diadakannya menjadi bagian dari Paris Fashion Week ON Schedule yang diadakan FHCM," tuturnya.

2. Diajak Tampil di Paris Fashion Show

Wulan S Haryono, bahkan jauh sebelum acara sudah menjelaskan kepada brand maupun desainer yang diajaknya ke Paris bahwa mereka diajak untuk tampil di Paris Fashion Show, bukan di Paris Fashion Week.

"Bahwa jauh sebelum diadakannya Fashion Show tersebut, Wulan S. Haryono sebagai pendiri Fashion Division sudah pernah memberikan edukasi lewat Webinar Youtube yang memaparkan mengenai Fashion Show yang diadakan Fashion Division adalah Off Schedule yang bukan diselenggarakan oleh FHCM. Jadi apabila terdapat pihak-pihak yang mengkiaim bahwa event yang mereka ikuti adalah bagian dari Paris Fashion Week yang diadakan oleh FHCM, hal tersebut adalah diluar tanggung jawab Fashion Division karena dari awal, Fashion Division telah menjelaskan event tersebut," papar Minola.

3. Dibolehkan Pakai Nama Paris Fashion Week

Minola juga menjelaskan bahwa pihak FHCM memperbolehkan soal pemakaian nama 'Paris Fashion Week', seperti 'During Paris Fashion Week', 'At Paris Fashion Week', '#Parisfashionweek', dan 'PFW'. Namun, menandai akun @parisfashionweek dan @fhcm di unggahan Instagram, atau memakai logo resmi PFW sangat dilarang keras.

"Yang tidak diperbolehkan adalah men-tag @Parisfashionweek, @FHCM, atau menggunakan logo resmi Paris Fashion Week," tuturnya.

4. Sempat Ramai

Ramai-ramai soal sederet brand lokal yang tampil di Paris Fashion Week 2022 memang telah menjadi perbincangan hangat selama seminggu terakhir. Berawal dari postingan Wanda Hamidah yang berkomentar soal hal tersebut, kini brand dan artis-artis yang terlibat justru menuai kritik pedas netizen.

Brand yang semula mempromosikan acara mereka dengan mengaku tampil di acara Paris Fashion Week (PFW) 2022, pun sudah mengganti caption mereka menggunakan Paris Fashion Show dan sejenisnya. Namun rupanya masih ada sederet selebriti yang masih menggunakan tagar PFW dalam postingan socmed mereka.

Berhasil viral dan bikin geram banyak pihak khususnya publik tanah air, rupanya isu ini sampai juga ke telinga pihak PFW. Lewat akun Instagram resminya, Paris Fashion Week menuliskan peringatan.

5. Postingan Akun Resmi PFW

"HATI-HATI - PENCURI IDENTITAS. Komunikasi palsu dan tawaran pekerjaan atas nama Federation de la Haute Couture et de la Mode (FHCM) dan Presiden Eksekutifnya saat ini tengah beredar. Klaim ini menawarkan kontrak permanen untuk agensi « Egeriam », dugaan agensi kreatif Federasi. Mereka terutama disampaikan oleh profil Charlotte Seguin dan Violene La Borde di media sosial (Linkedin, Facebook.)," tulis PFW via Insta Story mereka.

"Federation de la Haute Couture et de la Mode dan Presiden Eksekutifnya sama sekali tidak terkait dengan profil ini, yang keasliannya dipertanyakan. Jika ada permintaan dari agensi Egeriam atau Violene Laborde dan Charlotte Seguin, kami sarankan untuk tidak melanjutkan percakapan dan terus memberi tahu kami," tambahnya.


REKOMENDASI
TRENDING