SELEBRITI

Alami Pendarahan Pada Otak, Begini Kronologi Serta Kondisi Tukul Arwana Saat Dibawa ke Rumah Sakit

Selasa, 28 September 2021 17:14

Tukul Arwana ©KapanLagi.com/Budy Santoso

Kapanlagi.com - Tukul Arwana dilarikan ke RS Pusat Otak Nasional, kawasan Cawang, Jakarta Timur, pada Rabu pekan lalu. Banyak berita simpang siur kemudian bermunculan mengenai penyebab sakitnya pria pemilik kumis lele tersebut.

Pihak rumah sakit akhirnya buka suara perihal kondisi awal saat pria dengan nama lahir Riyanto itu dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sewaktu datang, kondisi komedian tersebut sudah menurun.

"Saat masuk ke IGD dalam keadaan nyeri di kepala, kelemahan satu sisi tubuh, muntah-muntah dan sudah mulai mengantuk atau alami penurunan kesadaran. Kami, tim IGD langsung memeriksa, mengevaluasi dan memutuskan untuk melakukan operasi dengan segera," kata dr. Ricky Gustanto Kurniawan seperti dikutip KapanLagi.com dalam jumpa pers virtual.

Saat masuk IGD, pihak kedokteran menyebut bila Tukul alami hipertensi. Begitu di-CT scan, baru ketahuan bila terjadi pendarahan pada otak.

"Saat kami terima, pasien dalam kondisi hipertensi. Saat ditensi di IGD, sekitar 200-an. Pada saat kami lakukan pemeriksaan CT Scan secara lengkap, ditemukan terjadi pendarahan sekitar 80 cc. Kami berpikir itu respon spontan pendarahan karena hipertensi," ucap dr. Sardiana Salam pada kesempatan yang sama.

1. Tukul Ditempatkan di Ruang Semi Intensif

Saat ini Tukul Arwana telah ditempatkan di ruang semi intensif RS Pusat Otak Nasional. Ia berada dalam kondisi sadar dan bisa merespons instruksi dari dokter dengan baik.

"Untuk saat ini Bapak Tukul ada di ruang semi intensif dan dalam kondisi sadar. Dia responsif, bisa menerima instruksi, bisa dipanggil. Kami menyebutnya dia masih sadar tapi masih minimal kontak," lanjut dr. Sardiana Salam.

Sementara perihal tekanan darah, pihak kedokteran menjelaskan bila kondisinya naik turun. Namun mereka berusaha agar tekanan darah pria berusia 57 tahun tersebut selalu normal.

"Sampai saat ini tekanan darah masih terlihat naik turun. Jadi kadang stabil, kadang tiba-tiba naik," tutur dr. Sardiana Salam.

 


REKOMENDASI
TRENDING