Enda 'Ungu' Sembuh Dari Kecanduan Berkat Air Wudhu

Jum'at, 29 September 2006 14:45 Penulis:
Kapanlagi.com - Manusia tidak ada yang sempurna. Dan kalimat itu tepat untuk disematkan pada salah satu personil Ungu, Franco Medjaya Kusuma atau yang kerap disapa Enda. Kepiawaianya membuat lirik dan mengaransemen musik, terkadang membuat sosoknya terlihat sempurna. Tapi ternyata tidak demikian, ada sisi gelap yang pernah jadi bagian kehidupan Enda. Dan itu diakuinya sebagai kelakuan paling konyol yang pernah ia lakukan, yaitu pecandu narkoba.

"Itu sisi gelap gue, yang sering membuat gue malu dan sering membuat gue teriak kalau ingat masa lalu," tuturnya di Hard Rock Cafe Jakarta, Kamis (28/9). Dan lebih mengejutkan lagi, Enda akrab dengan yang namanya minuman keras, sejenis Nipam, Lexotan, sejak masih SD. Beranjak ke SMP, ia mulai akrab dengan ganja dan morfin. "Waktu SD, gue sering pulang malam dan temen-temennya itu anak-anak SMA," ujarnya. Mulai SMA, dia mulai mengkonsumsi putaw, dan berlangsung cukup lama sampai akhir 1999.

Dari petualangan gilanya itu sempat membuat Enda nyaris ketemu ajal. "Tapi tidak mati juga, dan itu sampai tiga kali," katanya sembari menunjukkan bekas sayatan di bagian tangannya sebagai tanda kegilaan. "Bekas besyet ini, tak lain ulah dari keinginan tahu gue mengenai rasa sakit. Apa rasa sakit itu nikmat apa tidak. Dan waktu itu memang nikmat yang gue temuin," jelasnya.

Pada suatu saat Enda ketemu Makki dan Pasha. "Waktu itu gue ketemu mereka dan gue iri banget sama mereka karena badan mereka lebih terlihat sehat. Sementara gue, gitar saja sudah nggak punya. Dan gue, dijanjiin sama Makki, kalau lu sembuh, lu akan gue kasih gitar dan effectnya sekalian," kenang Enda. Waktu itu, Enda hidup ngamen di Jakarta, hasilnya untuk membeli putaw. "Gue merasa lebih sehat dengan mengkonsumsi putaw daripada makan nasi."

Akhirnya Enda menghentikan semuanya, tentu dengan rasa sakit yang dideranya. Suatu saat dia ingin kembali, secara reflek dia mengambil air wudhu. "Dan ajaib dengan air wudhu gue sembuh tanpa ke dokter," ujarnya.

"Yang paling gue sesali adalah gue membodohi ortu. Gue yakin ortu akan merasa gagal mendidik gue, padahal tidak. Dasar guenya saja yang bandel. Dan ini yang paling gue ingat-ingat. Apapun yang gue berikan kepada ortu saat ini sepertinya nggak bakal menutupi kebaikan mereka," sesal Enda.

Menurut Enda, Ramadhan kali ini benar-benar terasa beda. Paling tidak sekarang dia punya keluarga kecil dan rumah sendiri. "Sekarang gue jadi ayah dari anak gue, dan ini pengalaman baru. Dan makna dari Ramadhan tiap tahun datang ini, menuntut gue harus terus belajar," tandas ayah dari Azhra Leola Fisuda (2 bulan) dan suami Eka Wilestari (22) ini. 

(kl/wwn)

Editor:


REKOMENDASI
TRENDING