Deddy Corbuzier Kecam Aksi 'Pesulap Bertopeng'

Senin, 30 Juni 2008 19:09 Penulis: Anton
Kapanlagi.com - Sulap adalah seni dan sebagian orang yang mengandalkannya sebagai mata pencaharian, kata Deddy Corbuzier. Mentalis/ilusionis ini menyatakan hal itu sehubungan dengan keadaan beberapa tahun terakhir ini, munculnya pesulap bertopeng yang membuka rahasia pesulap dalam melakukan aksi 'magis'.

"Pesulap bertopeng itu telah mematikan 60 pesulap di dunia. Mereka tidak bisa lagi cari nafkah karena publik sudah tidak tertarik," kata Deddy, usai mengakhiri permainan prediksi Juara EURO 2008 di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (30/6).

Ia mengungkapkan, di Indonesia ini banyak tukang sulap yang mau main dengan bayaran Rp300.000, dan sekarang ini mereka tidak main lagi gara-gara seorang pesulap bertopeng asal Surabaya muncul dalam satu tayangan di sebuah stasiun televisi nasional.

Deddy mengakui dirinya sempat menemui direktur utama stasiun yang tidak mau ia ungkapkan itu.

"Saya bicara terbuka tentang dunia kami, para pesulap, mentalis atau ilusionis. Mengapa, karena tayangan itu mematikan mata pencaharian orang. Sulap itu seni dan saya berharap jangan ada pihak yang ingin mematikannya. Orang yang ingin mematikan seni ini jelas tidak punya rasa seni," Deddy.

Menyinggung aksi prediksi juara EURO 2008, ia mengatakan bahwa dirinya hanya ingin mematahkan dalil-dalil pakar telematika Roy Suryo tentang kemampuan dirinya, sejak menebak headline koran Kompas beberapa tahun lalu.

Prediksi Deddy tentang Juara EURO 2008 'terbukti tepat', ketika chip-memory berisi suaranya, yang direkam pada 6 Juni lalu dan disimpan di satu kantor notaris, ketika diperdengarkan menyebutkan: "Akan ada fenomena baru dari satu kesebelasan yang tidak terkalahkan selama pertandingan, yakni Spanyol. Kesebelasan ini akan mengalahkan kesebelasan Jerman di babak final dengan skor 1-0. Pencetak golnya Fernando Torres."

"Tapi, satu kelak nanti saya akan ungkapkan rahasia permainan ini. Di balik semua ini ada jawaban yang sangat logis," demikian pungkas Deddy.

(*/bun)

Editor:

Anton


REKOMENDASI
TRENDING