SELEBRITI

Cerita Mea Shahira Jalani Bulan Ramadan di Negeri Kincir Angin, Jauh Lebih Berat Ketimbang di Indonesia

Rabu, 27 April 2022 10:41

Penyanyi Mea Shahira di Belanda - Credit: instagram.com/meashahira

Kapanlagi.com - Tentu masih sering terngiang dengan lagu yang berjudul Leave a Message yang dipopulerkan oleh Mea Shahira bersama duo produser Winky Wiryawan dan Eka Gustiwana dalam Eka Winky Project. Saat ini sebenernya Mea sudah tidak sabar untuk kembali masuk dapur rekaman, namun studinya di Amsterdam yang sudah memasukin tahap akhir harus ia selesaikan terlebih dahulu.

“Kesibukanku akhir-akhir ini fokus kuliah. Kebetulan masuk tahun terakhir, jadi lagi susah-susahnya persiapan tesis,” ujar Mea yang saat ini tengah mengambil jurusan Information Studies (and Media) di University of Amsterdam.

Kampus tersebut yang sering disebut sebagai salah satu universitas terbaik di Eropa dengan menduduki ranking ke-14 di Eropa, ranking ke-55 di dunia dan ranking pertama di Belanda.

Menjalankan ibadah puasa di Amsterdam memiliki tantangan tersendiri, selain jauh dari keluarga tercinta, durasi berpuasa di sana, terutama di musim panas, lebih lama jika dibandingkan dengan kita di Tanah Air.

"Kalau dari cuacanya sih, membuat puasa di sini enggak terlalu berat, cuma durasi puasa di sini bisa sampe 17-18 jam, besok itu (27/04/2022) jadwal imsak 03.27 dan maghribnya 21.09. Kalau lagi pas banyak kegiatan malah ke-distract tapi kalau lagi kosong kelas. Itu paling berat ahhahaha,” ujarnya sambil tertawa.

1. Tarawih Pukul 10 Malam

Dikarenakan waktu berbuka puasa di kota tersebut jatuh sekitar pukul 21.00, yang artinya waktu Salat Tarawih akan berkisar di atas jam 10 malam.

“Kalo soal mencari tempat berbuka puasa yang halal sih ga terlalu masalah, aku memasuki tahun keempat di sini, jadi cukup kenal seluk-beluk kota ini. Namun yang aku beneran ga bisa lakukan di sini adalah salat tarawih berjamaah di masjid. Karena tarawih di sini jatuhnya malem banget,” tambah Mea.

2. Dengarkan Lagu Mea Shahira Lewat Platform Musik Digital Kesayangan

“Harus aku akui yang paling aku rindukan dari Ramadan di Indonesia adalah berburu takjil lalu berbuka puasa bareng keluarga dan teman-teman terdekat aku, kebiasaan bukber terutama mendekati lebaran. Suasana Ramadan kalo di Jakarta kerasa banget,” ujar Mea.

Bukan hanya Mea yang merindukan kembali ke Tanah Air, kita pun sangat menatikan karya baru darinya dan syukur kalau pada akhirnya bisa kembali menyaksikan Mea tampil dipanggung secara live.

“Pokoknya begitu balik, aku akan sesegera mungkin masuk studio.. makanya doakan aku cepat lulus yaa,” pungkas Mea.

Sukses terus untuk mu Mea. Mari kita dengarkan kembali lagu-lagu dari Mea Shahira di platform musik digital kesayanganmu.

(kpl/pur/ums)

 

REKOMENDASI
 
TRENDING