Ceramah 'Bang Rhoma' Sejukkan Aceh

Sabtu, 05 Maret 2005 22:22 Penulis:
Kapanlagi.com - Relawan menilai ceramah yang diberikan Rhoma Irama di Masjid Baiturrahman Banda Aceh, Jumat, cukup menyejukkan menyusul terjadinya gempa bumi dan gelombang tsunami yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Nanggroe Aceh Darussalam 26 Desember 2004 lalu.

"Seharusnya ulama memberikan siraman rohani kepada masyarakat Aceh yang tertimpa musibah bencana alam itu dengan cara yang baik seperti diketengahkan oleh H. Rhoma Irama Jumat kemarin," kata Abdullah, salah seorang relawan di Banda Aceh, Sabtu.

Ia mengatakan ceramah yang keras untuk masyarakat Aceh yang tertimpa traumatis akibat dampak bencana alam yang meratakan rumah dan bangunan mereka dengan tanah dan sanak keluarganya banyak yang tewas dan hilang, patut dihindari.

Ceramah yang sejuk untuk menyirami hati yang gundah dan sedih dapat mengobati jiwa mereka yang tertekan saat ini. Sekitar delapan ribu jamaah Sholat Jumat menunda kepulangannya usai Sholat Jumat di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk mendengarkan ceramah yang disampaikan Haji Rhoma Irama.

Kunjungan Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) dan mewakili TPI adalah untuk menyantuni para pengungsi korban gempa bumi dan tsunami yang telah memporakporandakan sebagian wilayah Naggroe Aceh Darussalam (NAD) dan menelan korban jiwa lebih dari 200 ribu orang tewas dan hilang 26 Desember 2004 lalu.

Rhoma dalam ceramahnya mengatakan bahwa bencana alam Aceh bukan lagi bencana nasional, tetapi sudah internasional dan bantuan yang diterima Aceh juga bantuan internasional. Ceramah, yang berlangsung sekitar 15 menit itu, cukup membuat pendengar semakin antusias untuk menyimaknya. Dia memberi motivasi agar masyarakat Aceh terus bangkit dan bersabar.

Ia menyerukan agar persatuan masyarakat Aceh meningkat lebih baik paska gempa bumi dan gelombang tsunami. "Kalau dulu berpecah belah, sekarang hendaknya bersatu," katanya dan menambahkan bahwa persatuan itu sangat diperlukan bagi umat Islam Aceh.

Mengenai gempa bumi dan gelombang tsunami yang meratakan sebagian besar rumah dan bangunan di wilayah pantai Aceh, Rhoma mengatakan bahwa itu adalah peringatan dari Allah, agar kaum Muslimin mau kembali menjadi baik dan bertobat. Ridwan Johan, salah seorang imam Masjid Baiturrahman, mengatakan bahwa ceramah seperti yang disampaikan Rhoma Irama sangat baik dan bisa membangkitkan kembali semangat masyarakat Aceh.

Pasca musibah alam di Aceh, Masjid Baiturrahman acap kali menjadi corong ulama menyampaikan pesan dan nasehat, terutama kepada masyarakat Aceh yang tertimpa musibah bencana alam itu. Ceramah, khutbah dan kuliah Subuh secara langsung disiarkan radio Baiturrahman.

Tim Ukhuwwah Pemuda Untuk Aceh, yang juga banyak mengirim ulama ke Banda Aceh, turut meningkatkan samangat masyarakat Aceh dengan mengisi siraman rohani dalam "Kuliah Subuh" yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di Masjid Baiturrahman setelah beberapa waktu lamanya terhenti.

Ust. Ali Effendy, ketua Tim Ukhuwwah, mengatakan tim itu menurunkan para ulama di berbagai masjid dan di tengah masyarakat dan hasilnya, Alhamdulillah, dapat membangun pesantren dan dibutuhkan oleh banyak anggota masyarakat Aceh di berbagai tempat.

"Saya bahagia bila ada ulama-ulama baik dari Aceh sendiri maupun dari luar Aceh bisa membagi waktunya untuk memberikan santapan rohani bagi masyarakat Aceh. Kebutuhan materi itu hal yang tak terlalu penting. Tetapi kebutuhan spiritual itulah yang utama," kata Ridwan Johan, imam ketiga Masjid Baiturrahman.

Para jamaah Sholat Jumat mengerumuni Bang Haji Rhoma Irama usai ceramahnya, tidak kecuali sejumlah kaum Muslimat dan anak-anak datang untuk menyapanya. Dari Masjid Baiturrahman, Rhoma langsung menuju kamp-kamp pengungsi untuk memberikan sumbangan dari PAMMI dan TPI, tertama yang berada di Banda Aceh dan Aceh Besar.

(*/tut)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING