SELEBRITI

Buka Filosofi Kopi Bareng Rio Dewanto dan Chicco Jerikho, Angga Sasongko Bantah Ikuti Tren Bisnis Artis

Jum'at, 01 Oktober 2021 19:15

Chicco Jerikho - Angga Sasongko - Rio Dewanto © KapanLagi.com®/Adi Abbas Nugroho

Kapanlagi.com - Sineas Angga Dwimas Sasongko bersama Chicco Jerikho dan Rio Dewanto merambah bisnis food and beverage dengan membuka kedai bernama Filosofi Kopi. Bertepatan dengan International Coffee Day yang jatuh pada 1 Oktober, mereka meresmikan kedai ketujuh.

Kepada awak media, Angga Dwimas Sasongko mengungkap bila kehadiran Filosofi Kopi sempat disebut mengikuti tren bisnis artis. Beberapa tahun lalu memang marak public figure membuka bisnis serupa dari presenter Raffi Ahmad sampai musisi Melly Goeslaw.

Namun seiring tahun, bisnis itu pun berguguran satu-satu. Sementara Filosofi Kopi tetap bertahan selama enam tahun terakhir walau harus melewati banyak rintangan.

"Dulu Filosofi Kopi dianggap bisnis artis, kita bikin film lalu jadi kedai. Tapi ini tuh sudah dikonsepin. Kita tidak melihat Filosofi Kopi jadi entitas yang besar, satu hari buka lalu setahun jadi 300 kedai. Kita pengen sustain, jalan pelan-pelan," tutur Angga ditemui di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (1/10).

1. Perjuangan Selama Pandemi

Selama pandemi ini, Rio Dewanto mengatakan beratnya perjuangan Filosofi Kopi. Beruntung kemudian mendapatkan investasi miliaran rupiah untuk terus bertahan.

Tidak hanya food and beverage, Filosofi Kopi juga melebarkan produk ke berbagai bentuk dengan berkolaborasi. Karena cara tersebut dianggap bisa memperkuat ekosistem industri kreatif.

"Kondisi Filosofi Kopi cukup struggling selama pandemi. Tapi sekarang kita punya plan cukup massive di tahun ini dan tahun depan. Selain kopi, kita juga ada kolaborasi jadi sepeda, masker, dan yang lainnya. Spirit kolaborasi kita jalankan dari awal," terang Rio pada kesempatan yang sama.

"Filosofi Kopi bisa dibilang pionir dari buku ke film, lalu produk dan jadi ekosistem IP (Intellectual Property). Setelah enam tahun belum ada lagi seperti ini. Bukunya masih ada, kontennya berkembang ada film, series, musik, branded content," tandas Angga.


REKOMENDASI
TRENDING