SELEBRITI

Bikin Film Superhero 'SATRIA DEWA: GATOTKACA', Hanung Bramantyo Ungkap Budget Mahal Untuk Adegan Terbang

Rabu, 23 Februari 2022 15:47

Istimewa

Kapanlagi.com - Setelah bertahun-tahun ditunggu, film superhero SATRIA DEWA: GATOTKACA akhirnya merilis first look resmi jelang penayangan pada Juni 2022. Dalam materi promosi tersebut, ditampilkan adegan Gatotkaca terbang dan bertarung di atas langit.

Untuk membuat adegan tersebut, Hanung mengungkap sepenuhnya memakai efek CGI. Dan software yang dipakai pun tidak sembarangan. Karena harus menggunakan yang berlisensi resmi dengan harga tidak murah.

"Kita create manusia dari sisi 3D dan itu ada software ber-copyright yang harus asli. Jadi itu software yang harus kita beli dan mahal nilainya," kata Hanung ditemui di Pacific Place, kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Selasa (22/2/2022).

1. Tak Bisa Pakai Teknologi Lama

Hanung Bramantyo mengaku banyak belajar dalam pembuatan film superhero SATRIA DEWA: GATOTKACA. Ia awalnya berasumsi adegan terbang menggunakan sling saja dan diambil secara manual. Namun ternyata cara itu sudah kuno dan tak lagi relevan di era sekarang

"Kita membuat adegan terbang nggak bisa gunakan teknologi yang dulu pakai sling. Saya pikir pada saat adegan itu pasti bisa syuting biasa. Tapi saat di- combine dengan background langit nggak match. Terlihat kayak zaman dulu yang nggak nyatu. Akhirnya syutingan saya buang semua dan diganti dengan 3D," ungkap Hanung.

2. Sempat Ingin Minimalisir CGI

Karena ketidaktahuannya, Hanung Bramantyo sempat mengira bila syuting ini tidak perlu memakai CGI. Namun begitu memasuki proses editing, semua harus menggunakan CGI supaya terlihat bagus

"Awalnya kita berusaha untuk meminimalisir CGI, tapi pada akhirnya tetap aja kita membutuhkan itu. Gatotkaca itu kan kalo orang ngomongin pasti bisa terbang, ekspektasinya udah beda," papar suami Zaskia Adya Mecca ini.

3. Syukuri Terhalang Pandemi

Perilisan film superhero SATRIA DEWA: GATOTKACA sempat terhalang pandemi. Meski demikian, Hanung Bramantyo malah mensyukuri karena pada akhirnya ia dan tim Satria Dewa Studios bisa membenahi menjadi lebih baik.

"Pandemi ini membuat jadi anugerah. Karena kita bisa melihat lagi, mengkoreksi lagi, korek-korek lagi. Karena apa yang kita lihat di gadget dan layar lebar itu berbeda sekali. Karena kalau di gadget itu tidak akan terlihat detailnya seperti di layar lebar. Jadi ketika mereka melihat 'Wah ini keren' di gadget, ketika di layar lebar banyak revisi," tandas Hanung.

(kpl/abs/frs)


REKOMENDASI
TRENDING