Demi Merawat Kasino, Sang Istri Rela Korbankan Kuliah

Senin, 11 Januari 2016 23:15 Penulis: Guntur Merdekawan
Demi Merawat Kasino, Sang Istri Rela Korbankan Kuliah Hanna - Kasino © KapanLagi.com®/Fikri Alfi Rosyadi
Kapanlagi.com - Jika Dono, Kasino dan Indro dikenal sebagai legenda komedian tanah air, anak-anak mereka malah tak tertarik untuk bergabung di dunia hiburan dan memilih jalur lain. Setelah diketahui jika putra Dono, Damar kini tengah menempuh kuliah S3 di Swiss, kail ini ada kabar yang datang dari anak semata wayang Kasino, Hanna yang lebih memilih jadi pengusaha kue kelapa klappertaart.

Seperti diketahui, Kasino meninggal di usia 47, tepatnya 18 Desember 1997 silam karena tumor otak. Ditemui tim KapanLagi.com® baru-baru ini di kediamannya di bilangan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (7/1), Hanna bercerita tentang kronologi kematian ayahnya.

"Saya jarang melihat orang sakit kali ya, tapi papa itu nggak pernah mengeluh. Operasi kan dua kali, pas operasi pertama itu dia masih syuting terus dia rambut palsu, dia berusaha tetap tampil, apalagi dia pengen melihat anaknya menikah sebelum meninggal. Tapi sayangnya nggak kesampean," kenang Hanna.

Hanna, putri tunggal Kasino © KapanLagi.com®/Fikri Alfi RosyadiHanna, putri tunggal Kasino © KapanLagi.com®/Fikri Alfi Rosyadi

Selama Kasino dirawat di rumah sakit sebelum meninggal, sang istri terus menemani di sisinya. Wanita bernama Amarmini itu itu bahkan rela mengorbankan kuliahnya untuk fokus merawat Kasino.

"Kebetulan ibu saya dari kalangan kedokteran, jadi dia lumayan banyak sumber yang ditanyain, dia punya bekal bagaimana merawat papa saya. Mama waktu itu ambil kuliah, tapi sengaja ditinggalin untuk ngerawat papa," sambung Hanna.

Meski jumlah pelawak saat ini sudah semakin banyak dan komedi juga semakin modern, namun bagi Hanna warkop tetap yang terbaik. Tapi tak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti ada komedian-komedian lain yang namanya bisa besar dan jadi legenda seperti Warkop.

"Menurut saya warkop tak tergantikan ya, walaupun Om Indro sendiri, tapi Warkop tetap ada, jadi Warkop tidak tergantikan. Bukan karena lebih lucu, itu hanya dijawab dengan waktu. Mungkin nanti ada komedian lain yang bisa melampaui Warkop, lebih lama, dan bisa dinikmati banyak generasi," pungkasnya.

(kpl/far/gtr)

Reporter:

Fikri Alfi Rosyadi


REKOMENDASI
TRENDING