SELEBRITI

Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Narkoba, Roy Kiyoshi Stres dan Alami Tekanan Batin

Senin, 11 Mei 2020 08:15

Roy Kiyoshi (credit: Kapanlagi.com/Muhammad Akrom Sukarya)

Kapanlagi.com - Roy Kiyoshi telah ditetapkan sebagai tersangka kasus narkoba usai diamankan di rumahnya belum lama ini. Kala itu Roy ditangkap bersama barang bukti 21 pil psikotropika. Ia pun telah ditahan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Kuasa hukum Roy Kiyoshi, Henry Indraguna menuturkan pihaknya tidak keberatan soal penahanan kliennya. Namun dalam waktu dekat ia akan mengajukan assasment agar Roy bisa menjalani rehabilitasi.

"Perihal penahanan sendiri kembali kepada pertimbangan penyidik. Sah saja kalau misal ada proses hukum dan kalau memang harus ditahan ya tidak masalah," tutur Henry ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (9/5).

 

 

 

 

1. Tekanan Batin

"Yang kami ajukan kalau masalah seperti ini bukan penangguhan, tapi kami akan ajukan permintaan assassment. Setelah dikabulkan, baru nanti ditangguhkan ke RSKO dan dilakukan rehabilitasi. Sambil menunggu proses P21, tahap 1 tahap 2 dan persiapan sidang nanti, Roy biar direhabilitasi di RSKO," tambah Henry.

Henry juga menjelaskan kondisi Roy Kiyoshi yang mengalami stres karena kasus yang kini sedang dihadapi. Apalagi ia juga sempat jadi sasaran bully netizen.

"Kalau dibilang stres, pasti semua orang yang tertimpa masalah ini pasti stres, baik keluarga dan pribadinya. Siapa pun, kalau sudah ditahan dan statusnya tersangka pasti stres, tekanan batin, rasa malu, apalagi di-bully lagi," jelasnya.

2. Beli Obat Secara Online

Roy Kiyoshi yang mengaku sudah setahun belakangan mengkonsumsi resep dokter untuk insomnia yang diderita terpaksa membeli obat melalui online karena kondisi corona yang sekarang terjadi.

"Roy di sini sakit, karena dia sakit tidak berani ke dokter karena ada Covid-19, begitu pula pergi ke apotek, itu sebabnya dia membeli (obat) secara online," ucap Henry.

"Ini orang-orang tidak tahu yang terjadi sebenarnya. Roy tidak pernah tahu bahwa ternyata yang dia makan, dibeli secara online, ternyata mengandung nitasepam ini masuk ke golongan empat psikotropika. Kalau tahu ini, nggak akan dibeli," pungkasnya.


REKOMENDASI
TRENDING