SELEBRITI

Baru Gugat Ashanty Setelah 3 Tahun, Martin Pratiwi Ungkap Alasannya

Sabtu, 06 Juli 2019 16:38 Penulis: Wulan Noviarina Anggraini

Martin Pratiwi dan Agus Ujianto © KapanLagi.com/Bayu Herdianto

Kapanlagi.com - Ketika mengetahui soal gugatan Martin Pratiwi yang dilayangkan kepadanya, Ashanty bertanya-tanya. Mengapa baru tiga tahun setelah kontrak mereka berakhir, Martin baru menggugat ke pengadilan.

Soal hal ini, Martin menyatakan bahwa sejak awal ia ingin menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Bahkan ketika memasukkan gugatan pun, awalnya ia tak mau hal itu diketahui publik.

"Karena saya nggak pengin sampai ke pengadilan. Kita ke pengadilan itu juga penginnya intern, cuma saya dan mbak Ashanty. Eh ternyata ini bisa diakses semua orang di website pengadilan," ujar Martin.

"Saya juga kaget kok bisa diakses. Tapi ini adalah bentuk perjuangan kedua belah pihak, biar ketemu titik temu," sahut Agus Ujianto, suami Martin ketika ditemui di kawasan Kemang, Jakarta, Jumat (5/7).


1. Ashanty Batalkan Kontrak

Martin mengungkap, kontrak kerjasamanya dengan Ashanty memang berlangsung selama satu tahun. Namun satu bulan sebelum kontrak itu selesai, Ashanty sudah membatalkan kerjasama mereka.

"Sebelumnya ada perjanjian, kalau siapa yang membatalkan itu, maka kepemilikan sepenuhnya milik yang tidak dibatalkan. Saya kurang tahu (alasan Ashanty membatalkan). Itu kan bisnis awalnya mbak A ngajak kerjasama karena belum menguasai kosmetik. Kalau kami kan kerjanya di bidang itu. Setelah kerjasama, ada beberapa yang tidak cocok. Itu wajar dan manusiawi. Jadi kayaknya pengin sendiri biar keuntungannya sendiri, saya nggak tahu," ungkap Martin.


2. Datangi Rumah Ashanty

Agus kemudian menambahkan bahwa dari ketidakcocokan itu sudah diupayakan berkomunikasi. Tetapi ia masih mempertanyakan beberapa hal, termasuk sanksi bagi pemutus kontrak.

Setelah melayangkan somasi pada Mei 2017, Martin dan Agus sudah berupaya berkali-kali datang ke rumah Ashanty. Mereka juga menghubungi manajer Ashanty dan bertemu di Bandung pada September 2018. Namun sayang, sampai sekarang belum menemukan titik temu masalah yang mereka hadapi.

"Saya lihat itu masalah kerjaannya sih (jadi nggak cocok). Cuma kenapa yang mutusin malah nggak dapat sanksi, padahal seharusnya asetnya harus dikasih ke yang diputusin. Kita sebenarnya nggak ada masalah. Tapi karena memang ada pasal itu yah kita diam. Makanya harus ada solusi. Lima poin itu kan seharusnya diklarifikasi satu per satu. Sudah putus kontrak, hasil aset, pajak gimana dibaginya. Itu saja sih, jawaban yang nggak ketemu titik temu," ujar Agus.

(kpl/aal/phi)

Reporter: Sahal Fadhli


REKOMENDASI
TRENDING