SELEBRITI

Berbisnis Kuliner, Herjunot Ali Siap Kenalkan Soto Betawi ke Pasar Global

Kamis, 19 Desember 2019 07:15 Penulis: Guntur Merdekawan

Herjunot Ali / Credit: KapanLagi - Budy Santoso

Kapanlagi.com - Kebanyakan selebriti Tanah Air membangun bisnis kuliner lalu membuka banyak cabang di beberapa kota. Namun hal berbeda digagas oleh aktor Herjunot Ali melalui platform digital yang baru dirintisnya bersama partner beberapa bulan terakhir.

Ia menyediakan jasa bantu bagi pebisnis kuliner lokal yang ingin menembus pasar global. Tentunya dengan banyak penyesuaian termasuk mengubah nama agar lebih bisa diterima oleh masyarakat luar.

"Codafood adalah sebuah platform di mana kami semua di sini berkumpul untuk membantu para pelaku bisnis kuliner, membantu membawa makanannya ke luar negeri. Sesimpel itu," kata Junot yang menjabat sebagai komisaris dalam acara peluncuran Codafood di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2019).

1. Jual Soto Betawi Ke Jepang

Sebagai proyek pertama, Herjunot membawa merek Soto Betawi Bang Rojak ke Tokyo. Satu gerai akan dibuka pada kuartal pertama 2020 dengan nama baru yakni Soto Betawi Miyamoto. Pemilihan Tokyo tidak asal begitu saja. Karena dilakukan riset secara menyeluruh termasuk apakah bahan baku soto mudah diperoleh atau sebaliknya.

"Saya punya visi membawa makanan kita ke luar negeri. Untuk itu perlu dilakukan riset apakah bahannya gampang kita ambil atau harus impor setiap bulan. Lalu tempat yang kita approach itu strategis atau tidak. Mudah-mudahan itu tempat di traffic yang paling nyaman," tambah pria berusia 34 tahun ini.

2. Melebar Ke Banyak Negara

Herjunot juga akan membawa restoran lokal lain ke banyak negara tidak hanya di Asia, tapi juga kawasan Eropa dan Timur Tengah. Karena jika proyek pertama sukses, ia dan partner bisa mengkaji hasilnya untuk diaplikasikan dan berbuat lebih baik lagi.

"Membawa makanan Indonesia ke luar negeri itu tergantung tempatnya, nggak bisa asal bawa. Misal nanti mau bawa ke Europe atau Middle East, kami harus adakan food testing lagi apakah di lidah mereka cocok. Karena kesukaan masyarakat kita terhadap sesuatu yang mencolok itu belum tentu orang luar suka juga. Tapi kesempatan akan selalu ada. Makanya food testing biar kita nggak bias dan hasilnya maksimal," pungkas pemain film SUPERNOVA ini.


REKOMENDASI
TRENDING