SELEBRITI

Cek Saldo ATM Dianggap Konten Tak Berfaedah, Uya Kuya: Ditonton Juga Sama Orang

Selasa, 26 November 2019 08:00 Penulis: Dhimas Nugraha

Uya Kuya ©KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya

Kapanlagi.com - Konten youtube cek saldo ATM dan kekayaan di kalangan para selebritis kini semakin ramai sejak dipopulerkan oleh Uya Kuya bersama Barbie Kumalasari beberapa waktu lalu.

Menariknya di sini, beberapa video tentang cek saldo atm ini pun mengisi jajaran trending di youtube Indonesia. Menanggapi pro dan kontra tentang konten buatannya itu, Uya Kuya mengaku tak masalah.

"Ya enggak apa-apa, baguslah kalau diributin," kata Uya Kuya saat ditemui di kawasan Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, Senin (25/11).

Pria 44 tahun ini kemudian menjelaskan, tak masalah jika ia dicibir. Yang jelas, ia selalu membuat konten apapun yang mengandung nilai-nilai.

"Dan intinya setiap saya buat konten apapun, yang penting tetap ada value-nya, ada pesannya di situ, dan tergantung di sudut pandang mana orang melihatnya," imbuhnya. 

 

 

1. Dianggap Tak Berfaedah

Tanggapan demi tanggapan pun muncul dari berbagai kalangan. Banyak yang menganggap jika cek saldo AMT Uya Kuya ini pun dianggap tak berfaedah dan tak bermanfaat.

Mendengar pernyataan tanggapan seperti itu, ayah 2 anak ini kembali lagi tak mempermasalahkan hal tersebut.

"Ya, enggak apa-apa enggak berfaedah, ditonton juga sama orang. Kalau enggak berfaedah kan untuk orang tertentu, sama saja kan gini, ngapain lo ngepost makanan di Instagram? Semua orang pasti pernah. Lo makan terus lo post, wah gue makan ini, gue bisa juga. Kasian dong orang yang enggak makan lihat Instagram sirik sama makanan lo, kan sesimple ini." tuturnya.

"Youtube itu kan enggak sembarangan, orang nonton itu ngeklik. Kita kagi jalan nonton yang gratisan kan enggak. Orang yang nonton ya orang yang mau nonton, sesimple itu," sambungnya.

 

2. Motivasi

Lebih lanjut, Uya Kuya menyebut jika konten yang ia buat ini tanpa motivasi apa-apa. Ia hanya sebagai seorang content creator yang mencoba menyuguhkan suguhan terbaiknya kepada penonton.

"Kagak ada motivasi apa-apa, cuma bikin tayangan. Ibaratnya kan menyuguhkan tayangan sama kita jual makanan. Makanan kita laku apa enggak, dibeli apa enggak, kalau dibeli artinya banyak orang uang suka," paparnya.


REKOMENDASI
TRENDING