SELEBRITI

Anak Galih Ginanjar Jadi Korban 'Ikan Asin', Kumalasari: Kita Udah Beritikad Baik

Selasa, 13 Agustus 2019 16:38 Penulis: Rezka Aulia

© KapanLagi.com/Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Galih Ginanjar saat ini sedang mempertanggung jawabkan ujaran 'Ikan Asin' di balik jeruji. Namun meski demikian dampak dari komentar Galih ini masih dirasakan keluarga Fairuz A Rafiq. Kini anak pertama Fairuz jadi korban bullying di sekolahnya.

"Hal ini (bullying pada anak) dulu sudah kita perhitungkan, salah satu alasan kenapa kami memohon penangguhan penahanan demi menjaga anak jadi korban. Dulu mereka bilang semua baik sjaa. Ternyata di media kita lihat udah di-bully sama temen-temennya," ujar Rihat selaku kuasa hukum ditemui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Selasa (13/8).

1. Risiko Masing-Masing

Barbie Kumalasari mengaku menyayangkan kondisi ini. Namun ia menilai ini memang konsekuensi yang dipilih oleh Fairuz dan Sonny Septian untuk keluarga mereka. "Ini risikolah, kita tinggal ngikutin proses hukumnya aja. Apapun risikonya ya ditanggung masing-masing," ujar Kumalasari ditemui di tempat yang sama.

Kumalasari dan Galih memang pernah meminta jalur mediasi dan kekeluargaan pada Fairuz. Namun permintaan tak membuat proses hukum yang dihadapi otomatis terhenti. Hingga saat ini pun kuasa hukum Galih masih mengusahakan penangguhan penahanan.

"Kita mohon sama bapak Kapolda dan jajarannya supaya permohonan kita segera bisa ditangguhkan," lanjut Rihat.

2. Dampak Psikologis

"Karena akan semakin lama kami lihat ini ditahan, mungkin kana semakin parah nanti dampak psikologis terhadap anak ini, " sambung Rihat menjelaskan.

Setelah video 'Ikan Asin' viral di berbagai media, Galih sempat berkilah itu bukan untuk melecehkan mantan istrinya. Rey Utami sebagai host Mulut Sampah dan pemilik kanal youtube pun masih merasa tak bersalah. Namun kini bagaimana tanggapan Kumalasari saat anak Galih harus terlukai kata-kata ayahnya sendiri?

"Kalau itu aku nggak mau jawab ya. Intinya kita udah beritikad baik, dari pihak keluarga udah bermacam cara untuk masalah ini cepat selesai. Tapi memang ditutup semua, ya sudah," pungkas Kumalasari.

 


REKOMENDASI
TRENDING